Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan

Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses yang dialami oleh remaja secara kontinue.  pertumbuhan dan perkembangan adalah proses yang saling berhubungan tak bisa dilepaskan dari kehidupan remaja.Pertumbuhan merupakan proses yang berkaitan dengan dengan perubahan kuantitatf yang mengacu pada jumlah besar serta luas yang bersifat konkret yang biasanya menyangkut ukuran dan struktur biologis. Pertumbuhan adalah proses perubahan dari segi fisik yang berlangsung normal dalam perjalanan wakt tertentu. Dalam setiap pertumbuhan bagian – bagian tubuh memiliki tempo kecepatan yang berbeda – beda. Misalnya pertumbuhan alama kelamin pria, pada masa anak-anak alat kelamin tumbuh lambat namun setelah pubertas mengalami percepatan. Sebaliknya pertumbuhan susunan saraf pusat mengalami percepatan saat masa anak-anak namun setelah masa pubertas relatif lambat bahkan terhenti. Faktor – Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan yang kurang normal pada organisme:

  1. Faktor – faktor yang terjadi sebelum lahir. Misalnya pada saat masakehamilan seorang ibu dan janin mengalami kekurangan nutrisi; janin terkena virus kercaunan, TBC, kolera, tifus, gondok, sakit gula dan sebagainya.
  2. Faktor ketika lahir atau kelahiran. Salah satunya yaitu pendarahan pada otak bayiintracranial haemoragedisebabkan oleh tekanan dinding rahim sewaktu ia dilahirkan dan oleh efek susunan saraf pusat, karena proses kelahiran bayi dilakukakan dengan bantuan tangver-lossing.
  3. Faktor yang dialami bayi setelah lahir antara lain oleh karena pengalaman traumatik pada kepala, kepala bagian dalam terluka karena kepala bayi (janin) terpukul , atau mengalami serangan sinar matahari dan sebagainya.
  4. Faktor Psikologis antara lain oleh karena bayi ditinggalkan bibu, ayah atau kedua orang tuanya . Sebab lain ialah anak dititipkan pada suatu lembaga seperti rumah sakit, rumah yatim piatu sehingga mereka kurang sekali mendapatkan perwatan jasmaniah dan cinta kasih sayang orang tua. Anak – anak tersebut mengalami kehampaan psikis(innatie psikis )

Secara umum konsep perkembangan dikemukakan oleh Werner (1957) sebagai berikut: “Perkembangan sejalan dengan prinsip orthogenetis, bahwa perkembangan berlangsung dari keadaan global dan kurang berdiferensiasi sampai ke keadaan di mana diferensiasi, artikulasi dan itegrasi meningkat secara bertahap.” Proses diferensiasi itu diartikan sebagai prinsip totalitas pada diri anak; bahwa dari penghayatan totalitas itu lambat laun bagian-bagiannya menjadi semakin nyata dan bertambah jelas dalam kerangka keseluruhan.

Menurut Nagel (1957), perkembangan  merupakan pengertian di mana terdapat struktur yang terorganisasikan dan mempunyai fungsi-fungsi tertentu, oleh karena itu bilamana terjadi perubahan struktur baik dalam organisasi maupun dalam bentuk, akan mengakibatkan perubahan fungsi.

Menurut Schneirla (1957), perkembangan adalah perubahan-perubahan progresif dalam organisasi organisme, dan organisme ini dilihat sebagai sistem fungsional dan adaptif sepanjang hidupnya. Perubahan progresif ini meliputi ini meliputi dua faktor yaitu kematangan dan pengalaman.

Spiker (1966) mengumukakan dua macam pengerian yang harus dihubungkan dengan perkembangan yakni

  1. Ortogenetik yang berhubungan dengan perkembangan sejak terbentuknyaindivdu yang baru dan seterusnya sampai dewasa.

2.Filogenetik yakni perkembangan dari asal usul manusia sampai sekarang ini. Perkembangan perubahan fungsi sepanjang masa hidupnya menyebabkan perubahan tingkah laku dan perubahan ini juga tersedia sejak permulaan adanya manusia. Jadi perkembangan Ortogenetik mengarah ke suatu tujuan khusus sejalan dengan perkembangan evolusi yang mengarah kepada kesempurnaaan manusia.

Perubahan-perbuhan meliputi beberapa aspek, baik fisik maupun psikis. Perubahan tersebut dibagi menjadi 4 kategori, yaitu:

  1. Perubahan daam ukuran.

Perubahan dalam bentuk pertambahan ukuran panjang atau tinggi maupun berat badan.

  1. Perubahan dalam perbandingan.

Dilihat dari sudut fisik terjadi perubahan proporsional antara kepala, anggota badan, dan anggota gerak. Misalnya perbandingan antara besarnya kepala dengan anggota badan, semakin bertambah umur semakin bertambah besar.

  1. Berubah untuk mengganti hal-hal yang lama.

Bahasa bai yang tidak jelas dan kadang-kadang berbicara cadel semakin menghilang dan diganti dengan perkataan yang lebih jelas artinya.

  1. Berubah untuk memperoleh hal-hal yang baru.

Ketika dilahirkan, bayi belum mempunyai gigi dan beberapa waktu kemudian (kalau sudah sampai waktunya) gigi tersebut akan tumbuh. Dengan demikian, bayi memperoleh sesuatu yang baru yang sebelumnya belum ada atau belum dimiliki.

sumber :
https://www.dosenmatematika.co.id/gb-whatsapp-apk/

You might be interested in …

Proses Implementasi Nusantara Sehat

Pendidikan

Proses Implementasi Nusantara Sehat Penempatan  1170 orang tenaga kesehatan akan dilakukan secara berkesinambungan ke 130 Puskesmas dan mereka akan bertugas di masing-masing Puskesmas selama 2 (dua) tahun. Seluruh peserta diberikan pembekalan materi bela negara, keahlian medis dan non-medis serta pengetahuan tentang program – program kesehatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan . Mereka juga diberikan pemahaman […]

Read More
Masuk dan Berkembangnya Pendidikan Islam di Aceh

Masuk dan Berkembangnya Pendidikan Islam di Aceh

Pendidikan

Masuk dan Berkembangnya Pendidikan Islam di Aceh Hampir semua ahli sejarah menyatakan bahwa dearah Indonesia yang mula-mula di masuki Islam ialah daerah Aceh.[15] Berdasarkan kesimpulan seminar tentang masuknya Islam ke Indonesia yang berlangsung di Medan pada tanggal 17 – 20 Maret 1963, yaitu: Islam untuk pertama kalinya telah masuk ke Indonesia pada abad ke-7 M, dan […]

Read More
Memperingati 9.5 Philanthropy Week, UCWeb Donasikan 10.000 Buku

Memperingati 9.5 Philanthropy Week, UCWeb Donasikan 10.000 Buku

Pendidikan

Memperingati 9.5 Philanthropy Week, UCWeb Donasikan 10.000 Buku Berdasarkan data yang diterbitkan oleh Central Connecticut State University, Indonesia adalah negara dengan literasi terendah kedua di dunia dalam daftar 61 negara terukur. Berdasarkan data yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 2017, masih ada lebih dari 200.000 anak yang putus sekolah. Selain itu, […]

Read More