Usaha Kecil dan Menengah (UKM)

Usaha Kecil dan MeUsaha Kecil dan Menengah (UKM)nengah (UKM)

Usaha Kecil dan Menengah (UKM)

Usaha Kecil dan MeUsaha Kecil dan Menengah (UKM)nengah (UKM)
Usaha Kecil dan Menengah (UKM)

Usaha Kecil dan Menengah sebagai unit kerja yang kecil akan memiliki karakteristik utama :

– Sumber daya manusia yang terbatas

– Kompleksitas jaringan komputer yang rendah

– Dukungan finansial yang terbatas

Dengan karakteristik-karakteristik yang telah disebutkan di atas, maka diperlukan suatu

pendekatan yang berbeda dalam mengelola keamanan jaringan komputer jika dibandingkan

dengan perusahaan yang besar.

Dengan dukungan finansial yang terbatas, maka pemilihan teknologi menjadi area yang sangat

penting. Diperlukan teknologi yang tidak mahal namun berkemampuan tinggi dan tidak

membutuhkan biaya perawatan yang tinggi. Karena itu, penggunaan teknologi open-source

menjadi pilihan yang tepat. Selain memerlukan biaya yang rendah untuk implementasinya,

teknologi open-source cukup aman sehingga tidak memerlukan pengelolaan yang sulit. Namun

pemilihan teknologi juga terkait erat dengan kemampuan sumber daya manusia yang ada. Oleh

karena itu, perlu diperhatikan juga kapabilitas yang dimiliki oleh sumber daya manusia yang

tersedia, jangan sampai dipilih teknologi yang dimana tidak ada sumber daya manusia yang

mampu mengelolanya.

Dengan sumber daya manusia yang terbatas, maka topologi jaringan yang dibentuk harus cukup

sederhana, sehingga tidak membutuhkan banyak personel untuk melakukan pengelolaan

jaringan komputer. Topologi jaringan komputer yang terlalu kompleks akan membutuhkan

banyak peralatan jaringan komputer, yang selain akan membutuhkan biaya lebih tinggi, juga

akan membutuhkan lebih banyak upaya untuk mengelolanya. Topologi jaringan komputer

sebuah UKM terdiri atas :

  • Kelompok Jaringan DMZ

Terdiri atas host yang perlu berhubungan langsung dengan komputer. Dengan kebutuhan

UKM yang tidak banyak, maka host-host yang ada dalam kelompok jaringan ini terdiri

atas : proxy server, mail server dan web/ftp server. Sebagai perlindungan awal dari

serangan, dapat di-implementasikan router yang berfungsi sekaligus sebagai firewall.

  • Kelompok jaringan komputer internal

Pada kelompok jaringan inilah komputer-komputer yang akan digunakan para staf UKM

untuk bekerja.

  • Backup server

Sebagai persiapan apabila terjadi gangguan yang merusak, maka perlu dilakukan proses

backup secara rutin. Untuk itu perlu sebuah host yang fungsinya khusus menyimpan

data-data yang di backup, sehingga apabila dibutuhkan dapat langsung digunakan.

Selain itu, dengan terbatasnya sumber daya yang dimiliki, maka faktor sumber daya manusia,

baik itu pengelola jaringan komputer maupun pengguna memiliki peranan yang sangat penting.

Baik pengelola maupun pengguna harus selalu waspada terhadap berbagai bentuk ancaman

yang ada. Para pengguna harus dibiasakan untuk melakukan update sistem operasi dan

perangkat lunak yang digunakannya (misalnya update antivirus). Pengelola harus selalu

menjalankan fungsi pendidikan terhadap pengguna sehingga pengguna selalu tahu ancaman apa

saja yang dihadapi saat ini. Hal ini menjadi sangat penting, mengingat keterbatasan kemampuan

UKM untuk melakukan implementasi teknologi pengamanan jaringan komputer tingkat tinggi,

maka kekurangan yang ada, perlu ditutupi dengan kedisiplinan sumber daya manusia yang ada

untuk menjaga jaringan komputer organisasi.

Kesimpulan

Keamanan jaringan komputar bagian yang tidak terpisahkan dari keamanan sistem informasi sebuah

organisasi secara keseluruhan. Dengan semakin berkembangnya teknologi Internet, maka penggunaan

Internet semakin luas dan begitu juga dengan usaha seseorang untuk melakukan gangguan dengan

menggunakan teknologi tersebut.

Seperti halnya dengan di bidang lain, usaha untuk mengamankan sebuah jaringan komputer harus

dipandang secara keseluruhan, tidak bisa secara partial. Setiap lapisan dalam jaringan komputer harus

dapat melaksanakan fungsinya secara aman. Pemilihan teknologi yang tepat harus sesuai dengan

kebutuhan yang ada. Pemilihan teknologi yang tidak tepat, selain akan mengeluarkan biaya terlalu

besar, juga justru dapat mengurangi tingkat keamanan sebuah sistem. Selain itu yang perlu diingat,

bahwa semakin banyak peralatan keamanan jaringan komputer yang kita implementasi, maka akan

semakin banyak pula pekerjaan pengelola jaringan komputer. Akan semakin banyak log yang

dihasilkan masing-masing peralatan, mulai dari yang paling penting sampai yang hanya berupa catatan

saja. Kegagalan untuk mengelola informasi yang dihasilkan oleh setiap peralatan dapat membuat

pengelola jaringan komputer lambat dalam mengantisipasi serangan yang sedang berjalan. Oleh karena

itu, selain melakukan implementasi teknologi pengamanan jaringan komputer, perlu juga disediakan

tools yang dapat digunakan pengelola dalam melakukan pengelolaan.

BAca