Rumput Tetangga Lebih Hijau

Rumput Tetangga Lebih Hijau

Rumput Tetangga Lebih Hijau

Rumput Tetangga Lebih Hijau
Rumput Tetangga Lebih Hijau

Hari minggu kemarin, ada acara reuni bertemu dengan teman teman sma. Banyak yang sudah pada banyak berubah. Ada yang sudah punya momongan, ada juga yang mau menikah, ada yang baru merencanakan untuk menikah pada tahun depan, macam macam. Ketika saling bertemu, beberapa dari kita tidak saling mengenal lagi. Mulailah semuanya bertindak seperti layaknya wartawan dan wartawati. Saling menanyakan alamat, pekerjaan, usaha, status dan selalu diakhiri dengan pertanyaan yang sama ,”kapan married ?”

Diantara mereka, terdapat seorang teman yang sudah lulus dari aussy. Dia memiliki rencana untuk membuka semacam kedai es krim. Lulusan perhotelan ini, sudah mengelilingi seluruh mall yang ada untuk mendapat tempat. Hampir semua mall memastikan dirinya untuk masuk daftar waiting list yang panjang. Segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mewujudkan rencananya ini, sudah dipersiapkan jauh jauh hari sebelumnya. “Good luck !” hanya itu yang saya bisa katakan kepadanya. Ada lagi teman sekelas saya, orangnya cantik, saya cuma agak bingung aja,sekolahnya banyak. Lulusan aussy iya, lulusan swiss iya, dibilang lulusan Beijing juga iya. Ditambah lagi pengalaman kerjanya yang di bali, Singapore dan entah dimana lagi. Very smart person ! ga heran kalo dikelas, dibilang lumayan pinter. Tempat tinggalnya selalu bergantian, seperti orang nomaden ( berpindah tempat ). Hanya kali ini, sudah dipastikan tinggal di sebuah apartemen.

Dari semua “kisah nyata” ini, masih banyak lagi yang saya dengar tentang mereka. Hampir sebagian besar mereka sudah “sukses”, dilihat dari kacamata pandangan teman teman yang lain. Kami saling memuji akan keberhasilan mereka. Tanpa sadar, sebenarnya kami sudah memuji “rumput tetangga”. Rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri. Itulah satu pepatah yang tepat untuk melukiskan keadaan kami. Mereka melihat saya dalam keadaan “enak”,saya sendiri juga melihat mereka dalam keadaan “enak”. Membuat saya jadi suka senyum sendiri. Lucu juga yah, sebenarnya pengertian sukses tidak ada yang sama. Itu relatif, tergantung siapa yang menilai kesuksesan itu sendiri. Bagi bob sadino, pengusaha kem chick, jika dia sudah bisa mendapat makan untuk hari ini, itulah sukses ! Bagaimana dengan kalian

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/