Professor Summit, Wadahi Pemikiran Para Guru Besar untuk Bangsa

Professor Summit, Wadahi Pemikiran Para Guru Besar untuk Bangsa

Professor Summit, Wadahi Pemikiran Para Guru Besar untuk Bangsa

Professor Summit, Wadahi Pemikiran Para Guru Besar untuk Bangsa
Professor Summit, Wadahi Pemikiran Para Guru Besar untuk Bangsa

Guna lebih mewadahi para guru besar (profesor) di perguruan tinggi dalam merumuskan sumbangsih

pemikirannya untuk pembangunan bangsa, Dewan Profesor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Majelis Dewan Guru Besar (MDGB) Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) menggelar Professor Summit (PS) 2019.

Perhelatan yang memasuki hari kedua dengan tema Peran Profesor dalam Membangun Bangsa Melalui Karya Inovatif ini digelar di Gedung Research Center ITS, Jumat (5/4/2019).

Gelaran yang baru kali pertama di Indonesia ini sebelumnya telah diawali dengan sidang pleno dari pengurus MDGB PTNBH di Hotel Swiss-Belinn Manyar, Kamis (4/4) lalu.

Pada hari kedua ini, dilanjutkan dengan International Keynote Speeches yang menghadirkan empat pembicara dengan empat tema pembahasan.

Keempat tema tersebut adalah Professors in Academic Leadership yang disampaikan oleh Prof Dr Ir Muhammad Nuh DEA

yang juga Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) ITS, Food Security oleh Prof Aman Wirakartakusumah dari Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Energy and Recent Technology oleh Prof Kishida Satoru dari Tottori University, Jepang. Lalu, sesi ini ditutup oleh Prof Dr Ir Nadjadji Anwar MSc dari ITS dengan tema The Challenges of Water Scarcity.

Pada kesempatan ini, dilakukan juga serah terima kepengurusan MDGB. Hal ini ditandai dengan penyerahan kursi pimpinan dari Prof Dr Ir Muhammad Yusram Massijaya MS dari IPB kepada pimpinan terpilih dari sidang pleno yang dilaksanakan pada PS hari pertama yakni Prof Dr Ir Nadjadji Anwar MSc dari ITS.

Prof Nadjadji mengatakan, poin penting dari pembahasan di PS ini yaitu sebagai tempat berkumpul dan bersatu dari para profesor.

Sehingga nanti hasil dari pembahasan ini dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas bukan hanya di perguruan tinggi saja.

”Namun juga secara umum dan dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Guru Besar Teknik Sipil ITS ini.

 

Ia juga menjelaskan bahwa PS ini bukan hanya ditujukan untuk profesor di PTNBH, meski sementara ini masih lebih didominasi oleh para profesor dari PTNBH. Hal ini dikarenakan 45 persen dari profesor di seluruh Indonesia itu berada di 11 PTNBH. Yakni ITS, ITB, UI, UGM, Undip, IPB, Unpad, USU, Unhas, UPI, dan Unair.

Prof Nadjadji juga mengatakan bahwa dahulu pemikiran tentang seorang profesor hanya merupakan pembimbing calon doktor. Namun sekarang profesor itu bersinergi membantu mempercepat proses-proses perubahan untuk kemajuan Indonesia.

 

Sumber :

https://telegra.ph/How-To-Low-Budget-Marriage-Invitations-11-14

You might be interested in …

Hak kebendaan yang bersifat pelunasan

Pendidikan

Hak kebendaan yang bersifat pelunasan  Jaminan umum Dalam pasal 1331 KUH Perdata dinyatakan bahwa segala kebendaan debitur baik yang ada maupun yang aka nada baik bergerak maupun yang tidak bergerak merupakan jaminan terhadap pelunasan hutangnya, Dalam pasal 1332KUH Perdata menyebutkan harta kekayaan debitur menjadi jaminan secara bersama-sama bagi semua kresitur yang memberikan kredit. Pendapatan penjualan […]

Read More
Kurtilas

Ada yang Salah dengan Kurikulum 2013 Kurtilas

Pendidikan

Ada yang Salah dengan Kurikulum 2013 Kurtilas Kurtilas ( Kurikulum 2013) atau bisa juga disingkat K13 yaitu suatu sistem kurikulum bentukan baru dari pemerintah dimana dalam proses kegiatan belajar mengajarnya para siswa diharapkan bisa lebih aktif dalam mencari dan menyampaikan materi tersebut atau mengemukakan materi kepada teman yang lain kemudian ditanggapi oleh teman yang lainnya. […]

Read More
Jenis-jenis hasil kebijakan

Jenis-jenis hasil kebijakan

Pendidikan

Jenis-jenis hasil kebijakan             Dalam memantau hasil kebijakan, harus dibedakan dua jenis hasil kebijakan, yaitu: keluaran (outputs), dan dampak (impacts). Keluaran kebijakan adalah barang, layanan, atau sumberdaya yang diterima oleh kelompok sasaran atau kelompok penerima (beneficiaries). Sebaliknya dampak kebijakan merupakan perubahan nyata pada tingkah laku atau sikap yang dihasilkan oleh keluaran kebijakan tersebut.             Dalam […]

Read More