Riwayat Kesehatan Ibu Nifas (Pemeriksan Fisik dan TTV)

Riwayat Kesehatan Ibu Nifas (Pemeriksan Fisik dan TTV)

Keadaan Umum

     Untuk mengetahui data ini, bidan perlu mengamati keadaan pasien secara keseluruhan. Hasil pengamatan akan bidan laporkan dengan kriteria :

  1. Baik

Pasien dimasukan dalam kriteria ini jika pasien memperlihatkan respon yang baik terhadap lingkungan dan orang lain, serta secara fisik pasien tidak mengalami ketergantungan dalam berjalan.

  1. Lemah

Pasien dimasukan dalam kriteria ini jika ia kurang atau tidak memberikan respons yang baik terhadap lingkungan dan orang lain., serta pasien sudah tidak mampu untuk berjalan sendiri.

  1. Kesadaran

     Untuk mendapatkan gambaran tentang kesadaran pasien, bidan dapat melakukan pengkajian derajat kesadaran pasien dari keadaan composmentis (kesadaran maksimal) sampai dengan coma (pasien tidak dalam keadaan sadar).

  1. Tanda-tanda vital
  2. Tekanan Darah

Tekanan darah normal yaitu < 140/90 mmHg. Tekanan darah tersebut bisa meningkat dari pra persalinan pada 1-3 hari pos partum..Setelah persalinan sebagian besar wanita mengalami peningkatan tekananan darah sementara waktu.Keadaan ini akan kembali normal selama beberapa hari.Bila tekanan darah menjadi rendah menunjukkan adanya perdarahan post partum. Sebaliknya bila tekanan darah tinggi,merupakan petunjuk kemungkinan adanya pre-eklampsi yang bisa timbul pada masa nifas.Namun hal ini seperti itu jarang terjadi.

  1. Nadi

Nadi berkisar antara 60 – 80 x / menit. Denyut nadi di atas 100  x / menit pada masa nifas adalah mengindikasikan adanya suatu infeksi , hal ini salah satunya bisa diakibatkan oleh proses persalinan sulit atau karena kehilangan darah yang berlebihan . Jika takikardi tidak disertai panas kemungkinan disebabkan karena adanya vitium kordis. Beberapa ibu postpartum kadang – kadang mengalami bradikardi puerperal , yang denyut nadinya mencapai serendah – rendahnya 40 sampai 50 x / menit , beberapa alasan telah diberikan sebagai penyebab yang mungkin  , tetapi belum ada penelitian yang membuktikan bahwa hal itu adalah suatu kelainan .

  1. Pernapasan

Pernafasan normal yaitu 20-30 x/menit.Pada umumnya respirasi lambat atau bahkan normal.Mengapa demikian, tidak lain karena ibu dalam keadaan pemulihan atau dalam  kondisi istirahat.Bila ada respirasi cepat pospartum (> 30 x/mnt) mungkin karena adanya ikutan dari tanda-tanda syok.

  1. Suhu

Peningkatan suhu badan mencapai 37,5ºC  pada 24 jam pertama masa nifas pada umumnya  disebabkan oleh dehidrasi ,yang disebabkan oleh keluarnya cairan pada waktu melahirkan , selain itu bisa juga disebabkan karena isirahat dan tidur yang diperpanjang selama awal persalinan . Tetapi pada umumnya setelah 12 jam post partum suhu tubuh kembali normal. Pada hari ke 4 setelah persalinan biasanya suhu ibu bisa naik sedikit kemungkinan disebabkan dari aktivitas payudara.Bila kenaikan mencapai lebih dari 38 C pada hari kedua sampai hari-hari berikutnya, harus diwaspadai adanya infeksi atau sepsis nifas.

  1. Payudara

     Pada payudara terjadi proses laktasi. Dalam hal melakukan pengkajian data fisik lakukan perabaan payudara apakah terdapat benjolan, pembesaran kelenjar atau abses, serta bagaimana keadaan putting susu ibu apakah menonjol atau tidak,apakah payudara ibu ada bernanah atau tidak

  1. Uterus
  2. Periksa tinggi fundus uteri apakah sesuai dengan involusi uteri atau tidak

Involusi atau pengerutan uterus merupakan suatu proses dimana uterus kembali ke kondisi sebelum hamil dengan bobot hanya 60 gram. Perubahan ini dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan palpasi untuk meraba TFU atau Tinggi Fundus Uteri, yaitu sebagai berikut :

1)   Pada saat bayi lahir, fundus uteri setinggi pusat dengan berat 1000 gram

2)   Pada akhir kala III, TFU teraba 2 jari dibawah pusat

3)   Pada 1 minggu post partum, TFU teraba pertengahan pusat simpisis dengan berat 500 gr

4)   Pada 2 minggu post partum, TFU teraba di atas simpisis dengan berat 350 gram

5)   Pada 6 minggu atau 40 hari post partum, fundus uteri mengecil (tidak teraba) dengan berat 50 gram.

  1. Apakah kontraksi uterus baik atau tidak
  2. Apakah konsistensinya lunak atau keras
  3. Apabila uterus awalnya berkontraksi dengan baik maka pada saat palpasi tidak akan  tampak peningkatan aliran pengeluaran lochea.Bila sebelumnya kontraksi uterus tidak  baik dan konsistensinya lunak,palpasi akan menyebabkan kontraksi yang akan  mengeluarkan bekuan darah yang terakumulasi,aliran ini pada keadaan yang normal akan berkurang dan uterus menjadi keras

Baca juga:

You might be interested in …

jebolnya bendungan Sungai Cikapundung yang menimbulkan bencana banjir besar di kota Bandung

Umum

Peristiwa Bandung Lautan Api Sejarah Pertempuran Lengkap Peristiwa Bandung Lautan Api terjadi karena pasukan Inggris mulai memasuki kota Bandung sejak pertengahan bulan Oktober 1945. Di Bandung, pasukan Inggris dan NICA melakukan teror terhadap rakyat sehingga mengakibatkan terjadinya pertempuran. Menjelang bulan November 1945, pasukan NICA semakin merajalela di Bandung. Setelah masuknya tentara Inggris yang berasal dari […]

Read More
Akibat Konflik Sosial dan Penyelesaiannya

Akibat Konflik Sosial dan Penyelesaiannya

Pendidikan, Umum

Akibat Konflik Sosial dan Penyelesaiannya   Akibat Konflik Sosial Selama ini dalam pola pikir masyarakat kita telah tertanam kuat bahwa konflik melahirkan dampak negatif yang berupa kerusakan, keresahan, dan kesengsaraan. Padahal pemikiran tersebut tidak selamanya benar. Ada beberapa konflik yang justru melahirkan dampak positif. 1. Sisi Positif Terjadinya Konflik Beberapa sisi positif terjadinya konflik di […]

Read More

sistem social dan politik di Uni Emirat Arab melaksanakan syariat Islam dalam peradilan

Umum

KONDISI UMAT ISLAM DI UNI EMIRAT ARAB DEWASA INI Penduduk wilayah Uni Emirat Arab dipimpin oleh Rahmat bin Mathar menyatakan untuk memisahkan diri dari kekuasaan Dinasti Al-Bu Sa’id. Pemisahan diri tersebut diakui oleh Ahmad bin Sa’id. Rahmat bin Mathar menjadikan Rah al-Khaymah sebagai pusat pemerintahan wilayah perairan Teluk Persia. Wilayah daratan dipimpin oleh Bani Yas […]

Read More