Politiknya Bogor Tetap Guyub dan Kompak

Politiknya Bogor Tetap Guyub dan Kompak

 Politiknya Bogor Tetap Guyub dan Kompak

 Politiknya Bogor Tetap Guyub dan Kompak

Bogor terlalu besar untuk dipecah-belah

Apalagi sejarah mencatat sejarah Kota Bogor ini semua tentang harmoni, kekompakan, soliditas, dan guyub. Atas modal tersebut maka belum pernah tercatat terjadinya konflik baik secara vertikal maupun horisontal.

Bima Arya

Hal itu dikatakan Wali Kota Bogor Bima Arya saat membuka sekaligus memberikan arahannya pada kegiatan re-orientasi pembangunan etika, moral dan budaya politiktingkat Kota Bogor Tahun 2017 di Bale Seda Kencana, BKPP Wilayah I Bogor, Jalan Ir. H. Djuanda, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (22/11/2017).

Kota Bogor

“Jadi kalau orang Bogor asli, tahu sejarah panjang dan kuatnya ikatan kekompakan, guyub, dan soliditasnya warga Bogor. Bogor juga terlalu besar untuk dipecah belah,” kata Bima.

Atas dasar itulah dirinya meyakini apapun agenda politiknya, tidak akan mengubah cerita sejarah Kota Bogor yang begitu guyub dan kompak. Sebab, masih kata Bima, dalam lintasan sejarahnya bahwa kota ini selalu berdampingan baik antar agama, suku, dan golongan.

Pemilihan Kepala Daerah

“Oleh karena itu, saya sebagai pribadi dan sebagai putera asli Bogor tidak rela kalau daerah saya ini tidak sukses dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) apalagi karena kepentingan ekonomi, kepentingan politik, dan lainnya,” tegas Bima.

Pilkada juga, lanjutnya, jangan sampai rusak hanya lantaran untuk kepentingan jangka pendek semata. Jangan sampai isu-isu agama, etnis bahkan hingga isu-isu politik mengganggunya.

Karena seperti sering saya sampaikan

Bahwa jabatan itu ada ujungnya, posisi ada habisanya. Tapi persaudaraan dan persahabatan akan terus ada hingga akhir hayat. Pada saatnya nanti, saya juga akan kembali menjadi warga biasa,” tuturnya seraya berpesan agar tidak terlalu berlebihan pula dalam menghadapi Pilkada yang akan datang.

Artikel terkait :