Proses Perubahan Sosial di Masyarakat

Proses Perubahan Sosial di Masyarakat

Proses Perubahan Sosial di Masyarakat

Proses Perubahan Sosial di Masyarakat
Proses Perubahan Sosial di Masyarakat
  1. Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat

Perubahan-perubahan yang memerlukan waktu lama dan rentetan-rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat, dinamakan evolusi. Pada evolusi perubahan terjadi dengan sendirinya tanpa rencana atau kehendak tertentu. Perubahan tersebut terjadi karena usaha-usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan-keperluan, keadaan-keadaan dan kondisi-kondisi baru, yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. Rentetan-rentetan perubahan tersebut tidak perlu sejalan dengan rentetan peristiwa-perisitiwa di dalam sejarah masyarakat yang bersangkutan. Ada bermacam-macam teori tentang evolusi, pada umumnya digolongkan ke dalam beberapa kategori sebagai berikut: (http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-laporan-hasil-observasi/)

  1. Unilinear theories of evolution. Teori ini pada pokoknya berpendapat bahwa manusia dan masyarakat mengalami perkembangan sesuai dengan tahapan-tahapan tertentu, bermula dari bentuk yang sederhana, kemudian bentuk yang kompleks sampai tahap yang sempurna.
  2. Universal theory of evolution, menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidaklah perlu melalui tahap-tahap tertentu yang tetap. Teori ini mengemukakan bahwa masyarakat merupakan hasil perkembangan dari kelompok homogen (sama) ke kelompok yang heterogen.
  3. Multilined theories of evolution. Teori ini lebih menekankan pada penelitian- penelitian terhadap tahap-tahap perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat misalnya, men-gadakan penelitian perihal pengaruh perubahan sistem mata pencaharian berburu ke pertanian.

Sedangkan yang dimaksud perubahan secara cepat atau revolusi adalah proses perubahan Sosial yang berlangsung dengan cepat dan menyangkut dasar-dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat (yaitu lembaga kemasyarakatan), disebut revolusi. Di dalam revolusi, perubahan-perubahan yang terjadi dapat direncanakan terlebih dahulu atau tanpa rencana.

Suatu revolusi dapat berlangsung dengan didahului oleh suatu pemberontakan yang kemudian menjelma menjadi revolusi.

Secara sosiologis, agar suatu revolusi dapat terjadi, maka harus dipenuhi syarat-syarat tertentu, antara lain:

  1. Harus ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan. Di dalam masyarakat harus ada perasaan tidak puas terhadap keadaan, dan harus ada suatu keinginan untuk mencapai perbaikan dengan perubahan keadaan tersebut.
  2. Adanya seorangpemimpin atau sekelompok orang yang dianggap mampu memimpin masyarakattersebut
  3. Pemimpin dapat menampung keinginan-keinginan masyarakatuntuk kemudian meru-muskan serta menegaskan rasa tidak puas tadi menjadi program dan arah gerakan
  4. Pemimpin tersebut harus dapat menunjukkan suatu tujuanpada masyarakat
  5. 5. Harus ada ”momentum”,yaitu saat dimana segala keadaan dan faktor sudah tepat dan baik untuk memulai suatu gerakan.
  1. Perubahan Kecil dan Perubahan Besar

Perubahan-perubahan kecil adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. Perubahan mode pakaian misalnya, tidak akan membawa pengaruh apa-apa bagi masyarakat dalam keseluruhannya, karena tidak mengakibatkan perubahan-perubahan pada lembaga kemasyarakatan. Sebaliknya, suatu proses industrialisasi yang berlangsung pada masya-rakat agraris, misalnya, merupakan perubahan yang akan membawa pengaruh besar pada masyarakat. Pelbagai lembaga-lembaga kemasyarakatan akan ikut terpengaruhi misalnya hubungan kerja, sistem pemilikan tanah, hubungan kekeluargaan, stratifikasi masyarakat dan seterusnya.

  1. Perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki

Perubahan yang dikehendaki atau direncanakan merupakan perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat. Pihak-pihak yang menghendaki perubahan dinamakan agent of change, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan. Perubahan sosial yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan, merupakan peruba-han-perubahan yang terjadi tanpa dikehendaki, berlangsung di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan Masyarakat.

You might be interested in …

Tindakan pidana dan masyarakat

Pendidikan

Tindakan pidana dan masyarakat Dapat di yakini bahwa pada peradaban yang tinggi manusia dan setan semakin memainkan perananya, menjadi sifat yang hampir sama dan berseberangan dan sekarang banyak sekali orang melakukan hal yang aniaya(zhalim) dan bodoh (jahl) [1],bukanya mengikuti petunjuk yang di anugerahkan Allah sang pencipta melalui rosul dan nabinya sepanjang masa untuk mencegah dan membatasi […]

Read More
Seskoau Peringati Hari Kesaktian Pancasila

Seskoau Peringati Hari Kesaktian Pancasila

Pendidikan

Seskoau Peringati Hari Kesaktian Pancasila LEMBANG-Wakil Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) Marsekal Pertama TNI Emir Panji Dermawan bertindak selaku Indpektur Upacara pada upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila ke-50 tanggal 1 Oktober 2015, bertempat di Lapangan Walet Kampus Seskoau Lembang, Bandung. Upacara Hari Kesaktian Pancasila merupakan peringatan peristiwa bersejarah ketika Pancasila sebagai ideologi […]

Read More
Jenis-Jenis Plate Orifice

Jenis-Jenis Plate Orifice:

Pendidikan

Jenis-Jenis Plate Orifice: 1.      Concentric Orifice Concentric Orifice merupakan jenis orifice yang paling banyak digunakan. Profil lubang orifice ini mempuyai takik (bevel) dengan kemiringan 45° pada tepi bagian downstream(lihat gambar di bawah). Hal ini akan mengurangi jarak tempuh dari aliran tersebut mengalami perbedaan tekanan melintang. Setelah aliran melewati orifice akan terjadi penurunan tekanan dan kemudian mencoba […]

Read More