pentingnya warga negara global

Isu-Isu Penting Dalam Globalisasi

Globalisasi membawa dampak baik dan buruk, baik ketika kita siap dan buruk ketika kita gagap. Realitas globalisasi telah menyebabkan terjadinya pergeseran orientasi yang kemudian menjelma menjadi sifar individualistis serta mengakibatkan pola hidup masyarakatsemakin dilandasi oleh persoalan persoalan ekonomi. Hal ini cukup mencemaskan, namun perlu disadari bahwa globalisasi adalah sebuah proses dan belum menjadi sebuah produk akhir.
Masyarakat modern memiliki sikap hidup yang mengutamakan materi, memperturutkan kesenangan dan kelezatan syahwat, ingin menguasai aspek kehidupan dan hanya percaya terhadap rumus-rumus pengetahuan empiris saja. Serta sikap hidup yang positivis yang hanya berlandaskan akal. Pada jiwa seseorang yang seperti ini dikhawatirkan akan terjadi sesuatu dikemudian hari seperti yang Allah janjikan akan membuat bencana di darat dan di laut sebagai peringatan agar manusia kembali ke jalan yang benar.

Dari berbagai persoalan diatas terdapat isu-isu penting dalam globalisasi adalah sebagai berikut:

1. Penyalahgunaan ilmu pengetahuan dam teknologi. Sebagai akibat dari terlepasnya ilmu pengetahuan dan teknologi dari ikatan spiritua, maka IPTEK telah disalahgunakan dengan segala cara implikasi negatifnya. Kecanggihan dibidang teknologi komunikasi dan lainnya telah digunakan untuk menggalang kekuatan guna menghancurkan moral umat manusia.
2. Pendangkalan iman. Sebagai akibat akibat lain dari pola pikiran keilmuan, khususnya ilmu-ilmu yang mengakui fakta-fakta yang bersifat empiris menyebabkan manusia dangkal ilmunya.
3. Desintegrasi ilmu pengetahuan. Kehidupan modern antara lain ditandai oleh adanya spesialisasi dibidang ilmu pengetahuan. Masing-masing ilmu pengetahuan memiliki cara pandang tersendiri dalam menghadapi masalah yang dihadapi.
4. Pola hubungan meteralistik. Semangat persaudaraan dan rasa saling tolong-menolong yang didasarkan atas panggilan iman sudah tidak nampak lagi, karena imannya memang sudah dangkal. Pola hubungan satu dan yang lainnya ditentukan oleh seberapa jauh antara satu dan lainnya dapat memberikan keuntungan yang bersifat material.
5. Menghalalkan segala cara. Sebagai akibat lebih jauh dari dangkalnya iman dan pola hidup materialistik, maka manusia dapat dengan mudah menggunakan prinsip menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.
6. Kepribadian yang pecah. Karena kehidupan masyarakat modern dipolakan oleh ilmu pengetahuan maka manusianya menjadi pribadi yang terpecah.
7. Stress dan frustasi. Kehidupan modern yang demikian kompetitif menyebabkan manusia harus menyerahkan seluruh pikiran, tenaga dan kemampuannya. Mereka harus bekerja tanpa mengenal batas dan kepuasan.
8. Kehilangan harga diri dan masa depannya. Terdapat sejumlah orang yang terjerumus atau salah memilih jalan kehidupan. Masa mudanya dihabiskan untuk mempruntukan hawa nafsu dan segala daya dan cara yang ditempuhnya. Kemudian timbulah penyesalan dikemudian hari.[2]

Pos-pos Terbaru

You might be interested in …

Manfaat Studi Kasus

Manfaat Studi Kasus

Umum

Manfaat Studi Kasus Pada dasarnya peneliti yang menggunakan metode penelitian studi kasus bertujuan untuk memahami objek yang ditelitinya. Meskipun demikian, berbeda dengan penelitian yang lain, penelitian studi kasus bertujuan secara khusus menjelaskan dan memahami objek yang ditelitinya secara khusus sebagai suatu ‘kasus’. Keistimewaan Studi Kasus Studi kasus merupakan sarana utama bagi penelitian emik, yakni menyajikan […]

Read More

Kerajinan Kain Perca di Indonesia

Umum

Kerajinan Kain Perca di Indonesia Kerajinan kain perca sebenarnya sudah cukup lama dikenal di Indonesia dan juga termasuk ke dalam kerajinan seni tradisional. Awalnya kerajinan perca di Indonesia kurang diminati. Karena pembuatannya yang berbahan dasar limbah perca, kerajinan ini menjadi dipandang sebelah mata. Namun, seiring dengan semakin meningkatnya daya kreatifitas dan kualitas bahan yang digunakan oleh para […]

Read More

Pemotivasian

Umum

Pemotivasian Mengarahkan atau menyalurkan perilaku manusia kearah tujuan-tujuan. Bernard Berelson dalam Siswanto, mendefenisikan motivasi sebagai keadaan jiwa dan sikap mental manusai yang memberikn energi, mendorong kegiatan, dan mengarah dan menyalurkan perilaku ke arah mencapai kebutuhan yang memberikan kepuasan atau mengurangi ketidakseimbangan. Berhubungan dengan staf dan jelaskan tujuan-tujuan kepada bawahan. Bagi-bagikan ukuran-ukuran pelaksanaan- “performance standards”- Latih […]

Read More