Penyakit paru

Penyakit paru


Risiko terkena pneumonia, emfisema dan bronkitis kronis meningkat karena merokok. Penyakit ini sering disebut sebagai penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Penyakit paru-paru ini dapat berlangsung dan bertambah buruk dari waktu ke waktu sampai orang tersebut akhirnya meninggal karena kondisi tersebut. Orang-orang berumur 40 tahun bisa mendapatkan emfisema atau bronkitis, tapi gejala biasanya akan*jauh lebih buruk di kemudian hari, menurut American Cancer Society.

3. Kanker paru dan kanker lainnya
Kanker paru2 sudah lama dikaitkan dg bahaya rokok, yang juga dapat menyebabkan terhadap kanker lain seperti dari mulut, kotak suara atau laring, tenggorokan dan kerongkongan. Merokok juga dikaitkan dengan kanker ginjal, kandung kemih, perut pankreas, leher rahim dan kanker darah (leukemia).

4. Diabetes
Merokok meningkatkan resiko terjadinya diabetes, menurut Cleveland Clinic. Rokok juga bisa naik menyebabkan komplikasi dari diabetes, seperti penyakit mata, penyakit jantung, stroke, penyakit pembuluh darah, penyakit ginjal dan masalah kaki.

5. Impotensi

Rokok merupakan faktor resiko utama untuk penyakit pembuluh darah perifer, yang mempersempit pembuluh darah yang membawa darah ke seluruh bagian tubuh. Pembuluh darah ke p3nis kemungkinan juga akan terpengaruh karena merupakan pembuluh darah yg kecil & dapat mengakibatkan disfungsi ereksi/impoten.

6. Menimbulkan Kebutaan
Seorang yang merokok menimbulkan meningkatnya resiko degenerasi makula yaitu penyebab kebutaan yang dialami orang tua. Dalam setudi yg diterbitkan dalam ‘Archives of Ophthalmology’ pada tahun 2007 menemukan yaitu orang merokok empat kali lebih mungkin dibanding orang yang bukan perokok untuk mengembangkan degenerasi makula, yg merusak makula, pusat retina, dan menghancurkan penglihatan sentral tajam.

7. Penyakit mulut

Penyakit mulut yang disebabkan oleh rokok antara lain kanker mulut, kanker leher, penyakit gigi, penyakit pada gigi dan nafas.

8. Gangguan Janin

Merokok berakibat buruk terhadap kesehatan reproduksi dan janin dalam kandungan dan kehamilan, termasuk infertilitas (kemandulan), keguguran, kematian janin, bayi lahir berberat badan rendah, dan sindrom kematian mendadak bayi.

sumber :

Pos-pos Terbaru

You might be interested in …

Gyeongsangbuk-Do Tandatangani LoI Sister Province

Gyeongsangbuk-Do Tandatangani LoI Sister Province

Pendidikan

Gyeongsangbuk-Do Tandatangani LoI Sister Province   Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Gyeongsangbuk-do Korea Selatan, resmi menjalin kerjasama Sister Province. Hal itu dibuktikan dengan telah ditandatanganinya perjanjian Letter of Intent dari kedua belah pihak. Penandatanganan LoI Penandatanganan LoI dilakukan langsung oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dengan Gubernur Gyeongsangbuk-Di Kim Kwan Yong di Gedung Pakuan […]

Read More
120 Siswa Ikuti Persami

120 Siswa Ikuti Persami

Pendidikan

120 Siswa Ikuti Persami Sekitar 120 siswa kelas IV, V dan VI SDN Bantarkemang 6, Kota Bogor, mengikuti kegiatan Per­kemahan Sabtu Minggu (Persami) di kompleks sekolahnya, Jalan Bantarke­mang, Kelurahan Baranangsiang, Sa­btu (29/9). Kepala SDN Bantarkemang 6, Agus Setianingsih, menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemandirian dan kreativitas siswa, sehingga tak ter­lalu tergantung dengan orang lain […]

Read More
Peraturan dan Regulasi (Perbandingan Cyber Law, Computer Crime Act (malaysia)

Peraturan dan Regulasi (Perbandingan Cyber Law, Computer Crime Act (malaysia)

Pendidikan

Peraturan dan Regulasi (Perbandingan Cyber Law, Computer Crime Act (malaysia) Cyber Law Cyber law adalah seperangkat aturan hukum tertulis yang berlaku di dunia maya. Cyber law ini dibuat oleh negara untuk menjamin warga negaranya karena dianggap aktivitas di dunia maya ini telah merugikan dan telah menyentuh kehidupan yang sebenarnya (riil). Mungkin bila kita melihat bila […]

Read More