PRINSIP ETIKA LINGKUNGAN HIDUP

PRINSIP ETIKA LINGKUNGAN HIDUP

PRINSIP ETIKA LINGKUNGAN HIDUP

Prinsip ini menjadi pegangan dan tuntutan bagi perilaku kita dalam berhadapan dengan alam, baik perilaku terhadap alam secara langsung maupun perilaku terhadap sesama manusia yang berakibat tertentu terhadap alam (Keraf, 2002):

(1)  Sikap Hormat terhadap Alam (Respect for Nature)

Pada dasarnya semua teori etika lingkungan mengakui bahwa alam semesta perlu untuk dihormati. Secara khusus sebagai pelaku moral, manusia mem-punyai kewajiban moral untuk menghormati kehidupan, baik pada manusia maupun makhluk lain dalam komunitas ekologis seluruhnya. Hormat terhadap alam merupakan suatu prinsip dasar bagi manusia sebagai bagian dari alam semesta seluruhnya.

6

(2)  Prinsip Tanggung Jawab (Moral Responsibility for Nature)

Setiap bagian dan benda di alam semesta ini diciptakan oleh Tuhan dengan tujuannya masing-masing, terlepas dari apakah tujuan itu untuk kepentingan manusia atau tidak. Oleh karena itu, manusia sebagai bagian dari alam semesta bertanggungjawab pula untuk menjaganya.

Tanggung jawab ini bukan saja bersifat individual tetapi juga kolektif. Kelestarian dan kerusakan alam merupakan tanggungjawab bersama seluruh umat manusia. Semua orang harus bisa bekerjasama bahu membahu untuk menjaga dan meles-tarikan alam dan mencegah serta memulihkan kerusakan alam, serta saling mengingatkan, melarang dan menghukum siapa saja yang merusak alam.

(3)  Solidaritas Kosmis (Cosmic Solidarity)

Dalam diri manusia timbul perasaan solider, senasib sepenanggungan dengan alam dan sesama makhluk hidup lain. Prinsip ini bisa mendorong manusia untuk menyelamatkan lingkungan dan semua kehidupan di alam ini. Prinsip ini berfungsi sebagai pengendali moral untuk mengharmonisasikan manusia dengan ekosistemnya dan untuk mengontrol perilaku manusia dalam batas-bats keseimbangan kosmis. Solidaritas ini juga mendorong manusia untuk mengutuk dan menentang setiap tindakan yang menyakitkan binatang tertentu atau bahakn memusnakan spesies tertentu.

sumber :
https://wanijayamedia.co.id/2020/06/16/seva-mobil-bekas/

You might be interested in …

Bagi nasabah

Bagi nasabah

Pendidikan

Bagi nasabah           Masyarakat yang menolak konsep asuransi, biasanya disebabkan karena kurangnya pengetahuan mereka pada keuntungan asuransi. Selain itu, ada sebuah stigma tradisional yang menyebabkan seseorang sudah merasa apriori pada kata asuransi. Beberapa stigma negatif seperti telah disebutkan sebelumnya semakin diyakini sebagai sebuah kebenaran ketika pihak perusahaan asuransi sendiri misalnya tidak memberikan edukasi secara jelas […]

Read More

Cibaduyut Dalam Lintas Sejarah

Pendidikan

Cibaduyut Dalam Lintas Sejarah Sebagian besar masyarakat modern menggunakan alas kaki sebagai kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari, baik merupakan sepatu atau sandal yang tujuan utamanya untuk melindungi kesehatan kaki. Berkembangnya pergaulan antar manusia menjadikan produk alas kaki juga berfungsi sebagai fashion yang selalu berkembang dengan jenis model yang sesuai dengan ruang waktu dari perkembangan jaman. Keterpaduan […]

Read More
IGI Jabar Minta Perketat Pengawasan

IGI Jabar Minta Perketat Pengawasan

Pendidikan

IGI Jabar Minta Perketat Pengawasan Bandung – Ikatan Guru indonesia (IGI) Jabar meminta Dinas Pendidikan Jabar memperketat pengawasan internal dalam proses pembuatan ataupun distribusi soal Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) 2018. Hal ini dilakukan supaya kejadian bocornya soal dan kunci jawaban USBN, tidak terjadi kembali. Menurut Ketua IGI Jabar Cucu Sukmana mengatakan, USBN ini sebenarnya […]

Read More