Tinjauan Pustaka Tentang Minat belajar

Tinjauan Pustaka Tentang Minat belajar

Tinjauan Pustaka Tentang Minat belajar

Tinjauan Pustaka Tentang Minat belajar
Tinjauan Pustaka Tentang Minat belajar

Minat besar pengaruhnya terhadap hasil belajar, karena bila hal yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya karena siswa akan melakukan sesuatu yang sesuai dengan apa yang diminatinya. Dengan memiliki minat belajar yang tinggi, siswa akan merasa belajar merupakan kegiatan yang menyenangkan sehingga berpotensi untuk mencapai keberhasilan belajar yang tinggi. Pada proses pembelajaran, minat merupakan salah satu faktor internal yang sangat penting dalam membantu tercapainya tujuan pembelajaran.

Siswa yang mempunyai minat belajar tinggi terhadap mata pelajaran sudah tentu rasa keingintahuannya besar dan akan berusaha meningkatkan prestasi belajarnya. Secara sederhana, minat merupakan kecendrungan seseorang untuk tertarik terhadap sesuatu atau keinginan yang muncul dalam diri seseorang untuk melakukan suatu aktivitas/kegiatan tanpa paksaan dari siapapun.

Minat yang diperoleh melalui adanya suatu proses belajar dikembangkan melalui proses menilai suatu objek yang kemudian menghasilkan suatu penilaian–penilaian tertentu terhadap objek yang menimbulkan minat seseorang. Menurut Arikunto (2003: 21) minat merupakan faktor internal yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa disamping dipengaruhi oleh faktor lain.

Minat atau kesenangan belajar siswa merupakan suatu kondisi psikologis dalam diri siswa yang mampu mempengaruhi siswa dalam belajar. Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada sesuatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh (Slameto, 2003: 180). Minat adalah hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat hubungan tersebut, maka semakin kuat/besar minatnya. Menurut Sudarsono (2003: 28) menyatakan bahwa minat merupakan sikap ketertarikan atau sepenuhnya terlibat dengan suatu kegiatan karena menyadarinya pentingnya atau bernilainya kegiatan tersebut.

Minat menurut Sardiman (2008: 76)

diartikan sebagai suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara yang dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan-kebutuhan tersendiri. Minat yang ada pada diri seseorang akan memberikan gambaran dalam aktivitas untuk mencapai tujuan. Di dalam belajar banyak siswa yang kurang berminat dan yang berminat terhadap pelajaran termasuk didalamnya adalah aktivitas praktek maupun teori untuk mencapai suatu tujuannya. Dengan diketahuinya minat seseorang akan dapat menentukan aktivitas apa saja yang dipilihnya dan akan melakukannya dengan senang hati.

Menurut Luwzee (2008)

minat belajar adalah “Proses terjadinya yang didahului oleh perasaan senang dan perhatian terhadap suatu objek, sehingga terjadi kecendrungan untuk berbuat sesuatu atas obyek tersebut”. Minat belajar itu sendiri dibagi menjadi dua, yaitu
1. Minat pembawaan, minat muncul dengan tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, baik itu kebutuhan maupun lingkungan. Minat semacam ini biasanya muncul berdasarkan bakat yang ada.
2. Minat yang muncul karena adanya pengaruh dari luar, maka minat seseorang bisa saja berubah karena adanya pengaruh dari luar, seperti: lingkungan, orangtua atau bahkan gurunya.

Proses belajar itu akan berjalan dengan lancar apabila disertai dengan minat. Minat ini antara lain dapat dikembangkan dengan cara-cara sebagai berikut.
1. Membangkitkan adanya suatu kebutuhan.
2. Menghubungkan adanya persoalan yang lampau.
3. Memberi kesempatan untuk mendapatkan hasil yang baik.
4. Menggunakan berbagai macam bentuk mengajar (Sardiman, 2001: 93).

Hal yang terpenting dalam kegiatan belajar adalah membangkitkan minat terhadap semua mata pelajaran yang dihadapinya. Jika minat tersebut dapat ditimbulkan maka kegiatan belajar akan lebih baik dan berhasil. Minat dapat dibangkitkan dengam berbagai macam cara, misalnya dengan melengkapi fasilitas belajar dan nasihat atau dorongan yang dapat membangkitkan minat siswa.

Menurut Slameto (2003 :58)

siswa yang berminat dalam belajar mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
1. Mempunyai kecenderungan yang tetap untuk untuk memperhatikan dan mengenang sesuatu yang dipelajari secara terus menerus.
2. Ada rasa suka dan senang pada sesuatu yang diminati.
3. Memperoleh suatu kebanggaan dan kepuasan pada sesuatu yang diminati.
4. Ada rasa keterikatan pada sesuatu aktivitas-aktivitas yang diminati.
5. Lebih menyukai suatu hal yang menjadi minatnya daripada yang lainnya.
6. Dimanifestasikan melalui partisipasi pada aktivitas dan kegiatan.

Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan pengajar untuk meningkatkan minat belajar siswa.
1. Memberikan informasi kepada siswa mengenai hubungan antara suatu bahan pengajaran yang akan diberikan dengan bahan pengajaran yang lalu serta menguraikan kegunaannya bagi siswa di masa akan datang.
2. Menghubungkan bahan pengajaran dengan suatu berita sensasional yang sudah diketahui banyak siswa.
3. Menggunakan insentif sebagai alat yang dipakai untuk membujuk seseorang agar melakukan sesuatu yang tidak mau melakukannya atau yang tidak dilakukan dengan baik (Slameto, 2010: 181).

Hurlock dalam Wahid (2004: 57)

menjelaskan fungsi minat bagi anak sebagai berikut.
1. Minat mempengaruhi intensitas dan cita-cita
2. Minat sebagai pendorong yang kuat
3. Hasil/prestasi selalu dipengaruhi oleh jenis dan intensitas
4. Minat yang terbentuk sejak kecil/masa kanak-kanak sering terbawa seumur hidup karena minat membawa kepuasan.

Proses belajar akan berjalan dengan lancar apabila ada minat. Oleh karena itu, guru harus mampu membangkitkan minat siswa dalam menerima pelajaran. Ada beberapa macam cara yang dapat guru lakukan untuk membangkitkan minat anak didik yaitu
1. Membandingkan adanya suatu kebutuhan diri anak didik, sehingga dia rela belajar tanpa paksaan.
2. Menghubungkan bahan pelajaran yang diberikan dengan persoalan pengalaman yang dimiliki anak didik, sehingga anak didik mudah menerima bahan pelajaran.
3. Memberikan kesempatan kepada anak didik untuk mendapatkan hasil belajar yang baik dengan cara menyediakan lingkungan belajar yang kreatif dan kondusif.
4. Menggunakan berbagai macam bentuk dan mengajar dalam konteks perbedaan individual anak didik (Djamarah, 2002: 133).

Fungsi minat dalam belajar lebih besar sebagai motivating force yaitu sebagai kekuatan yang mendorong siswa untuk belajar. Siswa yang berminat kepada pelajaran akan tampak terdorong terus untuk tekun belajar, berbeda dengan siswa yang sikapnya hanya menerima pelajaran.mereka hanya tergerak untuk mau belajar tetapi sulit untuk terus tekun karena tidak ada pendorongnya. Oleh sebab itu untuk memperoleh hasil yang baik dalam belajar seorang siswa harus mempunyai minat terhadap pelajaran sehingga akan mendorong ia untuk terus belajar.

Dengan dimilikinya minat belajar dalam diri siswa, diharapkan aktivitas pembelajaran yang belangsung akan menunjukan kecenderungan belajar yang baik. Siswa yang memiliki minat belajar akan merasa senang belajar, belajar untuk terus memahami suatu ilmu pengetahuan sehingga pikirannya akan banyak tercurah untuk mempelajari hal baru tersebut. Dengan dilakukannya aktivitas belajar yang maksimal diharapkan hasil yang diperoleh dari proses belajar juga akan semakin baik.

Sumber: https://www.seputarpengetahuan.co.id/

You might be interested in …

DERMATITIS PADA KUDA

DERMATITIS PADA KUDA

Pendidikan

DERMATITIS PADA KUDA Etiologi Equine dermatitis adalah semua kondisi inflamasi dari kulit yangmempengaruhi kesehatan secara keseluruhan dari kulit kuda. Kulit kuda itu sendiri menjadi merah dan bersisik atau dalam kasus yang ekstrim dapat di temukan cairan. Equine dermatitis dapat disebabkan oleh bakteri, virus,atau alergi / sensitif terhadap zat tertentu termasuk racun serangga(gigitan).   Gejala Klinis Seekor kuda dengan dermatitis berat biasanya akan menggaruk, menggosok, mengunyah atau menggigit di wilayah yang terkena. Ini adalah upaya kuda untuk meringankan gatal. Tanda-tanda lain seperti gatal-gatal (urtcaria), papula, scale dan kerak juga indikasi dermatitis. Jenis utama dermatitis pada kuda yaitu […]

Read More

 Pergeseran Makna

Pendidikan

 Pergeseran Makna Pergeseran makna dibedakan atas 2 macam: Asosiasi adalah pergeseran makna yang terjadi karena adanya persamaan sifat. Contoh: –        Tasya menyikat giginya sampai bersih –        Pencuri itu menyikat habis barang-barang berhatga dirumah itu Sinestesia adalah perubahan makna akibat adanya pertukaran tanggapan antara dua indra yang berbeda. Contoh: –        Sayur itu rasanya pedas sekali –        Kata-katanya sangat pedas didengar. Relasi Makna Homonim adalah dua buah kata yang mempunyai persamaan […]

Read More
Pendidikan Tinggi di Indonesia Perlu Direformasiserta

Pendidikan Tinggi di Indonesia Perlu Direformasiserta

Pendidikan

Pendidikan Tinggi di Indonesia Perlu Direformasiserta Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan Dr HM Isa Indrawan SE MM mewisuda 1.218 lulusan program pasca sarjana, sarjana dan diploma Unpab ke 62 di gedung Selecta Medan, Sabtu (7/9). Dikatakan,wisuda merupakan suatu hari yang sangat bersejarah bagi para wisudawan/ti dan hari yang sangat penting bagi orang tua. […]

Read More