Tindakan Guru dalam Menghadapi Permasalahan Kelas

Tindakan Guru dalam Menghadapi Permasalahan Kelas

            Setiap peserta didik pastilah memiliki karakteristik masing-masing, ada peserta didik yang hipperaktif, pendiam, santun, bandel, dan lain sebagainya. Maka dari itu guru dituntut untuk menguasai beberapa pendekatan-pendekatan yang mana dapat diadaptasi jika dihadapkan dengan berbagai tingkah laku peserta didik. Pendekatan yang perlu dikuasi oleh guru yaitu pendekatan pengubahan tingkah laku, pendekatan iklim sosio-emosional, dan pendekatan proses kelompok. Pendekatan-pendekatan tersebutlah yang digunakan guru dalam mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan peserta didik.

            Seperti halnya di MIN 1 Malang, jika ada peserta didik yang melanggar pearaturan kelas seperti ramai, maka pertama kali yang dilakuakn oleh guru yaitu mengingatkan murid tersebut terlebih dahulu, jika murid tersebut tetap ramai guru memberikan suatu persyaratan dengan satu pilihan seperti tetap mengikuti pelajaran dikelas atau keluar dari kelas, biasanya dengan hal seperti ini peserta didik akan lebih diam ketika mengikuti pembelajaran. Hal tersebut selaras dengan strategi pemecahan masalah menurut Evertson, dkk dalam Nurabadi (2016:53), mengungkapkan bahwa salah satu pemecahan masalah seperti kasus diatas yaitu dengan memberikan peserta didik satu pilihan. Memberikan tanggungjawab kepada peserta didik dengan mengatakan bahwa ia memiliki pilihan untuk berperilaku dengan baik atau menerima konsekuensi negative. Serta yakinlah untuk memberi tahu peserta didik perilkau yang pantas dan konsekuensi karena tidak menampilkan perilaku yang pantas.

            Sedangkan reward diberikan kepada peserta didik yang rajin dan santun. Reward yang diberikan lebih kepada hasil nilai yang didapat oleh peserta didik. Misalnya jika peserta didik selama proses pembelajaran selalu aktif dan mengikutinya sehingga peserta didik tersebut mendapatkan reward yaitu berupa nilai tambahan yang didapat dari hasil bertanyanya ketika proses pembelajaran. Sehingga siswa terpacu untuk turut aktif dalam pembelajaran. Hal tersebutlah yang digunakan guru di MIN 1 Malang untuk meningkatkan keaktifan dan partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran. Sebelum punishment atau penguatan yang diberikan kepada siswa biasanya di MIN 1 Malang telah dikomunikasikan terlebih dahulu di awal masuk semester baru. Serta guru juga telah memberitahukan teknis pembelajaran yang akan dilakukan selama proses pembelajaran kedepannya.

            Selain menghadapi peserta didik yang rajin ataupun bandil, guru juga harus bisa menghadapi peserta didik yang aktif dalam proses pembelajaran. Hal yang dilakukan oleh guru di MIN 1 Malang untuk mengaktifkan peserta didik tersebut dengan melakukan pertama, memanggil namanya ketika dalam proses pembelajaran, kemudian peserta didik tersebut diminta untuk berpendapat mengenai materi yang sedang dibahas. Yang kedua yaitu, dengan membritahukan bahwa sistem penilaian yang dilakukan adalah secara individu meskipun dibentuk dalam kelompok, penilaian yang dilakukan secara individu. Jadi, jika peserta didik tersebut tidak aktif bertanya maka peserta didik tersebut tidak akan mendapatkan nilai yang dapat berdampak pada hasil prestasi yang akan diperolehnya.

            Jadi, dapat disimpulkan bahwa jika guru dapat melakukan pengelolaan kelas dengan baik, maka kelas akan menjadi efektif serta kondisi kelas selama proses pembelajaran akan menjadi lebih kondusif. Kondisi kelas akan berpengaruh pada prestasi yang dihasilkan oleh peserta didik, maka dari itu guru dituntut untuk dapat menciptakan kelas kondusif. Kelas yang kondusif akan memberikan pengaruh yang positif termasuk hasil prestasi yang diberikan oleh peserta didik.

            Untuk menciptakan kelas yang efektif, adapun hambatan-hambatan yang dialami oleh guru yaitu rasa malas. Seperti manusia pada umumnya, guru akan merasa malas jika harus menyusun rencana pembelajaran. Padahal faktor utama keberhasilan dalam pembelajaran adalah terletak pada perencanaan. Jika perencanaan yang dilakukan disusun dengan baik dan matang maka dalam penerapan atau pengaplikasian planning akan berjalan dengan baik. Dan sebaliknya, jika dalam pembelajaran guru tidak melakukan proses perencanaan maka guru akan merasa kesulitan dalam proses pembelajaran, karena ia tidak tahu tindakan apa yang harus dilakukannya selama proses pembelajaran. Solusi yang dapat digunakan yaitu guru harus dapat menekan atau mengontrol rasa malasnya dan menanamkan pada dirinya ia memiliki tanggungjawab dalam menyukseskan kelas yang ia ajar untuk dapat berprestasi.

  1.  Kesimpulan

Pengelolaan kelas merupakan tindakan guru dalam membantu membentuk tingkah laku peserta didik dengan menghindari atau mengurangi tingkah laku peserta didik yang kurang sesuai dengan tujuan sekolah dan memelihara organisasi kelas agar efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Berdasarkan hasil kegiatan observasi di MIN 1 Malang, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas yang dilakukan sudah efektif. Hal tersebut dapat dilihat pada yang petama, guru telah melakukan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Serta dalam proses pembelajaran guru telah menerapkan keterampilannya dalam mengelola kelas dengan baik. Misalnya dalam hal pengkondisian kelas agar tetap disiplin, menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik, dan membangun sosio-emosional dengan para peserta didik.

sumber :

You might be interested in …

Sarana dan Prasarana Pendidikan di Jabar Sudah Memenuhi Standar

Sarana dan Prasarana Pendidikan di Jabar Sudah Memenuhi Standar

Pendidikan

Sarana dan Prasarana Pendidikan di Jabar Sudah Memenuhi Standar   Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) telah memenuhi 8 standar nasional pendidikan sebesar 100%, termasuk diantaranya sarana dan prasarana. Standar penunjang lain yang sudah dipenuhi pun yakni pembiayaan, pendidik dan tenaga kependidikan, lulusan, isi, proses, penilaian, serta pengelolaan. Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan Dinas Pendidikan […]

Read More
Sistem Manajemen Basis Data

Sistem Manajemen Basis Data

Pendidikan

Sistem Manajemen Basis Data Sistem Manajemen Basis-Data (Data Base Management System / DBMS) adalah perangkat lunak sistem yang memungkinkan para pemakai membuat, memelihara, mengontrol, dan mengakses basis data dengan cara praktis dan efisien. DBMS dapat digunakan untuk mengakomodasikan berbagai macam pemakai yang memiliki kebutuhan akses yang berbeda – beda. DBMS pada umumnya menyediakan fasilitas atau […]

Read More
Hadir di GESS 2019, Edukasie Pamerkan Produk Inovatif Penunjang Pendidikan

Hadir di GESS 2019, Edukasie Pamerkan Produk Inovatif Penunjang Pendidikan

Pendidikan

Hadir di GESS 2019, Edukasie Pamerkan Produk Inovatif Penunjang Pendidikan   Ajang pameran dan konferensi di bidang pendidikan bertajuk Global Educational Supplies and Solutions (GESS) Indonesia 2019 mulai berlangsung secara resmi pada Rabu (18/9/2019) hingga Jumat (20/9/2019) di Assembly Hall, Jakarta Convention Center. Mengususng tema “What Will You Create”, pameran ini diharapkan dapat mendukung program […]

Read More