Ringkasan Temuan

Ringkasan Temuan

Ringkasan Temuan

Ringkasan Temuan
Ringkasan Temuan
  1. Setelah dilakukan pemetaan terhadap kondisi sosial dan ekonomi, maka diperoleh 9 kriteria kondisi sosial ekonomi. Dari masing-masing kriteria tersebut, dipilih masing-masing satu kelurahan yang dianggap mewakili kondisi sosial ekonomi (dengan didasarkan atas pertimbangan tertentu), dimana akhirnya diperoleh 9 kelurahan yang menjadi wilayah studi, meliputi Kelurahan Tandang, Wonosari, Mangunharjo, Bandarharjo, Bendan Dhuwur, Miroto, Candi, Pudakpayung, dan Tambakaji.
  2. Terkait dengan kelayakan sosial ekonomi dalam sistem rain harvesting ini, maka dilihat dari segi sosialnya, dapat dikatakan sistem RH layak diaplikasikan di Kota Semarang. Namun, jika dilihat dari aspek ekonomi, sistem RH secara individu hanya layak untuk menggantikan air dari sumur yang tidak menggunakan pompa listrik dan sendang yang diperoleh dengan berjalan kaki, sementara sistem RH secara kelompok layak untuk menggantikan sumber air yang berasal dari PDAM, sumur, dan sungai yang berjalan kaki.
  3. Mekanisme pembiayaan yang diinginkan oleh lebih dari 50% masyarakat di Kota Semarang adalah hibah dana pembangunan, tetapi masih terdapat peluang untuk menerapkan iuran kelompok sebagai bentuk pembiayaan terhadap rain harvesting.
  4. Lesson learned dalam penelitian ini adalah pengetahuan mengenai sistem rain harvesting yang perlu ditrasfer melalui berbagai mekanisme pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan dari sistem rain harvesting ini dapat dilakukan oleh kelompok swadaya masyarakat (KSM).

Baca juga ;