Tiga Ruang Nyaris Amburuk, Puluhan Siswa SDN Sukaluyu Dihantui Ketakutan

Tiga Ruang Nyaris Amburuk, Puluhan Siswa SDN Sukaluyu Dihantui Ketakutan

Tiga Ruang Nyaris Amburuk, Puluhan Siswa SDN Sukaluyu Dihantui Ketakutan

Tiga Ruang Nyaris Amburuk, Puluhan Siswa SDN Sukaluyu Dihantui Ketakutan
Tiga Ruang Nyaris Amburuk, Puluhan Siswa SDN Sukaluyu Dihantui Ketakutan

Memprihatinkan. Itulah yang kini dialami puluhan siswa SDN Sukaluyu

, Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Kini, mereka dihantui ketakutan lantaran bangunan sekolah tempat mereka belajar, nyaris ambruk.

Dari pantauan Radar Bogor, tiga ruang kelas kondisinya sangat memprihatinkan. Tidak sedikit eternit ruang kelas berlubang. Bahkan, satu kelas lainnya dalam kondisi doyong dan saat ini hanya ditobang kayu penyangga di kaki-kaki atapnya.

Kepala SDN Sukaluyu, Dudu mengatakan, satu dari tiga ruang kelas kondisinya

sudah sangat memprihatinkan. “Satu kelas itu digunakan siswa kelas enam. Sudah hampir satu tahun perubahannya terlihat sekali. Artinya ketika ada hujan dua tiga kali cukup deras, perkiraan kami akan tambah turun (atap). Kami sudah berusaha untuk menghindari korban jiwa,” jelasnya kepada Radar Bogor, Selasa (30/10/2018).

Menurutnya, pihaknya sudah mengajukan permohonan rehabilitasi kepada

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor. Sambil menunggu bantuan, pihaknya juga mencari donatur atau pihak ketiga yang mau memberikan bantuannya.

“Secara proses kami sudah ke Sarpras Disdik Kabupaten Bogor dan sudah ada tinjauan juga. Untuk rehabilitasi memang masuknya tahun 2019. Kami juga kerjasama dengan Kopel untuk CSR. Hanya saja bantuan tersebut masih tertunda,“ tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Sarpras SD Disdik Kabupaten Bogor, Deddy Syarifudin mengatakan, dinas sudah melakukan tinjauan ke SDN Sukaluyu. Hanya saja, soal kapan sekolah itu direhabilitasi masih menunggu keputusan dari Pemkab Bogor.

“Kalau tidak salah sudah masuk tahun 2019, untuk rehabilitasinya. Saya akan ceck kembali data basenya. Kita sudah pernah ke SD Sukaluyu, cuman untuk penanganan rehabilitasinya menggunakan DAK atau APBD nah saya harus lihat pastinya nanti,” pungkasnya.(rp1/c)

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/