Untuk menjadi pengikut Din-i-Ilahi, kandidat dengan serban di tangannya

Pokok-pokok ajaran Din-i-Ilahi

Pokok ajaran Din-i-Ilahi versi Abul Fazl :

a. Untuk menjadi pengikut Din-i-Ilahi, kandidat dengan serban di tangannya harus meletakkan kepalanya di kaki Sultan Akbar dan melepaskan dari dari segala benttuk keangkuhan, keegoisan dan kejahatan. Kemudian Sultan Akbar mengembangkan tangan kandidat, menegakkannya dan meletakkan serban tersebut di kepalanya.
b. Ketika berjumpa dengan temannya, anggota Din-i-Ilahi harus mengucapkan “Allahu Akbar” dan dijawab “Jalla Jallahu”.
c. Para anggota Din-i-Ilahi selama masa hidupnya harus mempersiapkan makanan untuk peringatan kematiannya. Namun anggota Din-i-Ilahi harus melakukan pesta yang mewah ketika hari ulang tahunnya.
d. Berusaha tidak memakan daging, terutama ketika bulan kelahiran anggota. Tidak boleh memakan sembelihan sendiri, tidak boleh memakai tempat yang sama yang pernah dipakai oleh tukang daging, penangkap ikan dan penangkap burung.
e. Tidak boleh bergaul dengan wanita hamil atau mandul dan gadis-gadis yang belum akil baligh.

Pokok Din-i-Ilahi versi Badauni :
a. Dibolehkannya minum anggur jika sekadar untuk menguatkan badan, serta hukuman yang ketat bagi pemabuk yang membuat keonaran. Praktek prostitusi dilokalisasi di suatu tempat yang dinamakan Shaitanpura atau Desa Syetan.
b. Larangan menyentuh dan memakan daging sapi. Tahun 999 H / 1490 M melarang total memakan daging sapi, keerbau, kambing, kuda dan unta. Sebaliknya menghalalkan daging daging babi, anjing dan singa sebab adanya pengaruh ajaran reinkarnasi dari agama Hindu.
c. Dilarang menikah dengan saudara sepupu dan famili dekat. Batasan minimal usia untuk pernikahan, anak laki-laki 16 tahun dan anak perempuan 14 tahun.
d. Diwajibkan memakai perhiasan dan pakaian sutra saat sembahyang dan tidak wajibnya mandi junub.
e. Tidak boleh mengadakan pesta menghormati orang yang telah meninggal. Sebaliknya diganti dengan pesta perayaan ulang tahun yang disebut Ash-i-hayat.
f. Penghapusan kalender hijriyah dan pemberlakuan Tarikh-i-Ilahi yang tahun pertamanya dimulai dari Sultan Akbar naik tahta (963 H / 1556 M). Bulan-bulanya sama dengan nama bulan raja Persia lama. Empat belas hari raya yang sama dengan hari raya agama Zoroaster. Akan tetapi tetap mempertahankan shalat jama’ah Jum’at.
g. Larangan mempelajari bahasa arab, undang-undang Islam, tafsir Al-Qur’an, dan hadits. Sebaliknya memandang penting ilmu duniawi seperti astronomi, filsafat, ilmu kedokteran, matematika, syair, sejarah dan novel.
h. Menyembah matahari sebanyak empat kali sehari, di waktu pagi, sore, tengah hari dan tengah malam.
i. Ungkapan Allahu Akbar harus digunakan sebagai kop dalam semua surat, dan untuk segala macam tindakan yang dilarang dam Islam seperti memperbolehkan berjudi dan bertaruh serta uang kas negara dipinjamkan kepada para penjudi dengan bunga.
j. Tidak boleh poligami kecuali dalam istri keadaan mandul, para janda diperbolehkan kawin lagi, wanita Hindu yang suaminya meninggal tidak boleh ikut dibakar bersama jasad suaminya kecuali wanita tersebut menginginkannya.
k. Ketika bertemu satu sama lain harus mengucapkan “Allahu Akbar” dan “Jalla Jalaluhu”.
l. Kasus-kasus di kalangan orang Hindu diserahkan kepada Brahmana bukan kepada Qadhi Islam.
m. Jenazah dikubur dengan posisi kepala membujur ke timur dan kaki ke barat.
n. Khitan dilakukan sebelum anak berusia 12 tahun, setelah itu dibiarkan menurut kehendak anak tersebut.
o. Suami tidak boleh berdusta terhadap istrinya yang lebih tua 12 tahun usianya darinya. Anak gadis yang berkeliaran di kota tanpa kerudung atau tidak, wanita jelek dan wanita yang bertengkar dengan suaminya harus dibuang ke tempat prostitusi.
p. Orang tua boleh menjual anaknya dalam keadaan sulit namun harus membelinya kembali nanti jika sudah memiliki rezeki. Orang Hindu yang terpaksa masuk Islam diizinkan kembali ke agamanya. Tidak boleh ikut campur urusan agama orang lain dan setiap orang diperbolehkan pindah agama jika dia suka. Wanita Hindu yang jatuh cinta dengan orang muslim tidak diperkenankan mengubah agamanya.
q. Tidak boleh menghalangi orang yang ingin membuat gereja, candi, ataupun tempat penyembahan api.


Sumber: https://vds.co.id/

You might be interested in …

Kesalahan Yang Merugikan Tim

Umum

Kesalahan Yang Merugikan Tim Meliputi: 1        Dengan sengaja salah satu pemain menyentuh net atau juga salah satu pemain melewati batas garis tengah lapangan lawan. 2        Pemain tidak boleh menangkap Bola ataupun melempar, pemain harus memantulkan Bola tanpa mengenai dasar lapangan. 3        Bola yang keluar dari lapangan belum dinyatakan out apabila belum menyentuh permukaan lapangan. 4        Pada saat melakukan service […]

Read More
Contoh - Contoh Kategori Cyber Crime

Contoh – Contoh Kategori Cyber Crime

Pendidikan, Umum

Contoh – Contoh Kategori Cyber Crime 1. Dengan kekerasan atau potensial mengandung kekerasan Serangan dengan ancaman (assault by threat) : Dilakukan dengan email, dimana pelaku membuat orang takut dengan cara mengancam target atau orang yang dicintai target Penguntitan di internet (cyberstalking) : Pelecehan seksual melalui internet yang menciptakan ketidaknyamanan dapat berkembang menjadi ancaman fisik dan […]

Read More

Resep Puding Buah Naga Merah Susu Bikin Anak Stop Jajan

Umum

Resep Puding Buah Naga Merah Susu Bikin Anak Stop Jajan   Cara membuat puding yang sederhana dan simpel, resep puding buah naga merah pakai susu ini sangat segar di mulut dengan rasa manis yang pas sehingga juga menjadi kegemaran anak, apalagi dibuat menggunakan aneka bentuk cetakan. Resep Puding Buah Naga Memiliki manfaat kesehatan yang luar […]

Read More