PENJELASAN TENTANG PENGERTIAN DRAMA, UNSUR-UNSUR DRAMA, DAN CIRI-CIRI DRAMA

pengertian drama

PENJELASAN TENTANG PENGERTIAN DRAMA, UNSUR-UNSUR DRAMA, DAN CIRI-CIRI DRAMA

https://rumusguru.com/

 

Drama berasal dari kata Yunani, yaitu draomai yang berarti berbuat, bertindak, bereaksi, dan sebagainya. Jadi, kata drama dapat diartikan sebagai perbuatan atau tindakan.

● Secara umum, pengertian drama adalah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dengan maksud dipertunjukkan oleh aktor. Pementasan naskah drama dikenal dengan istilah teater. Dapat dikatakan bahwa drama berupa cerita yang diperagakan para pemain di panggung.
● Selanjutnya, dalam pengertian kita sekarang, yang dimaksud drama adalah cerita yang diperagakan di panggung berdasarkan naskah.

● Pada umumnya, drama mempunyai dua arti, yaitu drama dalam arti luas dan drama dalam arti sempit.
~ Dalam arti luas, pengertian drama adalah semua bentuk tontonan yang mengandung cerita yang dipertunjukkan di depan orang banyak.
~ Dalam arti sempit,pengertian drama adalah kisah hidup manusia dalam masyarakat yang diproyeksikan ke atas panggung.
Pengertian drama

● Drama adalah karangan yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia dalam bertingkah laku yang dipentaskan dalam beberapa babak. Seni drama sering disebut seni teater.

● Sejarah Drama
Sejarah drama sebagai tontonan sudah ada sejak zaman dahulu. Nenek moyang kita sudah memainkan drama sejak ribuan tahun yang lalu. Bukti tertulis yang bisa dipertanggung jawabkan mengungkapkan bahwa drama sudah ada sejak abad kelima SM. Hal ini didasarkan temuan naskah drama kuno di Yunani. Penulisnya Aeschylus yang hidup antara tahun 525-456 SM. Isi lakonnya berupa persembahan untuk memohon kepada dewa-dewa. Sejarah lahirnya drama di Indonesia tidak jauh berbeda dengan kelahiran drama di Yunani. Keberadaan drama di negara kita juga diawali dengan adanya upacara keagamaan yang diselenggarakan oleh para pemuka agama. Intinya, mereka mengucapkan mantra dan doa.

● Ada beberapa jenis drama tergantung dasar yang digunakannya. Dalam pembagian jenis drama, biasanya digunakan tiga dasar, yakni: berdasarkan penyajian lakon drama, berdasarkan sarana, dan berdasarkan keberadaan naskah drama. Berdasarkan penyajian lakon, drama dapat dibedakan menjadi delapan jenis, yaitu:

1.) Tragedi: drama yang penuh dengan kesedihan
2.) Komedi: drama penggeli hati yang penuh dengan kelucuan.
3.) Tragekomedi: perpaduan antara drama tragedi dan komedi.
4.) Opera: drama yang dialognya dinyanyikan dengan diiringi musik.
5.) Melodrama: drama yang dialognya diucapkan dengan diiringi melodi/musik.
6.) Farce: drama yang menyerupai dagelan, tetapi tidak sepenuhnya dagelan.
7.) Tablo: jenis drama yang mengutamakan gerak, para pemainnya tidak mengucapkan dialog, tetapi hanya melakukan gerakan-gerakan.
8.) Sendratari: gabungan antara seni drama dan seni tari.

● Berdasarkan sarana pementasannya, pembagian jenis drama dibagi antara lain:
~ Drama Panggung: drama yang dimainkan oleh para aktor dipanggung.
~ Drama Radio: drama radio tidak bisa dilihat dan diraba, tetapi hanya bisa didengarkan oleh penikmat.
~ Drama Televisi: hampir sama dengan drama panggung, hanya bedanya drama televisi tak dapat diraba.
~ Drama Film: drama film menggunakan layar lebar dan biasanya dipertunjukkan di bioskop.
~ Drama Wayang: drama yang diiringi pegelaran wayang.
~ Drama Boneka: para tokoh drama digambarkan dengan boneka yang dimainkan oleh beberapa orang.

● Jenis drama selanjutnya adalah, berdasarkan ada atau tidaknya naskah drama. Pembagian jenis drama berdasarkan ini, antara lain:
~ Drama Tradisional:tontonan drama yang tidak menggunakan naskah.
~ Drama Modern: tontonan drama yang tidak menggunakan naskah.

☆ UNSUR-UNSUR DRAMA (TOKOH, LATAR, DAN AMANAT DRAMA)

● Unsur-unsur drama:
~ Tema adalah ide pokok atau gagasan utama sebuah cerita drama
~ Alur yaitu jalan cerita dari sebuah

pertunjukkan drama mulai babak pertama hingga babak terakhir
Tokoh drama atau pelaku drama terdiri dari tokoh utama dan tokoh pembantu. Tokoh utama atau peran utama disebut primadona sedangkan peran pembantu disebut figuran

~ Watak adalah perilaku yang diperankan oleh tokoh drama.
》Watak protagonis adalah watak (periku) baik yang diperankan oleh tokoh drama, contohnya : penyabar, kasih sayang, santun, pemberani, pembela yang lemah, baik hati dan sebagainya.
》Watak antagonis adalah watak (perilaku) jahat yang diperankan oleh tokoh drama, contohnya : sifat iri dan dengki, kejam, penindas dan sebagainya
~ Latar atau setting adalah gambaran tempat, waktu dan situasi peristiwa dalam cerita drama
~ Amanat drama adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada penonton. Amanat drama atau pesan disampaikan melalui peran para tokoh drama


SUMBER : https://rumusguru.com/

You might be interested in …

Pengertian Sosialisai Politik

Pengertian Sosialisai Politik

Pendidikan

Pengertian Sosialisai Politik Pengertian Sosialisai Politik 1. Austin Ranney Sosialisasi politik adalah proses perkembangan di mana seorang memperoleh orientasi politik dalam pola perilaku individu tersebut.   2. David F. Aberle, dalam “Culture and Socialization” Sosialisasi politik adalah pola-pola mengenai aksi sosial, atau aspek-aspek tingkah laku, yang menanamkan pada individu-individu keterampilan-keterampilan (termasuk ilmu pengetahuan), motif-motif dan […]

Read More
Penerapan kurikulum 2013 berisiko

Penerapan kurikulum 2013 berisiko

Pendidikan

Penerapan kurikulum 2013 berisiko Penerapan kurikulum 2013 dianggap berisiko jika dilakukan tanpa pembekalan pelatihan kompetensi guru dan sosialisasi kurikulum yang memadai. Sebab pada kurikulum baru 2013, dilakukan pendekatan tematik yang terintegrasi. Sehingga peluang salah implementasi di lapangan sangat besar tanpa kemampuan yang cukup dari tenaga pendidik, sekalipun sekolah itu adalah sekolah unggulan yang terakreditasi A. […]

Read More
Sistem Perekonomian Indonesia

Sistem Perekonomian Indonesia

Pendidikan

Sistem Perekonomian Indonesia Sistem Perekonomian Indonesia BUMN/  Koperasi/ Home industri Sistem perekonomian adalah system yang di gunakan oleh suatu Negara untuk mengalokasikan sumber daya yang di milikinya baik keapda individu maupun organisasi dinegara tersebut. Perbedaan antara system perekonomian dengan system ekonomian lainnya adalah bagaimana cara system itu mengatur factor produksinya semua factor produksi tersebut dipegang oleh […]

Read More