Variasi

Variasi

Variasi

Variasi
Variasi

Penyusunan kalimat perlu memperhatikan variable kalimat karena variasi itu akan memberikan efek yang berbeda. Pemfokusan dengan mengedepankan unsure yang dianggap penting seperti yang telah dibicarakan pada bagian 3.1 dapat digolongkansebagai variasi urutan unsur kalimat. Namun, variasi kalimat bukan hanya itu. Variasi lain yang mempertimbangkan nilai komunikasi dapat berupa penyusunan kalimat berimbang, kalimat melepas, dan kalimat berklimaks.

5.1         Kalimat Berimbang

Yang dimaksud dengan kalimat berimbang adalah kalimat yang mengandung beberapa informasi yang kadarnya sama atau seimbang karena sama-sama penting. Contohnya adalah sebagai berikut.

(21)           Fajar telah menyingsing dan burung-burung pun mulai berkicau.

(22)           Semua orang laki-laki bekerja di sawah, sedangkan para istri mereka bekerja di rumah.

Kalimat (21) dan (22) masing-masing mengandung dua informasi. Informasi pertama pada kalimat (21) adalah ‘fajar telah menyingsing’ dan informasi kedua adalah ‘burung-burung pun mulai berkicau.’ Kedua informasi itu mempunyai derajat yang sama. Agar kedua informasi itu sederajat, dipilih jenis kalimat majemuk setara, bukan majemuk, bertingkat. Begitu pula kalimat (22), kalimat itu juga mengandung dua informasi yang sama-sama penting. Informasi pertama adalah ‘semua orang laki-laki bekerja di sawah’ dan informasi kedua adalah ‘para istri mereka bekerja di rumah.’ Kalimat (22) juga termasuk jenis kalimat majemuk setara. Bedanya adalah bahwa kalimat (21) berupa kalimat majemuk setara penjumlahan, sedangkan kalimat (22) merupakan kalimat majemuk setara pertentangan.

5.2         Kalimat Melepas

Kalimatmelepas berbeda dari kalimat berimbang. Kalimat berimbang mengandung informasi yang setara, sedangkan kalimat melepas mengandung informasi yang tidak setara. Di dalam kalimat melepas terdapat informasi utama dan informasi tambahan. Informasi utamanya diletakkan pada bagian awal kalimat dan informasi tambahan diletakkan pada posisi berikutnya sehingga seakan-akan informasi tambahan itu dilepas begitu saja. Karena derajat informasinya tidak sama, jenis kalimat yang digunakan bukan kalimat majemuk setara, melainkan kalimat majemuk bertingkat. Agar penjelasan ini lebih mudah dipahami, kalimat berimbang (21) dan (22) di atas, diubah menjadi kalimat melepas seperti berikut.

(23)           Fajar telah menyingsing saat burung-burung mulai berkicau.

(24)           Semua orang laki-laki bekerja di sawah tatkala para istri mereka sedang bekerja di rumah.

            Dengan mengubah kalimat (21) dan (22) menjadi kalimat (23) dan (24), informasi yang terkandung di dalamnya mempunyai derajat yang berbeda. Perbedaan derajat informasi itu dipisahkan oleh kata penghubung saat dan tatkala. Informasi pada bagian awal kalimat, yaitu sebelum kata penghubung, adalah informasi utama yang derajatnya lebih tinggi, sedangkan informasi berikutnya, yaitu sesudah kata penghubung, adalah informasi tambahan yang derajatnya lebih rendah. Bagian kalimat yang memuat informasi utama itu adalah anak kalimat. Dengan demikian, kalimat (23) dan (24) adalah kalimat majemuk bertingkat.

5.3         Kalimat Berklimaks

Kalimat berklimaks merupakan kebalikan kalimat melepas. Pada kalimat melepas informasi utamanya terletak pada awal kalimat, sedangkan pada kalimat berklimaks informasi utamanya terletak pada bagian akhir kalimat. Dengan demikian, kalimat (23) dan (24) di atas dapat diubah menjadi kalimat berklimaks seperti berikut.

            (23a)    Saat burung-burung mulai berkicau, fajar menyingsing.

            (24a)    Ketika para istri mereka bekerja di dapur, semua orang laki-laki bekerja di sawah.

Baca Juga :

You might be interested in …

Perbanyakan Secara Generatif

Pendidikan

Perbanyakan Secara Generatif perbanyakan tanaman melalui perkawinan sel-sel reproduksi. Untuk tanaman hias yang berbunga, melakukan reproduksi dengan cara membentuk biji yang diperoleh dari penyerbukan benang sari sebagai sel jantan dan kepala putik sebagai sel betinanya. Penyerbukan  pada tanaman bunga bisa berhasil bila ada perantara (Self incomatible). Umumnya perantaranya adalah serangga seperti lebah. Kaki lebah yang hinggap […]

Read More
Manfaat Relationship Marketing

Manfaat Relationship Marketing

Pendidikan

Manfaat Relationship Marketing Menurut Kotler dan Amstrong (1996, pp. 579-582) suatu relationship marketing mengandung tiga manfaat, yaitu manfaat ekonomis, sosial, dan status, yang secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Manfaat ekonomis Pendekatan pertama untuk membangun suatu hubungan nilai dengan pelanggan adalah menambah manfaat-manfaat keuangan atau ekonomis manfaat ekonomis dapat berupa penghematan biaya yang dikeluarkan […]

Read More
Politeknik Jember Latih Pekerja Migran

Politeknik Jember Latih Pekerja Migran

Pendidikan

Politeknik Jember Latih Pekerja Migran Politeknik Negeri Jember (Polije) ikut serta dalam pelatihan untuk pekerja migran Indonesia. Hasil pelatihan diakui di Kanada. Polije digandeng Yayasan Bhakti Jaya Indonesia. “Bhakti Jaya Indonesia ingin menggandeng Polije untuk meningkatkan kompetensi TKI baik di Taiwan maupun di Kanada,” kata Ketua Yayasan Bambang Nurfauzi. Menurut Bambang, pelatihan dilakukan dalam jaringan […]

Read More