TUMBUHAN PENGHASIL DRAGON’S BOLD

TUMBUHAN PENGHASIL DRAGON'S BOLD

Dracaena croton

Dracaena croton adalah famili dari Dracaenaceae. Tumbuhan ini berasal dari Kamerun, yang ciri-cirinya tumbuh dalam semak dengan batang ramping dan lentur, dengan daun yang memanjang. Di Indonesia tumbuhan ini dapat dibudidayakan dengan cara stek.
2.1.2. Pterocarpus
Pterocarpus merupakan famili dari Fabaceae. Pterocarpus menghasilkan kayu yang diperdagangkan sebagai padauk (mukwa atau narra). Padauks dinilai untuk ketangguhan satbilitas dalam penggunaan dan dekorasi. Sebagia besar kayu Pterocarpus mengandung zat yang larut dalam air atau alkohol dan dapat digunakan sebagai pewarna. Padauk yang sering ditemukan terdapat diwilayah Afrika.
2.1.3. Dracaena cochincinensis (Lour) S.c
Dracaena cochincinensis (Lour) S.c adalah tanaman yang mirip seperti pohon yang mempunyai ukuran tumbuh 5-15 meter yang familinya dari Asparagaceaae. Dracaena cochincinensis (Lour) S.c dapat menghasilkan resin yang berfungsi sebagai obat. Habitat tumbuhan ini dapat ditemukan di wilayah Vietnam,Laos, Thailand, Kamboja, dan Cina bagian selatan.
2.1.4. Dracaena cambodiana pierre ex Gagnep
Dracaena cambodiana pierre ex Gagnep adalah tanaman yang berukuran dengan tinggi mencapai 4 meter yang berasal dari famili Asparagaceaae. Tumbuhan ini mempunyai bunga berwarna hijau kekuning-kuningan. Habitat tumbuhan ini dapat ditemukan di wilayah negara Cina.
2.2. Proses Pengambilan Dragon’s Bold
2.2.1. Dracaena croton
Untuk mengambil dragon’s bold Dracaena croton ini menggunakan teknik ekstraksi slinder. Dalam teknik ekstraksi slinder ini buah Dracaena croton dimasukkan dalam wadah berbentuk slinder yang telah berisi air, selanjutnya slinder tersebut diputar hingga rsein larut sempurna dengan air. Kemudian disaraing dan hasil saringan itu ditempatkan pada wadah agar resin dapat mengendap. Endapan resin dipisahkan dari air dan dijemur. Rendemen resin yang dihasilkan sebesar 12%.
2.2.2. Pterocarpus
Untuk mengambil Dragon’bold Pterocarpus ini menggunakan teknik ekstraksi kering dan ekstraksi pelarut. Dalam ekstaksi kering ini buah Pterocarpus ditumbuk dalam keadaaan segar kemudian disaring yang mengasilkan rendemen resin sebesar 7-8% (Waluyo Totok K, 2015). Sedangkan dalam ekstraksi pelarut ini buah Pterocarpus dilarut dengan etil asetat sehingga menghasilkan rendemen yang lebih besar.
2.2.3. Dracaena cochincinensis (Lour) S.c

Untuk mengambil dragon’s bold Dracaena cochincinensis (Lour) S.c menggunakan teknik ekstraksi basah. Dalam teknik ekstraksi basah ini buah Dracaena cochincinensis (Lour) S.c dijemur hingga kering, untuk memudahkan memisahkan kulit dan biji Dracaena cochincinensis (Lour) S.c. Kulit buah ini dimasukkan dalam wadah yang berisi air dan diaduk atau diremas-remas hingga resin larut dalam air. Selanjutnya, air disaring di dalam wadah yang ditempatkan kemudian diendapkan dalam beberapa menit. Hasilnya adalah rendemen sebesar 12%.

Pos-pos Terbaru

You might be interested in …

Peranan & Tanggung Jawab Bank Sentral.

Peranan & Tanggung Jawab Bank Sentral

Umum

Peranan & Tanggung Jawab Bank Sentral Tugas Bank Sentral Bank sentral memiliki tugas penting dalam setiap aktifitasnya yaitu menjaga kestabilan setiap unsur perekonomian dalam negeri dan juga menjadi sebuah lembaga yang bertanggung jawab dalam kestabilan harga kebutuhan atau nilai mata uang dalam hal ini valas yang sedang berlangsung di suatu negara. Kenaikan inflasi atau yang […]

Read More
Sejarah Pertempuran Medan Area

Sejarah Pertempuran Medan Area

Umum

Sejarah Pertempuran Medan Area Pada tanggal 9 November 1945, pasukan sekutu dibawah pimpinan Brigadir Jendral T.E.D. Kelly mendarat di Sumatera Utara yang diikuti oleh pasukan NICA. Pemerintah Republik Indonesia di Sumatera Utara memperkenankan mereka untuk menempati beberapa hotel yang terdapat di kota Medan, seperti hotel de Boer, Grand Hotel, Hotel Astoria dan hotel-hotel lainnya. Selanjutnya […]

Read More
WEDUS GEMBEL, BEHIND A NAME

WEDUS GEMBEL, BEHIND A NAME

Umum

WEDUS GEMBEL, BEHIND A NAME Indonesian again jolted by the eruption of Mount Merapi in Central Java which occurred unlike in previous years. Merapi erupted on October 26, 2010 by spreading volcanic material that was able to hit many villages around it. Of some materials coming out from Merapi, Wedus Gembel wasstill one of the forms, regarded unique but very dangerous. Wedus Gembel itself is a name given by local residents of Yogyakarta for the hot clouds that glide from the crater ofMount Merapi. According to Wikipedia, pyroclastic flow is a fast–moving currents of extremely hot gas and rock, which travel away from a volcano at speeds Generally as great as 700 km / h (450 mph). The flows formally hug the ground and travel downhill, or spread laterally under gravity. Their speed depends upon the density of the current, the volcanic output rate, and the gradient of the slope. They are a common and devastating result of certain explosive volcanic Eruption. The pyroclastic flow of Merapi is considered by the local people […]

Read More