Pengertian Pengawasan

 Pengertian Pengawasan

 Pengertian Pengawasan

Tak dapat disangkal bahwa masing-masing fungsi pimpinan berhubungan erat satu sama lain. Hal ini akan lebih jelas, bila kita ingat bahwa sesungguhnya fungsi manajerial yang lima itu, yakni merencanakan, pengorganisasian, penyusunan, memberi perintah dan pengawasan adalah prosedur atau urutan pelaksanaan dalam merealisasi tujuan badan usaha. Dan fungsi pengawasan memiliki hubungan dengan fungsi manajerial lainnya yaitu membantu penilaian apakah fungsi manajerial lainnya tersebut telah dilaksanakan secara efektif atau sebaliknya. Walaupun terdapat kenyataan demikian, umumnya para ahli lebih menonjolkan hubungan erat antara perencanaan, memberi perintah, dan pengawasan.

Perencanaan berhubungan erat dengan fungsi pengawasan karena dapat dikatakan rencana itulah sebagai standar atau alat pengawasan bagi pekerjaan yang sedang dikerjakan. Demikian pula fungsi pemberian perintah berhubungan erat dengan fungsi pengawasan karena sesungguhnya pengawasan itu merupakan follow up dari perintah-perintah yang sudah dikeluarkan. Apa yang sudah diperintah haruslah diawasi, agar apa yang diperintahkan itu benar-benar dilaksanakan.

Mengingat hubungan-hubungan erat antara ketiga fungsi tersebut, maka pengawasan dapat diartikan sebagai suatu proses untuk menerapkan pekerjaan apa yang sudah dilaksanakan, menilainya, dan bila perlu mengoreksi dengan maksud supaya pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semula.
Menurut Robert J. Mockler pengawasan manajemen adalah suatu usaha systematic untuk mmenerapkan standar pelaksanaan dengan tujuan-tujuan perencanaan, merancang system informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan, serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan-tujuan perusahaan.

George R. Tery (2006:395) mengartikan pengawasan sebagai mendeterminasi apa yang telah dilaksanakan, maksudnya mengevaluasi prestasi kerja dan apabila perlu, menerapkan tidankan-tindakan korektif sehingga hasil pekerjaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Robbin (dalam Sugandha, 1999 : 150) menyatakan pengawasan itu merupakan suatu proses aktivitas yang sangat mendasar, sehingga membutuhkan seorang manajer untuk menjalankan tugas dan pekerjaan organisasi.

sumber :

God of Era: Epic Heroes War (GoE) 1.0.50 Apk + Mod

You might be interested in …

 Mahalnya Biaya Pendidikan

Pendidikan

 Mahalnya Biaya Pendidikan Pendidikan bermutu itu mahal, itulah kalimat yang sering terlontar di kalangan masyarakat. Mereka menganggap begitu mahalnya biaya untuk mengenyam pendidikan yang bermutu. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-Kanak (TK) sampai Perguruan Tinggi membuat masyarakat miskin memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah. Makin mahalnya biaya pendidikan sekarang ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah […]

Read More
Sejarah Tri Koro Dharmo

Sejarah Tri Koro Dharmo

Pendidikan

Sejarah Tri Koro Dharmo Salah satu organisasi gerakan nasional yang tumbuh dari kalangan cowok dan perempuan Indonesia yaitu Tri Koro Dharmo. Pada pembahasan kali ini kita akan mengkaji wacana sejarah Tri Koro Dharmo, tokoh pendiri tri koro dharmo, sejarah perkembangan tri koro darmo, tujuan dan latar belakang berdirinya tri koro dharmo. Sejarah Tri Koro Dharmo Perkumpulan cowok […]

Read More

Pemeriksaan kulit dan kuku

Pendidikan

Pemeriksaan kulit dan kuku Tujuan       1)     Mengetahui kondisi kulit dan kuku       2)     Mengetahui perubahan oksigenasi, sirkulasi, kerusakan jaringan setempat, dan hidrasi. Persiapan       1)     Posisi klien: duduk/ berbaring       2)     Pencahayaan yang cukup/lampu       3)      Sarung tangan (untuk lesi basah dan berair) Prosedur Pelaksanaan Pemeriksaan kulit\ Inspeksi : kebersihan, warna, pigmentasi,lesi/perlukaan, pucat, sianosis, […]

Read More