Tembuni (Placenta) & Bakal biji(Ovulum)

Tembuni (Placenta) & Bakal biji(Ovulum)

Tembuni (Placenta) & Bakal biji(Ovulum)

Tembuni (Placenta) & Bakal biji(Ovulum)
Tembuni (Placenta) & Bakal biji(Ovulum)

Tembuni (Placenta)

Calon biji atau bakal biji dalam bakal buah terdapat pada bagian khusus yang menjadi pendukung bakal biji tadi, bagian bakal buah yang menjadi pendukung bakal biji dinamakan tembuni (Placenta).
Menurut letaknya, tembuni dibedakan menjadi :
Marginal (marginalis), letaknya pada tepi daun buah.
Laminal (laminalis), letaknya pada helaian daun buah.
Untuk bakal buah yang hanya terdiri atas satu ruang, maka kemungkinan letak tembuninya adalah :
1. Parietal (parietalis), pada dinding bakal buah, dapat dibedakan lagi dalam dua macam, yaitu : pada dinding ditepi daun buah (parietalis-marginalis), pada dinding di helaian daun buah (parietalis-laminalis).
2. Sentral (centralis atau axilis), yaitu dipusat atau di poros, bila tembuni terdapat ditengah-tengah rongga bakal buah yang beruang satu, biasanya berbentuk buluh atau silinder dengan bakal-bakal bijinya menghadap kesemua jurusan (menghadap ke arah dinding bakal buah).
3. Aksilar (axillaris), yaitu disudut tengah, bila tembuni terdapat pada bakal buah yang beruang lebih daripada dua dan tembuni tadi terdapat dalam sudut pertemuan daun-daun buah yang melipat kedalam dan merupakan sekat-sekat bakal buah.
(Perlekatan daun-daun buah dan letak bakal biji).

Baca Juga: Bagian-bagian bunga

Bakal biji(Ovulum)

Adapun bagian-bagian dari bakal biji antara lain sebagai berikut :
Kulit bakal biji (integumentum), lapisan bakal biji yang paling luar, yang kelah akan menjadi kulit biji. Bakal biji dapat mempunyai satu atau daua kulit bakal biji.
Badan bakal biji tau nuselus (nucellus), yaitu jaringan yang diselubungi oleh kulit bakal biji tadi.
Kandung lembaga (saccus embryonalis), sebauh sel di dalam nuselus yang mengandung sel telur (ovum), dan ketika telah terjadi pembuahan akan menjadi lembaga (embryo).
Liang bakal biji (micropyle), yaitu suatu liang pada kulit bakal biji, yang menjadi jalan inti kelamin jantan yang berasal dari buluh serbuk sari untuk dapat bertemu dengan sel telur yang terdapat dalam kandung lembaga, sehingga berlangsung pembuahan.
Tali pusar (funiculus), pendukung bakal biji, yang menghubungkan bakal biji dengan tembuni.

Mengenai letak bakal biji pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi lima posisi, yaitu sebagai berikut :
1. Tegak (atropus), yaitu jika liang bakal biji letaknya pada sutu garis dengan tali pusar (funiculus) pada arah yang berlawanan.
2. Mengangguk (anatropus), jika laing bakal biji sejajajr dengan dengan tali pusar, karena tali pusarnya membengkok, sehingga liang bakal biji berputar 1800.
3. Bengkok (campylotropus), bila tali pusar dan bakal bijinya sendiri membengkok, sehingga liang bakal biji kedudukan seperti bakal biji yang mengangguk.
4. Setengah mengangguk (hemitropus, hemianatropus), jika hanya ujung tali pusarnya yang membengkok, sehingga tali pusar dengan liang bakal biji membuat sudut 900 satu sama lain.
5. Melipat (camtotropus), jika tali pusar tetap lurus, tetapi bakal bij9inya sendiri melipat, sehingga liang bakal biji menjadi sejajar pula dengan tali pusarnya.
Semua tumbuhan dengan bakal biji yang tersembunyi di dalam bakal buah dijadikan satu golongan yang dinamakan tumbuhan biji tetutup (Angiospermae). Dan apabila bakal bijinya tidak tersembunyikan oleh bakal buah dinamakan tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae).
(Kedudukan bakal-bakal biji)

You might be interested in …

Ciri-ciri Anak Kecanduan Game Online

Ciri-ciri Anak Kecanduan Game Online

Pendidikan

Ciri-ciri Anak Kecanduan Game Online Berikut adalah beberapa gejala atau ciri-ciri anak kecanduan game online serta kecanduan video game ,untuk membantu menentukan apakah anak Anda kecanduan video game. 1.Sebagian besar dari “waktu luang” mereka dihabiskan di komputer atau bermain video game. 2.Kelelahan,kecenderungan untuk tertidur di sekolah. 3.Tidak mengerjakan PR tepat waktu. 4.Nilainya memburuk 5.Memilih komputer […]

Read More
Penerapan Standar Internasional

Penerapan Standar Internasional

Pendidikan

Penerapan Standar Internasional Standar akuntansi internasional digunakan sebagai hasil dari : 1. Perjanjian internasional atau politis 2. Kepatuhan secara sukarela (atau yang didorong secara professional) 3. Keputusan oleh badan pembuat standar akuntansi internasional   Beberapa Peristiwa penting Dalam Sejarah Penentuan Standar Akuntansi Internasional 1959- Jacob Kraayenhof, mitra pendiri sebuah firma akuntan independen Eropa yang utama, […]

Read More
Pengembangan dan pemeliharaan skema sertifikasi

Pengembangan dan pemeliharaan skema sertifikasi

Pendidikan

Pengembangan dan pemeliharaan skema sertifikasi 4.3.1 LSP harus menetapkan metode dan mekanisme untuk digunakan dalam mengevaluasi kompetensi calon dan harus menetapkan kebijakan dan prosedur yang sesuai untuk pengembangan awal dan pemeliharaan berkelanjutan dari metode dan mekanisme tersebut. CATATAN lampiran A memberikan panduan untuk pengembangan dan pemeliharaan skema sertifikasi. 4.3.2 LSP harus menetapkan suatu proses pengembangan […]

Read More