Variabel kinerja koperasi dan prinsip pengukuran kinerja koperasi

Variabel kinerja koperasi dan prinsip pengukuran kinerja koperasi

Variabel kinerja koperasi dan prinsip pengukuran kinerja koperasi

  1. Variabel kinerja

Secara umum, variabel  kinerja koperasi yang diukur untuk melihat perkembangan dan pertumbuhan (growth)  koperasi di Indonesia terdiri dari kelembagaan (jumlah koperasi per provinsi, jumlah koperasi per jenis / kelompok koperasi, jumlah koperasi aktif dan non aktif), keanggotaan, volume usaha, permodalan, asset dan sisa hasil usaha. Variabel-variabel tersebut pada dasarnya belumlah dapat mencerminkan secara tepat untuk dipakai melihat peranan atau pangsa (share) koperasi terhadap pembangunan ekonomi nasional. Demikian pula dampak dari koperasi (cooperative effect) terhadap peningkatan kesejahteraan anggota atau masyarakat belum tercermin dari variabel-variabel yang disajikan.[1]

Faktor yang mempengaruhi kinerja :

Adapun faktor-faktor tersebut menurut Armstrong adalah sebagai berikut:

  • Faktor individu (personal factorsberkaitan dengan keahlian, motivasi, komitmen, dan lain-lain.
  • Faktor Kepemimpinan (leadership factors) berkaitan dengan kualitas dukungan dan pengarahan yang diberikan oleh pimpinan, manajer, atau ketua kelompok kerja.
  • Faktor kelompok/ rekan kerja ( team factors ) berkaitan dengan kualitas dukungan yang diberikan oleh rekan kerja.
  • Faktor system (system factorsberkaitan dengan system/ metode kerja yang ada dan fasilitas yang disediakan oleh organisasi.
  • Faktor situasi (contextual/ situational factors) berkaitan dengan tekanan dan perubahan lingkungan, baik lingkungan internal atau eksternal.[2]
  1. Pengertian Pengukuran kinerja

Pengukuran kinerja merupakan suatu alat manajemen yang digunakan untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan akuntabilitas. Pengukuran kinerja adalah proses dimana organisasi menetapkan parameter hasil untuk dicapai oleh program, investasi, dan akuisi yang dilakukan. Proses pengukuran kinerja seringkali membutuhkan penggunaan bukti statistik untuk menentukan tingkat kemajuan suatu organisasi dalam meraih tujuannya. Tujuan mendasar dibalik dilakukannya pengukuran adalah untuk meningkatkan kinerja secara umum.[3]

Dalam pengukuran kinerja terdapat beberapa prinsip-prinsip yaitu:

  • Seluruh aktivitas kerja yang signifikan harus diukur.
  • Pekerjaan yang tidak diukur atau dinilai tidak dapat dikelola karena darinya tidak ada informasi yang bersicfat obyektif untuk menentukan nilainya.
  • Kerja yang tak diukur sebaiknya diminimalisir atau bahkan ditiadakan.
  • Keluaran kinerja yang diharapkan harus ditetapkan untuk seluruh kerja yang diukur.
  • Hasil keluaran menyediakan dasar untuk menetapkan akuntabilitas hasil alih sekedar mengetahui tingkat usaha.
  • Mendefinisikan kinerja dalam artian hasil kerja semacam apa yang diinginkan adalah cara manajer dan pengawas untuk membuat penugasan kerja operasional.
  • Pelaporan kinerja dan analisis variansi harus dilakukan secara periodik.
  • Pelaporan  yang kerap memungkinkan adanya tindakan korektif yang segera dan tepat waktu.
  •  Tindakan korektif yang tepat waku begitu dibutuhkan untuk manajemen kendali.

    Pos-pos Terbaru

You might be interested in …

Kegiatan BPUPKI

Kuliner

Kegiatan BPUPKI RAPAT PERTAMA Rapat pertama diadakan di gedung Chuo Sangi In di Jalan Pejambon 6 Jakarta yang kini dikenal dengan sebutan Gedung Pancasila. Pada zaman Belanda, gedung tersebut merupakan gedung Volksraad, lembaga DPR pada zaman kolonial Belanda. Rapat dibuka pada tanggal 28 Mei 1945 dan pembahasan dimulai keesokan harinya 29 Mei 1945 dengan tema dasar negara. Pada rapat […]

Read More

Struktur Biaya- Suatu Perspektif Arus Proses

Kuliner

Struktur Biaya- Suatu Perspektif Arus Proses             Salah satu cara untuk memahami posisi DairyPak Champion di tahun 1980 adalah dengan mempelajari arus proses dari potongan-potongan kayu sampai menjadi karton Pure-Pak.             Pohon yang kemudia dijadikan potongan-potongan merupakan kombinasi dari pohon pinus dan spesies kayu keras di bagian selatan. Kedua input potongan kayu ini di campur […]

Read More

Waduk Gondang

Kuliner

Waduk Gondang Bendungan atau Waduk Gondang merupakan salah satu wisata alam yang terletak di sebelah Barat kota Lamongan. Selain menajdi lokasi wisata pilihan, waduk ini masih berfungsi sebagai irigasi ribuan sawah yang berada di Lamongan. Di sekitar waduk, dapat kita temui aneka pohon hijau nan subur, yang akan membuat wisatawan merasakan kesejukan serta kedamaian. Di […]

Read More