Penghematan Penggunaan Kata

Penghematan Penggunaan Kata

Penghematan Penggunaan Kata

Penghematan Penggunaan Kata
Penghematan Penggunaan Kata

Penghematan
Kalimat efektif ditandai pula dengan penggunaan kata secara hemat. Penghematan penggunaan kata itu dilakukan, antara lain, dengan cara (a) Tidak mengulang subyek yang sama, (b) Menghindari pemakaian bentuk ganda, dan (c) Menggunakan kata secara hemat.
4.1 Penghilangan Subjek Berulang
Subjek berulang terdapat dalam kalimat majemuk, baik dalam kalimat majemuk setara maupun kalimat majemuk bertingkat. Dalam hal ini subjeknya harus sama pada kalimat majemuk setara subjek kalimat pertama sama dengan subjek kalimat kedua, ketiga, dan seterusnya. Pada kalimat majemuk bertingkat subjek anak kalimat sama dengan subjek induk kalimat. Perhatikan kalimat dibawah ini.
(11) Dia masuk ke ruang pertemuan itu, kemudian dia duduk di kursi paling depan, lalu dia asyik membaca novel.
(11a) Dia masuk ke ruang pertemuan itu, kemudian duduk di kursi paling depan, lalu asyik membaca novel.

Kalimat (11) adalah kalimat majemuk setara yang terdiri atas tiga kalimat dasar dengan subjek yang sama, yaitu dia. Pemunculan subjek sebanyak tiga kali tersebut jelas tidak hemat. Oleh karena itu, subjek kedua dan ketiga tidak perlu hadir sehingga terbentuk kalimat (11a) yang lebih efektif.
Penghilangan subjek kalimat majemuk bertingkat terlihat pada kalimat berikut.
(12) Sejak saya bertempat tinggal di Bogor, saya mempunyai banyak waktu luang.
(12a) Sejak bertempat tinggal di Bogor, saya mempunyai lebih banyak waktu luang.

Pada kalimat (12) terlihat bahwa subjek anak kalimat sama dengan subjek induk kalimat. Karena subjeknya sama, salah satu subjek tersebut dapat dihilangkan sehingga menjadi kalimat (12a). Namun, harus diingat bahwa penghilangan subjek di dalam kalimat majemuk bertingkat tidak boleh dilakukan pada induk kalimat karena kalau urutan diubah akan terjadi seperti (12c). Penghilangan seperti pada kalimat (12b) dan (12c) dibawah ini harus dihindari.
(12b) * Sejak saya bertempat tinggal di Bogor, mempunyai lebih banyak waktu luang.
(12c) * Mempunyai lebih banyak waktu luang sejak saya bertempat tinggal di Bogor.

4.2 Penghilangan Bentuk Ganda
Di dalam pemakaian bahasa sehari-hari sering ditemukan pemakaian bentuk ganda yang dapat digolongkan sebagai bentuk ganda atau bersinonim seperti contoh berikut.
adalah merupakan
agar supaya
seperti misalnya
sangat … sekali
amat sangat
demi untuk
hanya … saja

Tiap-tiap unsur pada pasangan di atas mempunyai arti dan fungsi yang hampir sama di dalam sebuah kalimat. Oleh karena itu, penggunaan kedua unsur tersebut secara bersama-sama, terutama dalam bahasa tulis resmi, harus dihindarkan perhatikan contoh di bawah ini :
(13) Bantuan untuk orang miskin itu adalah merupakan wujud kepedulian sosial masyarakat yang mampu.
(13a) Bantuan untuk orang miskin itu merupakan wujud kepedulian social masyarakat yang mampu.
(13b) Bantuan untuk orang miskin itu adalah wujud kepedulian social masyarakat yang mampu.
(14) Penghijauan kembali lahan gundul perlu digalakkan agar supaya tidak terjadi banjir.
(14a) Penghijauan kembali lahan gundul perlu digalakkan agar tidak terjadi banjir.
(14b) Penghijauan kembali lahan gundul perlu digalakkan supaya tidak terjadi banjir.
(15) Kualitas air tanah di daerah permukiman itu sangat baik sekali.
(15a) Kualitas air tanah di daerah pemukiman itu sangat baik.
(15b) Kualitas air tanah di daerah pemukiman itu baik sekali.
(16) Persoalan yang dibicarakannya amat sangat penting.
(16a) Persoalan yang dibicarakannya amat penting.
(16b) Persoalan yang dibicarakannya sangat penting.
(17) Demi untuk kepentingan rakyat banyak mereka rela berkorban apa saja.
(17a) Demi kepentingan rakyat banyak, mereka rela berkorban apa saja.
(17b) Untuk kepentingan rakyat banyak, mereka rela berkorban apa saja.
(18) Agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan mereka hanya memerlukan waktu beberapa hari saja.
(18a) Agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan, mereka hanya memerlukan waktu beberapa hari saja.

Penggunaan bentuk ganda tampak pada contoh (13)- -(18). Dari segi makna dan kerapihan struktur kalimat, contoh (13)- – (18) itu tidak memperlihatkan adanya masalah kebahasan. Namun, dari segi kehematan penggunaan kata, pemakaian bentuk ganda itu mengandung kemubaziran. Oleh karena itu, yang disarankan untuk digunakan adalah contoh (13a) – – (18a) dan (13b) – – (18b).

4.3 Penghematan Penggunaan Kata
Di dalam bahasa Indonesia tidak dikenal bentuk jamak atau tunggal secara tata bahasa. Kata karyawan,peserta, atau anak, misalnya, dapat bermakna tunggal dan dapat pula bermakna jamak. Hal itu sangat bergantung pada konteks pemakaiannya. Untuk menyatakan makna jamak, antara lain, dapat dilakukan dengan pengulangan atau penambahan kata yang menyatakan makna jamak, seperti para, beberapa, sejumlah, banyak, atau segala. Kedua cara pengungkapan makna jamak itu tidak digunakan secara bersam-sama. Perhatikan contoh dibawah ini.
(19) *Beberapa rumah-rumah di bantaran kali itu akan segera ditertibkan.
(19a) Beberapa rumah di bantaran kali itu akan segera ditertibkan.
(19b) Rumah-rumah di bantaran kali itu akan segera ditertibkan.
(20) *Karyawan harus menaati segala ketentuan-ketentuan yang berlaku di kantor.
(20a) Karyawan harus menaati segala ketentuan yang berlaku di kantor.
(20b) Karyawan harus menaati ketentuan-ketentuan yang berlaku di kantor.

Sumber : https://teknologia.co.id/rayman-fiesta-run-apk/

You might be interested in …

ABG Berseragam Sekolah Kerap Resahkan Warga

ABG Berseragam Sekolah Kerap Resahkan Warga

Pendidikan

ABG Berseragam Sekolah Kerap Resahkan Warga Jajaran Badan Kesbangpol Muba menggelar sidak ke tempat nongkrong sejumlah ABG di seputaran Komplek Perumahan Dinas Pemkab Muba atau Jalan Praja Mukti, Kelurahan Soak Baru, Selasa (14/5). Hasilnya, ditemukan sekelompok pelajar dengan latar belakang sekolah yang berbeda tengah berkumpul sambil merokok serta makan-makanan ringan. Kaban Kesbangpol Muba, HM Soleh […]

Read More
Bagi nasabah

Bagi nasabah

Pendidikan

Bagi nasabah           Masyarakat yang menolak konsep asuransi, biasanya disebabkan karena kurangnya pengetahuan mereka pada keuntungan asuransi. Selain itu, ada sebuah stigma tradisional yang menyebabkan seseorang sudah merasa apriori pada kata asuransi. Beberapa stigma negatif seperti telah disebutkan sebelumnya semakin diyakini sebagai sebuah kebenaran ketika pihak perusahaan asuransi sendiri misalnya tidak memberikan edukasi secara jelas […]

Read More
Pengertian Void, Latar Belakang, Tujuan dan Langkah Kerjanya

Pengertian Void, Latar Belakang, Tujuan dan Langkah Kerjanya

Pendidikan

Pengertian Void, Latar Belakang, Tujuan dan Langkah Kerjanya   A.PENGERTIAN VOIP adalah singkatan dari Voice Over Internet Protokol merupakan teknologi yang memungkinkan percakapan suara jarak jauh melalui media internet. Jadi data suara diubah menjadi kode digital dan diartikan melalui jaringan yang mengirimkan paket-paket data dan bukan lewat sirkuit analog telepon biasa. B.LATAR BELAKANG Dapat saling […]

Read More