Penulisan Hadits Secara Resmi

Penulisan Hadits Secara Resmi

Penulisan Hadits Secara Resmi

Penulisan Hadits Secara Resmi
Penulisan Hadits Secara Resmi

Pada periode ini hadits-hadits Nabi SAW mulai ditulis dan dikumpulkan secara resmi. ‘Umar ibn ‘Abd al-Aziz, salah seorang khalifah dari dinasti Umayyah yang mulai memerintah di penghujung abad pertama Hijriah, merasa perlu untuk mengambil langkah-langkah bagi penghimpunan dan penulisan Hadits Nabi secara resmi, yang selama ini berserakan di dalam catatan dan hafalan para Sahabat dan Tabi’in. Hal tersebut dirasakannya begitu mendesak, karena pada masa itu wilayah kekuasaan Islam telah meluas sampai ke daerah-daerah di luar jazirah Arabia, di samping para Sahabat sendiri, yang hafalan dan catatan-catatan pribadi mereka mengenai Hadits Nabi merupakan sumber rujukan bagi ahli Hadits ketika itu, sebagian besar telah meninggal dunia karena faktor usia dan akibat banyaknya terjadi peperangan. Dan pada masa itu, yaitu awal pemerintahan ‘Umar ibn Abd al-Aziz, Hadits masih belum dibukukan secara resmi.

Ada beberapa faktor yang mendorong ‘Umar ibn Abd al-Aziz mengambil inisiatif untuk pengumpulan dan pengkodifikasian hadits dengan memerintahkan para gubernur dan pembantunya untuk mengumpulkan dan menuliskan Hadits, di antaranya adalah:

Pertama

tidak adanya lagi penghalang untuk menuliskan dan membukukan Hadits, yaitu kekhawatiran bercampurnya Hadits dengan Al-Qur’an karena Al-Qur’an ketika itu telah dibukukan dan disebarluaskan.

Kedua

munculnya kekhawatiran akan hilang dan lenyapnya Hadits karena banyaknya para Sahabat yang meninggal dunia akibat usia lanjut atau karena seringnya terjadi peperangan.

Ketiga

semakin maraknya kegiatan pemalsuan Hadits yang dilatarbelakangi oleh perpecahan politik dan perbedaan mazhab di kalangan umat Islam. Keadaan ini apabila dibiarkan terus akan merusak kemurnian ajaran Islam, sehingga upaya untuk menyelamatkan Hadits dengan cara pembukuannya setelah melalui seleksi yang ketat harus segera dilakukan.

Keempat

karena telah semakin luasnya daerah kekuasaan Islam disertai dengan semakin banyak dan kompleksnya permasalahan yang dihadapi oleh umat Islam, maka hal tersebut menuntut mereka untuk mendapatkan petunjuk- petunjuk dari Hadits Nabi SAW, selain petunjuk Al-Qur’an sendiri.

Dengan faktor-faktor itulah khalifah Umar ibn Abd al-Aziz mengambil langkah yang luar biasa melakukan pengumpulan dan pengkodifikasian hadits . Demikian kiranya bermanfaat. Amiin.

Baca Juga: 

You might be interested in …

Iman kepada hari akhir, tanda-tanda kiamat kecil dan besar

Iman kepada hari akhir, tanda-tanda kiamat kecil dan besar

Agama

Iman kepada hari akhir, tanda-tanda kiamat kecil dan besar Kehidupan dunia ini sebenarnya adalah kehidupan menuju akherat. Ia adalah jembatan yang masih di lalui oleh setiap manusia sebelum menempuh alam akhirat. Bahasa sederhananya kehidupan dunia adalah medan persediaan dan persiapan untuk menuju kehidupan akhirat yang kekal sepanjang zaman. Kehidupan dunia ini merupakan jembatan penyeberangan, bukan […]

Read More
Pembahasan Tentang Najis Mutawashithoh dan Mugholadzoh

Pembahasan Tentang Najis Mutawashithoh dan Mugholadzoh

Agama

Pembahasan Tentang Najis Mutawashithoh dan Mugholadzoh Najis Mutawashithoh Najis mutawashithoh terbagi dua, yaitu : (1) Najis ‘Ainiyah, yaitu najis mutawashitoh yang masih kelihatan wujudnya, warnanya dan baunya. Cara membersihkannya dengan menghilangkan najis tersebut dan membasuhnya dengan air sampai hilang warna, bau dan rasanya. (2) Najis Hukmiyah, yaitu najis yang diyakini adanya tetapi sudah tidak kelihatan […]

Read More
Pengertian Tentang Thoharoh

Pengertian Tentang Thoharoh

Agama

Pengertian Tentang Thoharoh Thoharoh Thoharoh secara bahasa artinya bersih, kebersihan atau bersuci. Sedangkan menurut istilah ialah suatu kegiatan bersuci dari hadats dan najis sehingga seseorang diperbolehkan untuk mengerjakan suatu ibadah yang dituntut dalam keadaan suci seperti sholat dan thowaf. Kegiatan bersuci dari hadats dapat dilakukan dengan berwudhu, tayammum dan mandi, sedangkan bersuci dari najis meliputi […]

Read More