Sejarah dan Profil Perusahaan Garuda Indonesia (Persero), Tbk

Sejarah dan Profil Perusahaan Garuda Indonesia (Persero), Tbk

Sejarah dan Profil Perusahaan Garuda Indonesia (Persero), Tbk

Sejarah dan Profil Perusahaan Garuda Indonesia (Persero), Tbk
Sejarah dan Profil Perusahaan Garuda Indonesia (Persero), Tbk

Karena kemajemukan dan kekhususan penanggungan dalam bidang maintenance Engineering, pada tahun 1978 Pendidikan Teknik yang sebelumnya berada di bagian Pendidikan digabung kembali ke Dinas Teknik. Pendidikan dan Pelatihan bagi karyawan teknik disebut Maintenance Training yang dijabat oleh Ir. R.M. Praminto sejak tanggal 15 Maret 1978.

Management menyadari pentingnya penidikan dalam mengikuti kemajuan indutri penerbangan. Untuk meniptakan manpower ynn professional dalam bidangnya masing-masing, dibentuklah proyek “Tangerine” yang bertujuan menyatukan kegiatan-kegiatan pendiikan dalam satu wadah, satu tempat, dan satu pimpinan, menjadi satu kesatuan : Pusdiklat Garuda Inonesia. Lokasi yang dipilih adalah Duri Kosambi, suatu daerah di Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, letaknya tidak jauh dari Bandara Soekarno Hatta, lebih kurang 3,5 km ke arah selatan dari kota Kecamatan Cenkareng. Di atas tanah seluas lebih kurang 6,5 hektar inila dibangun Kampus Pusdiklat Garuda yang lengkap, indahm nyaman, dan megah

Pada pertenahan tahun 1883 dimulailah pembangunan fisik gedung Pusdiklat yang pelaksanaannya dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama gedug Diklat Awak Kokpit dan Diklat Awak Kabin yeng terdiri dari:

  1. Unit Simulator (3 buah)
  2. Unit ligt Safety Mok Up (1 buah)
  3. Unit Cockpit Procedure Trainer (2 buah)
  4. Unit Laboraturium Bahasa (1 unit)
  5. Unit Link Trainer (1 buah)
  6. Unit Ruang Kelas (12 buah)
  7. Unit Perkantoran

Pada tangal 1 uni 1884 dengan Surat Keputusan Direktur NO : DS-001/84 dibentuk suatu Struktur Biro Pusat Pendidikn dan Pelatihan (PUSDIKLAT) yang secara organisatoris berada langsung di baah Direktur Utama.

Selanjutnya pada 22 Oktober 1984 gedung Pusdiklat tahap pertama mulai dipergunakan. Sementara penyelesaian tahap kedua gedung Pusdiklat yang terdiri dari geung Management, Auditoium, 13 ruang kelas, asrama dengan 40 kamar tidur serta sarana olahraga dilakukan, maka sebagian kegiatan pendidikan masih dilakukan di gedung lama Kemayoran.

Peresmian pembangunan tahap kedua ini diselenggarakan pada tangaal 10 November 1986, bersamaan dengan peresmian fasilitas pendidikan dan pelatihan PT Garuda Indonesia oleh Menteri Perhubungan Roesmin Noerjadin. Pada saat itu,, Pusdiklat berubah nama menjadi DINDIKBANG atau Dunas Pendidikan dan Pengembangan yang mengelola lima bidang diklat masing-masing :

  1. Diklat Awak Kokpit
  2. Diklat Teknik
  3. Diklat Niaga
  4. Diklat Passanger Service
  5. Diklat Umum dan Management

Dengan berdirinya DINDIKBANG

kebutuhan tenaga di seluruh jajaran Garuda Indonesia dapat dipenuhi. G.S. Juwono menjabat sebagai Kepala Biro Pendidikan dan Pelatihan pertama, yaitu terhitung mulai tanggal 10 Juni 1984 sampai dengan 31 Desember 1985. Adapun Kepala Biro Pendidikan dan Pelatihan kedua adalah Capt. Bobby Faisal, menjabat mulai 1 Januari 1986 sampai dengan 28 Februari 1988. Selanjutnya Pusat Pendidikan dan Pelatihan dijabat oleh Capt. Dharmadi.

Tanggal 20 Juli 1990 dikeluarkan Surat Keputusan No.DQ/SKEP/5005/90 yang mengatur tentang organisasi di lingkungan Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT Garuda Indonesia dan bersamaan dengan itu, DINDIKBANG resmi berganti menjadi PUSDIKLAT (Pusat Penidikan dan Pelatihan). Seiring dengan berkembangnya Garuda Indonesia menadi perusahaan terbuka, maka kemudian PUSDIKLAT berganti nama menjadi Garuda Indonesia Training Center dan diakui sebagai divisi Learning and Development PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Visi Garuda Indonesia

Menjadi perusahaan penerbangan yang handal dengan menawarkan layanan yang berkualitas kepada masyarakat dunia dengan keramahan Indonesia

Misi Garuda Indonesia

Sebagai perusahaan penerbangan pembawa bendera bangsa (flag carrier) Indonesia yang mempromosikan Indonesia kepada duania guna menunjang pembangunan ekonomi nasional dengan memberikan pelayanan yang profesional.

Baca juga artikel: