Tolak Full Day School, Pengurus PBNU Ngadu ke Wapres JK

Tolak Full Day School, Pengurus PBNU Ngadu ke Wapres JK

Tolak Full Day School, Pengurus PBNU Ngadu ke Wapres JK

Tolak Full Day School, Pengurus PBNU Ngadu ke Wapres JK
Tolak Full Day School, Pengurus PBNU Ngadu ke Wapres JK

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj diterima

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk memberikan pandangan terkait kebijakan lima hari sekolah atau full day school.

Kebijakan yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy ini kini tengah menjadi sorotan dan polemik.

Kepada JK, Said mengusulkan agar sistem pendidikan di Indonesia dibiarkan seperti

yang sudah berjalan saat ini. Ia menegaskan menolak keras pelaksanaan full day school.

“Yang sekarang ada ini, enggak ada masalah. Yang sudah berjalan, yang lima hari ada, kita yang di daerah enam hari. Sudah enggak usah diutik-utik, bikin resah dan bikin gaduh,” kata Said usai bertemu JK di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (7/7/2017).

Sebelumnya di Gedung PBNU, Said dan pimpinan 13 Ormas Islam menyatakan sikap

menolak kebijakan ini, sekaligus mendorong Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) untuk membatalkan Peraturan Mendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang lima hari sekolah.

“Jawaban pak Wapres, kembali diopsikan saja. Yang mau silakan (full day school), yang enggak mau silakan,” lanjut Said.

Ia mengatakan, jika kebijakan ini diterapkan maka 76 ribu madrasah yang menampung 9 juta siswa berpotensi tergusur.

“Jumlahnya 76 ribu madrasah yang dibangun oleh masyarakat, ustadnya, honornya juga dari masyarakat, pemerintah tidak hadir disitu. (Madrasah ada) dalam rangka menjaga akhlak, moral, budaya, karakter anak-anak kecil,” kata dia.

 

Sumber :

https://www.okeynotes.com/blogs/212521/21233/fungsi-sitoplasma