Sumber-Sumber Hukum

Sumber-Sumber Hukum

Sumber-Sumber Hukum

 Sumber-Sumber Hukum
Sumber-Sumber Hukum

Sumber hukum adalah segala sesuatu yang berupa tulisan, dokumen, naskah, dsb yang dipergunakan oleh suatu bangsa sebagai pedoman hidupnya pada masa tertentu. (KBBI, h. 973).

Pada umumnya para pakar membedakan sumber hukum ke dalam kriteria :

1)     Sumber hukum materiil

Menurut Sudikno Mertokusumo , Sumber Hukum Materiil adalah tempat dari mana materiil itu diambil. Sumber hukum materiil ini merupakan faktor yang membantu pembentukan hukum, misalnya hubungan social, hubungan kekuatan politik, situasi social ekonomis, tradisi (pandangan keagamaan, kesusilaan), hasil penelitian ilmiah (kriminologi, lalulintas), perkembangan internasional, keadaan geografis, dll.

2)    Sumber hukum formal

Sumber hukum formal adalah sumber hukum dari mana secara langsung dapat dibentuk hukum yang akan mengikat masyarakatnya. Dinamai dengan sumber hukum formal karena semata-mata mengingat cara untuk mana timbul hukum positif, dan bentuk dalam mana timbul hukum positif, dengan tidak lagi mempersoalkan asal-usul dari isi aturan-aturan hukum tersebut.

Sumber-sumber hukum formal membentuk pandangan-pandangan hukum menjadi aturan-aturan hukum, membentuk hukum sebagai kekuasaan yang mengikat. Jadi sumber hukum formal ini merupakan sebab dari berlakunya aturan-aturan hukum.

Yang termasuk Sumber-sumber Hukum Formal adalah :

1)             Undang-undang

Undang-undang di sini identik dengan hukum tertulis (ius scripta) sebagai lawan dari hukum yang tidak tertulis (ius non scripta). Pengertian hukum tertulis sama sekali tidak dilihat dari wujudnya yang ditulis dengan alat tulis. Dengan perkataan lain istilah tertulis tidak dapat kita artikan secara harfiah, namun istilah tertulis di sini dimaksudkan sebagai dirumuskan secara tertulis oleh pembentukan hukum khusus (speciali rechtsvormende organen).

2)            Kebiasaan

Kebiasaan ialah perbuatan manusia yang tetap dilakukan berulang-ulang dalam hal yang sama dan diterima oleh masyarakat. Sehingga tindakan yang berlawanan dianggap sebagai pelanggaran hukum.

3)            Traktat atau Perjanjian Internasional

Perjanjian Internasional atau traktat juga merupakan salah satu sumber hukum dalam arti formal. Dikatakan demikian oleh karena treaty itu harus memenuhi persyaratan formal tertentu agar dapat diterima sebagai treaty atau perjanjian internasional.

4)            Yurisprudensi

Yurisprudensi adalah keputusan hakim terdahulu yang sering dijadikan dasar keputusan hakim kemudian mengenai masalah yang sama.

5)            Doktrin

Doktrin adalah pendapat pakar senior yang biasanya merupakan sumber hukum, terutama pandangan hakim selalu berpedoman pada pakar tersebut.
Doktrin bukan hanya berlaku dalam pergaulan hukum nasional, melainkan juga dalam pergaulan hukum internasional, bahkan doktrin merupakan sumber hukum yang paling penting.

  1. Pembagian Hukum
  2. Menurut “sumbernya” hukum dibagi dalam :
  3. a)Hukum Undang-Undang, yaitu hukum yang tercantum dalam hukum perundang-undangan.
  4. b)Hukum Kebiasaan, yaitu hukum yang terletak pada kebiasaan (adat).
  5. c)Hukum Traktat, ialah hukum yang ditetapkan oleh negara-negara dalam suatu perjanjian antar negara.
  6. d)Hukum Yurisprudensi, yaitu hukum yang terbentuk karena keputusan hakim.
  7. Menurut “bentuknya” hukum dibagi dalam :
  8. a)Hukum Tertulis, yaitu hukum yang dicantumkan dalam berbagai peraturan perundang-undangan. Hukum tertulis terbagi lagi atas :
  • Hukum yang dikodifikasikan :

Hukum yang terususun rapi, jelas, dan dibukukan sebagai kitab undang-undang, contohnya Kitab Undang-Undang Hukum Dagang, Pidana, dan Perdata.

  • Hukum yang tidak dikodifikasikan :

Hukum yang tidak tersusun rapi dan tidak dikukuhkan, contohnya UU PT.

  1. b)Hukum Tidak Tertulis, yaitu hukum yang masih hidup dalam keyakinan masyarakat, tetapi tidak tertulis namun berlakunya ditaati seperti suatu peraturan perundang-undangan.
  2. Menurut “tempat berlakunya” hukum dibagi dalam :
  3. a)Hukum Nasional ialah hukum dalam suatu negara.
  4. b)Hukum Internasional ialah hukum yang mengatur hubungan Internasional.
  5. c)Hukum Asing ialah hukum dalam negara lain.
  6. d)Hukum Gereja ialah norma gereja yang ditetapkan untuk anggota-anggotanya.
  7. Menurut “waktu berlakunya” hukum dibagi dalam :
  8. a)Ius Constitutum (Hukum Positif) ialah hukum yang berlaku pada saat sekarang dalam suatu masyarakat dan daerah tertentu, contohnya peraturan kampus.
  9. b)Ius Constituendum ialah hukum yang diharapkan akan berlaku di waktu yang akan datang.
  10. c)Hukum Asasi (Hukum Alam) ialah hukum yang berlaku dalam segala bangsa di dunia, contoh hak hidup.
  11. Menurut “cara mempertahankannya” hukum dibagi dalam :
  12. a)Hukum Formil ialah hukum yang memuat peraturan yang mengatur bagaimana cara melaksanakan dan mempertahankan hukum materiil.
  13. b)Hukum materiil ialah hukum yang memuat peraturan yang mengatur kepentingan-kepentingan dan hubungan yang wujud perintah dan larangan-larangan.
  14. Menurut “sifatnya” hukum dibagi dalam :
  15. a)Hukum yang memaksa ialah hukum yang dalam keadaan bagaimana harus dan mempunyai paksaan mutlak.
  16. b)Hukum yang mengatur (pelengkap) ialah hukum yang dapat dikesampingkan, apabila pihak yang bersangkutan telah membuat peraturan sendiri dalam perjanjian.
  17. Menurut “wujudnya” hukum dibagi dalam :
  18. a)Hukum Obyektif ialah hukum dalam suatu negara yang berlaku umum dan tidak mengenai orang atau golongan tertentu.
  19. b)Hukum Subyektif ialah hukum yang timbul dari hubungan obyektif dan berlaku terhadap seseorang tertentu atau lebih.
  20. Menurut “isinya” hukum dibagi dalam :
  21. a)Hukum Privat (Hukum Sipil) ialah hukum yang mengatur hubungan antara orang yang satu dengan yang lainnya, dan menitik beratkan pada kepentingan seseorang.
  22. b)Hukum Publik (Hukum Negara) ialah hukum yang mengatur hubungan antara negara dan alat perlengkapan atau negara dan warganegaranya.

Sumber : https://profilesinterror.com/

You might be interested in …

Magrib Mengaji Cetak Generasi Qurani Jabar

Magrib Mengaji Cetak Generasi Qurani Jabar

Pendidikan

Magrib Mengaji Cetak Generasi Qurani Jabar Ketua Tim Penggerak Pembinaan Pemberdayaan Keluarga (KT PPK) Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil mengungkapkan kebanggaannya kepada para finalis lomba azan, tahfiz Alquran (30 juz), dan dai cilik yang diselenggarakan di Masjid Al-Muttaqien Gedung Sate, Jln. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Sabtu (25/5/2019). Menurutnya, ini merupakan salah satu upaya membentuk […]

Read More

Perbanyakan Secara Generatif

Pendidikan

Perbanyakan Secara Generatif perbanyakan tanaman melalui perkawinan sel-sel reproduksi. Untuk tanaman hias yang berbunga, melakukan reproduksi dengan cara membentuk biji yang diperoleh dari penyerbukan benang sari sebagai sel jantan dan kepala putik sebagai sel betinanya. Penyerbukan  pada tanaman bunga bisa berhasil bila ada perantara (Self incomatible). Umumnya perantaranya adalah serangga seperti lebah. Kaki lebah yang hinggap […]

Read More
Tokoh Ekonomi Islami Dan Tokoh Ekonomi Konvensional

Tokoh Ekonomi Islami Dan Tokoh Ekonomi Konvensional

Pendidikan

Tokoh Ekonomi Islami Dan Tokoh Ekonomi Konvensional   Dasar-Dasar Ekonomi Al-Ghazali Gelar Hujjah al-Islam yang disandang al-Ghazali sebenarnya dinisbatkan kepada keberhasilannya dalam mengawinkan hukum Islam (fiqh) dengan ajaran moral (al-Tashawwuf). Di sisi lain beliau juga sebagai tokoh filsafat dan teolog. Ternyata dalam beberapa tulisannya, al-Ghazali juga banyak memunculkan konsep-konsep ekonomi (iqtishadi) khususnya dalamIhya’ Ulum al-Din. Dalam buku ini […]

Read More