Unsur-Unsur Jarimah Qadzaf

Unsur-Unsur Jarimah Qadzaf

  1. a)Adanya tuduhan atau menghilangkan nasab

Unsur ini dapat terpenuhi apabila pelaku menuduh korban dengan tuduhan melakukan zina atau tuduhan yang menghilangkan nasabnya, dan ia (pelaku/penuduh) tidak mampu membuktikan apa yang dituduhnya.

Tuduhan zina kadang-kadang menghilangkan nasab korban dan kadang-kadang tidak. Kata-kata seperti يا ابن الزنا  “hai anak zina”, menghilangkan nasab anaknya dan sekaligus menuduh ibunya berbuat zina. Sedangkan kata-kata seperti يا زاني  “hai pezina” hanya menuduh zina saja dan tidak menghilangkan nasab atau keturunannya.[14]

Dengan demikian, apabila kata-kata atau kalimat itu tidak berisi tuduhan zina atau menghilangkan nasabnya maka pelaku (penuduh) tidak dihukum dengan hukuman had, melainkan hanya dikenai hukuman ta’zir.

Tuduhan yang pelakunya (penuduhnya) dikenakan hukuman hadd, harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:[15]

  1. Kata-kata tuduhan harus tegas dan jelas, yaitu tidak mengandung pengertian lain selain tuduhan zina. Apabila tuduhan itu tidak sharih maka berarti ta’ridh atau tuduhan dengan kinayah hukumannya dipersilisihkan oleh ulama. Menurut Imam Abu Hanifah dan saah satu riwayat dari madzab Hambali, pelaku(penuduh) tidak dikenakan hukuman hadd, melainkan hukuman ta’zir. Adapun menurut madzab Syafi’i, apabila dengan kinayah itu memang diniatkan sebagai qadzaf maka penuduh dikenakan hukuman hadd. Akan tetapi, kalau tidak ada niat qadzaf maka penuduh tidak dikenai hadd. Menurut Imam Malik, apabila kata-kata kinayahnya bisa diartikan sebagi qadzaf, atau ada qarinah (tanda) yang menunjukkan bahwa pelaku sengaja menuduh maka ia dekenai hukuman had.
  2. Orang yang dituduh harus tertentu (jelas).
  3. Tuduhan harus mutlak, tidak dikaitkan dengan syarat dan tidak disandarkan waktu tertentu.
  4. b)Adanya niat yang melawan hukum

Unsur melawan hukum dalam jarimah qadzaf dapat terpenuhi apabila seorang menuduh orang lain dengan tuduhan zina atau menghilangkan nasabnya, padahal ia tahu bahwa apa yang dituduhnya tidak benar. Dan seseorang mengetahui ketidakbenaran tuduhannya apabila ia tidak mampu membuktikan kebenaran tuduhannya.

  1. Pembuktian dan Hukuman Untuk Jarimah Qadzaf

Jarimah qadzaf dapat di buktikan degan tiga macam alat bukti, yaitu sebagi berikut:

  1. Dengan saksi

Saksi merupakan salah satu bukti untuk jarimah qadzaf. Syarat-syarat saksi yaitu baligh, berakal, dapat berbicara, adil, islam, dan tidak ada penghalang menjadi saksi.

  1. Dengan pengakuan
  2. Dengan sumpah

Menurut Imam Syafi’i, jarimah qadzaf bisa dibuktikan dengan sumpah apabila tidak ada saksi dan pengakuan. Caranya adalah oarang yang dituduh (korban) meminta kepada oarng yang menuduh (pelaku) untuk bersumpah bahwa ia tidak melakukan penuduhan. Apabila penuduh enggan melakukan untuk bersumpah jarimah qadzaf bisa di buktikan dengan keengganannya untuk bersumpah tersebut. Demiian sebaliknya, penuduh (pelaku) bisa meminta kepada orang yang dituduh (korban) bahwa penuduh benar melakukan penuduhan. Apabila orang yang dituduh enggan melakukan sumpah maka tuduhan dianggap benar dan penuduh dibebaskan dari hukuman qadzaf. Akan tetapi, Imam Malik dan Imam Ahmad tidak membenarkan pembuktian dengan sumpah.

            Hukuman untuk jarimah qadzaf ada dua macam yaitu sebagai berikut:

  1. Hukuman pokok, yaitu jilid atau dera sebanyak delapan puluh kali. Hukuman ini merupakan hukuman had, yaitu hukuman yang sudah ditetapkan oleh syara’, sehingga ulil amri tidak mepunyai hak untuk memberikan pengampunan. Adapun orang yang dituduh, para ulama berbeda pendapat. Menurut madzab Syafi’i, orang yang dituduh berhak memberikan pengampuna. Sedangkan menurut madzab hanafi korban tidak berhak memberikan pengampunan.
  2. Hukuman tambahan yaitu, tidak diterima persaksiannya

Andaikata orang tersebut berobat para ulam berbeda pendapat. Menurut Imam Abu Hanifah, kesaksian penuduh tetap gugur meskipun ia telah bertobat. Sedangkan menurut Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad, kesaksian penuduh diterima kembali apabila ia bertobat.

sumber :

Defense Zone 3 Ultra HD 1.2.0 Apk + Mod

You might be interested in …

Dampak pergaulan tidak sehat

Dampak pergaulan tidak sehat

Kuliner

Dampak pergaulan tidak sehat Terdiri pergaulan tidak sehat memberikan pengaruh besar terhadap diri sendiri, orang tua, dan lingkungan. Pengaruh tersebut antara lain seperti berikut. ·                     Pergaulan bebas Adalah perilaku menyimpang yang melewati batas-batas norma ketimuran yang ada. ·                     Ketergantungan obat Konsumsi obat-obat terlarang sampai akhirnya mengalami ketergantungan obat. ·                     Menurunnya derajat kesehatan ·                     Meningkatkan kriminalitas ·                     Merenggangkan hubungan keluarga ·                     Menyebabkan […]

Read More
 Perubahan yang besar dan perubahan yang kecil

 Perubahan yang besar dan perubahan yang kecil

Kuliner

 Perubahan yang besar dan perubahan yang kecil Perubahan sosial yang besar pada umumnya adalah perubahan yang akan membawa pengaruh besar terhadap masyarakat. Misalnya terjadi proses industrialisasi pada masyarakat yang masih garansi. Di sini lembaga-lembaga kemasyarakatan akan terkena pengaruhnya, yakni hubungan kerja, sistem pemilihan tanah, klasifikasi masyarakat, dan yang lainnya. perubahan sosial yang kecil adalah perubahan-perubahan […]

Read More
Variabel kinerja koperasi dan prinsip pengukuran kinerja koperasi

Variabel kinerja koperasi dan prinsip pengukuran kinerja koperasi

Kuliner

Variabel kinerja koperasi dan prinsip pengukuran kinerja koperasi Variabel kinerja Secara umum, variabel  kinerja koperasi yang diukur untuk melihat perkembangan dan pertumbuhan (growth)  koperasi di Indonesia terdiri dari kelembagaan (jumlah koperasi per provinsi, jumlah koperasi per jenis / kelompok koperasi, jumlah koperasi aktif dan non aktif), keanggotaan, volume usaha, permodalan, asset dan sisa hasil usaha. Variabel-variabel tersebut pada dasarnya […]

Read More