Rawat Spirit Toleransi, Mahasiswa UMM Inisiasi Rumah Kebhinnekaan

Rawat Spirit Toleransi, Mahasiswa UMM Inisiasi Rumah Kebhinnekaan

Rawat Spirit Toleransi, Mahasiswa UMM Inisiasi Rumah Kebhinnekaan

Rawat Spirit Toleransi, Mahasiswa UMM Inisiasi Rumah Kebhinnekaan
Rawat Spirit Toleransi, Mahasiswa UMM Inisiasi Rumah Kebhinnekaan

Puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) saat bersih desa Pandesari Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang menginisiasi Rumah Kebhinnekaan yang berada di daerah Punden Ki Hajar Seguh selaku pembedah kawasan Dusun Sebaluh.

Keberadaan Rumah KeBhinnekaan ini didasari perbedaan agama di Dusun Sebaluh dan selama ini warga bisa hidup rukun dengan memegang teguh toleransi antar umat beragama. Peresmian Rumah KeBhinnekaan berlangsung bersamaan dengan prosesi tasyakuran di area Punden, Selasa (13/8/2019) yang dihadiri warga Dusun Sebaluh serta para sesepuh.

Koordinator KKN 114 UMM Wildan Arif mengatakan, pembangunan Rumah Kebhinnekaan oleh mahasiswa KKN 114 UMM didasari pada keberadaan beragam agama yang hidup rukun, tanpa pernah terjadi konflik.

“Selain itu, wargapun masih menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, tanpa membedakan agama,”

kata Wildan, Rabu (21/8/2019).

Di dalamnya, selain bisa digunakan sebagai ruang pertemuan, juga terpasang gambar dan simbol dari masing-masing keempat agama, kitab dan buku referensi setiap agama, serta prasasti yang sudah ada sebelumnya.

“Di tengah mengerasnya hubungan antar elemen di Indonesia , kehadiran Rumah Kebhinnekaan diharapkan bisa membantu meredam ketegangan ini. Selain itu juga, diharapkan menjadi contoh sekaligus inspirasi perwujudan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” papar Wildan.

Keberadaan Rumah Kebhinnekaan diharapkan bisa menjadi tempat pertemuan para tokoh agama

di Dusun Sebaluh, agar toleransi beragama di Dusun Sebaluh tetap terjaga. Di Dusun Sebaluh sendiri terdiri dari 4 agama yakni Islam, Hindu, Kristen, dan aliran kepercayaan Sapta Dharma.

“Di dusun ini, empat agama ini bisa hidup rukun-guyub. Misalnya, ketika masyarakat beraga Islam membangun masjid, masyarakat agama lain juga turut membantu mendirikan. Demikian juga dengan pendirian tempat ibadah lainnya,” tutur Wildan.

Kepala Dusun Sebaluh, Imam Bashori mengapresiasi gagasan para mahasiswa kelompok KKN 114 UMM

yang telah menginisiasi sebuah wadah berupa Rumah Kebhinnekaan. Keberadaan Rumah Kebhinnekaan ini nantinya bakal dijadikan sebagai tempat pertemuan kegiatan warga, baik itu rapat ataupun pertemuan lainnya.

“Dengan adanya gagasan dari teman-teman KKN UMM ini, warga Dusun Sebaluh berterimakasih sekali. Rumah ini bisa jadi tempat memediasi kalaupun suatu saat ada masalah,” kata Imam.

 

Sumber :

https://www.quibblo.com/story/DbAy-wIG/What-Is-Explanation-Texts

You might be interested in …

Program Kerja

Program Kerja

Pendidikan

Program Kerja Pergerakan yang dilakukan dalam upaya penegakan HAM di Indonesia dapat digolongkan dalam lima aksi, yaitu: 1. Prevensi Viktimisasi dalam Politik Kekerasan Upaya bersifat preventif untuk melindungi kepentingan masyarakat dari adanya kecenderungan yang menempatkan bagian-bagian dalam masyarakat sebagai sasaran dan korban politik kekerasan yang dilakukan oleh negara dan atau kekuatan-kekuatan besar lain yang potensial […]

Read More
PT Inti Kerjasama dengan Korea

PT Inti Kerjasama dengan Korea

Pendidikan

PT Inti Kerjasama dengan Korea BANDUNG-PT INTI bekerjasama dengan perusahaan asal Korea membangun pabrik pembuatan kabel fiber optik. Pabrik dinamakan PT Inti GOC ini diresmikan, Jumat, (28/2) berlokasi di Jalan Mohomad Toha Kabupaten Bandung. Menurut Dirut PT INTI Tikno Sutisna pabrik itu dapat memproduksi kabel dan aksesoris serat optik serta pabrik elektronik berbasis radio frequency […]

Read More
Revisi Permendikbud Dinilai Ganggu Proses PPDB

Revisi Permendikbud Dinilai Ganggu Proses PPDB

Pendidikan

Revisi Permendikbud Dinilai Ganggu Proses PPDB Rencana perubahan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51/2018 terkait zonasi Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) diharapkan baru akan diterapkan tahun depan. Kepala Disdikpora Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kadarisman Baskara Aji, mengatakan, meski belum tahu isi Permendikbud tersebut, Disdikpora berharap agar implementasinya tidak segera dilakukan, mengingat saat […]

Read More