Strategi Pemecahan Masalah

Strategi Pemecahan Masalah

Strategi Pemecahan Masalah

Strategi Pemecahan Masalah

Guru sebgai manajer dituntut untuk mengatur kegiatan yang ada dikelas agar pembelajaran berjalan secara kondusif. Kelas yang kondusif merupakan suasana kelas yang tenang serta mendukung akan keberhasilan yang diinginkan. Sehingga jika terjasi permasalahan di kelas, guru sebagai manajer kelas haruslah dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut. Berdasarkan yang dikemukaan oleh Evertson, dkk dalam Nurabadi (2016:52-54), mengungkapkan bahwa ada dua strategi dalam pemecahan masalah dalam menciptakan kelas efektif yaitu intervensi minor dan intervensi moderat. Intervensi minor dapat digunakan bila perilaku yang ditimbulkan tidak sampai menganggu kegiatan pembelajaran. Misalnya peserta didik memanggil guru tidak tepat pada waktunya, meninggalkan kursi tanpa izin, makan di dalam kelas, dan terlibat obrolan Bersama teman sebayanya. Masalah ini dapat diatasi dengan cara menggunakan isyarat non verbal, mendekati peserta didik, mengarahkan kembali atas perilaku tersebut, memberikan pelajaran yang dibutuhkan, memberikan peringatan secara langsung dan tegas, dan berilah peserta didik dalam satu pilihan.

Sedangkan intervensi moderta membutuhkan intervensi yang lebih kuat daripada sebelumnya. Misalnya perilaku peserta didik yang dapat menganggu jalannya kegiatan pembelajaaran seperti mengganggu peserta didik lain yang sedang mengerjakan tugas, menyalahgunakan hak istimewa, dan lain sebagainya. Strategi yang dapat digunakan yaitu: (1) tidak memberikan hak istimewa atau aktifitas yang diinginkan; (2) mengasingkan atau memindahkan peserta didik; dan (3) menjatuhkan pinalti. Sementara itu menurut Nurabadi (2016:64), mengungkapkan bahwa dalam mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut dengan menggunkan pihak lain sebagai sumber sperti mediasi teman sebaya, pertemuan orangtua dan guru, konselor, dan menemukan seorang mentor.

  1. Keterampilan Mengelola Kelas

Keterampilan guru dalam mengelola kelas merupakan hal yang sangat diperlukan untuk mewujudkan kelas yang kondusif. Guru yang hangat, akrab, antusias, dan tulus akan lebih mudah dalam menciptakan suasana kelas yang menyenengkan sehingga peserta didik akan dengan mudah menerima materi yang diberikan. Dibandingkan dengan guru yang tegang, peserta didik akan merasa takut dan materi yang dinerikan akan sulit untuk diterima meskipun keadaan kelas yang tenang. Hal ini karena peserta didik merasa ketakutan akan kemarahan yang dilakukan oleh guru.

Selain itu, guru juga diharapkan dapat menata ruang kelas dengan baik agar interaksi yang terjadi antara peserta didik dengan guru maupun peserta didik dengan peserta didik dapat berjalan dengan baik. Maka dari itu, guru dituntut untuk memahami prinsip-prinsip dalam lingkungan fisik kelas menurut Loisell dalam Gunawan (2016:103), yaitu: (1) visibility; (2) accessibility; (3) fleksibilitas; (4) kenyamanan; dan (5) keindahan. Sunu (2015:60) mengungkapkan bahwa menciptakan keterampilan suasana kelas yang positif dengan menunjukkan keterampilan hubungan manusia, antara lain: (1) keterampilan komunikasi; (2) menumbuhkan rasa percaya diri; (3) mengembangkan rasa memiliki; dan (4) keterampilan bekerjasama.

sumber :
https://www.tawakaltourtravel.co.id/aviation-empire-apk/

You might be interested in …

Kebijakan Makro Ekonomi

Uncategorized

Kebijakan Makro Ekonomi Beberapa bentuk kebijakanekonomi dapat dijalankan pemerintah untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah diterangkan diatas, kebijakan-kebijakanyang dapat dijalankan dibedakan kepada 3 bentuk kebijakan antara lain:   Kebijakan Fiscal (Fiscal Policy ) Meliputi langkah- langkah pemerintah membuat perubahan dalam bidang  perpajakan dan pengeluran pemerintah dengan maksud mempengaruhi pengeluran agregat dalam perekonomian. Menurut Keynes kebijakan fiskal sangat […]

Read More

Dampak Pencemaran Udara Terhadap Lingkungan Alam

Uncategorized

Dampak Pencemaran Udara Terhadap Lingkungan Alam Terhadap Lingkungan Alam Pencemaran udara dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan alam, antara lain: hujan asam, penipisan lapisan ozon dan pemanasan global. Hujan Asam Mempengaruhi kualitas air permukaan Merusak tanaman Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan Bersifat korosif sehingga merusak material dan […]

Read More

 Egosentris Remaja

Uncategorized

 Egosentris Remaja Egosentris remaja  (adolescent egocentrism) adalah peningkatan kesadaran diri pada masa remaja.  Menurut  David Elkind egosentris remaja memiliki dua komponen kunci (John W. Santrock, 2011 : 348) yaitu : Imaginary audience, adalah keyakinan remaja bahwa orang lain tertarik terhadap mereka seperti mereka tertarik kepada dirinya sendiri, akibatnya mereka sering melakukan tindakan yang memancing perhatian […]

Read More