Sejarah Singkat Rumah Inggit Ganarsih, di Rumah Ini Soekarno Jadi Insinyur ITB

Sejarah Singkat Rumah Inggit Ganarsih, di Rumah Ini Soekarno Jadi Insinyur ITB

Sejarah Singkat Rumah Inggit Ganarsih, di Rumah Ini Soekarno Jadi Insinyur ITB

 

Sejarah Singkat Rumah Inggit Ganarsih, di Rumah Ini Soekarno Jadi Insinyur ITB

GANARSIH

atau yang sering kita kenal sebagai Inggit Garnasih merupakan salah satu sosok wanita yang penting dalam kehidupan Bapak Proklamator RI kita, Ir. Soekarno. Inggit Garnasih lahir di tatar Sunda Bumi Parahyangan tepatnya di Desa Kamasan, Banjaran, Kabupaten Bandung, 17 Februari 1888 dari pasangan Ardipan dan Amsi. Nama panggilan Inggit berasal dari kata Ringgit yang dulu sering terlontar dari para pemuda karena mendapat senyum dari Garnasih yang sama dengan mendapat uang seringgit. Pada masa itu seringgit memiliki nilai yang sangat tinggi, setara dengan 2,5 gulden Belanda. Sejak saat itulah orang sering memanggil Garnasih sebagai si Ringgit yang lama kelamaan menjadi Inggit.

Inggit adalah wanita yang menjadi bagian dari perjuangan Republik ini

Pengorbanannya layak diperhitungkan di rumah yang menjadi kediamannya bersama Soekarno menjadi saksi bisu perjuangan kemerdekaan RI. Sebagai bentuk pengetahuan agar sebagai bangsa kita tidak lupa diri akan sejarah kita, kali ini diangkat dua bagian (sesi) tulisan dari sisi sejarah rumah yang menjadi saksi bisu perjuangan Inggit dan Soekarno.

Tanggal 24 Maret 1923

Inggit dan Soekarno menikah. Bermula ketika seorang pemuda bernama Soekarno datang bersama istrinya Oetari, putri dari HOS Tjokroaminoto, dengan berbekal surat dari mertuanya. Surat itu berisikan permintaan kepada keluarga H. Sanoesi, yang merupakan suami Inggit, untuk menerima Soekarno tinggal di rumahnya selama melanjutkan sekolah di Technische Hoogeschool (sekarang ITB).

Selama tinggal disana, Soekarno jatuh cinta pada Inggit Garnasih begitu pula sebaliknya

H. Sanoesi dengan segala keikhlasan hatinya menceraikan Inggit yang dikasihinya demi tujuan luhur untuk mendampingi Soekarno. Selain itu, Soekarno menandatangani sebuah surat perjanjian yang berisi pernyataan yang diminta oleh H. Sanoesi, yaitu janji bahwa Soekarno tidak akan menyakiti Inggit. Sedangkan Oetari diceraikan oleh Soekarno dan dikembalikan secara baik-baik pada HOS Tjokroaminoto.

Selama pernikahannya, Inggit mendampingi Soekarno dalam menyelesaikan sekolahnya di Technische Hoogeschool (THS), saat berpidato, terkadang bahkan menjadi penerjemah bahasa Sunda saat Soekarno memberi kursus politik pada masyarakat Sunda.

Ketika Soekarno dimasukkan ke dalam penjara Banceuy dan Sukamiskin, di rumah itu Inggit Garnasih berjuang sendirian untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan kebutuhan Soekarno di penjara dengan cara menjadi agen sabun cuci, meracik tembakau yang diberi merk “Ratna Djuami” nama anak yang telah diadopsinya, menjadi agen parang dan cangkul, membuat baju dan pakaian dalam wanita, serta membuat jamu yang diberik merk “Kansai dan Ningrum”. Ilmu membuat jamu ini diperolehnya dari kedua orang tua, gurunya selama di Cirebon, dan juga dari kerabat Soekarno di Jawa Timur.

 

Artikel Terkait:

You might be interested in …

SDN Babakanasem Bangun Perpustakaan Rp154 Juta

SDN Babakanasem Bangun Perpustakaan Rp154 Juta

Pendidikan

SDN Babakanasem Bangun Perpustakaan Rp154 Juta SDN Babakana­sem di Jalan Ciburial Indah, RT 03/04, Kelurahan Baranangsiang , Kecamatan Bogor Timur, tengah membangun satu ruang perpustakaan di sekolahnya. Pengerjaan pembangunan yang dila­kukan swakelola itu menghabiskan anggaran Rp154.759.000 melalui dana APBN 2018. “Bantuan pembangunan gedung per­pustakaan ini merupakan amanah pemerintah pusat yang wajib dilaks­anakan sebaik-baiknya demi majunya […]

Read More
Penyelesaian Sengketa Alternatif

Penyelesaian Sengketa Alternatif

Pendidikan

Penyelesaian Sengketa Alternatif Perselisihan dan sengketa diantara dua pihak yang melakukan hubungan kerjasama mungkin saja terjadi. Terjadinya perselisihan dan sengketa ini sering kali disebabkan apabila salah satu pihak tidak menjalankan kesepakatan yang telah dibuat dengan baik ataupun karena ada pihak yang wanprestasi, sehingga merugikan pihak lainnya. Penyelesaian sengketa bisa melalui dua cara yaitu pengadilan dan arbitrase. […]

Read More
Politiknya Bogor Tetap Guyub dan Kompak

Politiknya Bogor Tetap Guyub dan Kompak

Pendidikan

 Politiknya Bogor Tetap Guyub dan Kompak Bogor terlalu besar untuk dipecah-belah Apalagi sejarah mencatat sejarah Kota Bogor ini semua tentang harmoni, kekompakan, soliditas, dan guyub. Atas modal tersebut maka belum pernah tercatat terjadinya konflik baik secara vertikal maupun horisontal. Bima Arya Hal itu dikatakan Wali Kota Bogor Bima Arya saat membuka sekaligus memberikan arahannya pada […]

Read More