SEJARAH PUPUK ANORGANIK DI INDONESIA

SEJARAH PUPUK ANORGANIK DI INDONESIA

SEJARAH PUPUK ANORGANIK DI INDONESIA

SEJARAH PUPUK ANORGANIK DI INDONESIA
SEJARAH PUPUK ANORGANIK DI INDONESIA

sebuah proyek pada masa pemerintahan Orde Baru untuk mendorong produktivitas pertanian dengan menggunakan teknologi modern, yang diadakan sejak tahun 1990-an. Gebrakan revolusi hijau di Indonesia memang terlihat pada decade 1980-an. Waktu itu, pemerintah mengkomando penanaman padi, pemaksaan pemakaian bibit impor, pupuk kimia, dll. Indonesia yang Berjaya saat itu sempat mengalami swasembada beras. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Pada decade 1990-an, petani mulai kelabakan menghadapi kesuburan tanah yang merosot, ketergantungan pemakaian pupuk kimia ( anorganik) yang makin meningkat, dll.

Revolusi hijau memang pernah meningkatkan produktivitas pertanian Indonesia. Untuk penggunaan pupuk anorganik, hal ini berdampak:

  1. Berbagai organisme penyubur tanah musnah karena pupuk anorganik
  2. Kesuburan tanah yang merosot / tandus.
  3. Keseimbangan ekosistem tanah yang rusak.
  4. Terjadi peledakan dan serangan jumlah hama

Baca Juga :