Pengertian Penerapan Nilai dan Norma Sosial

Pengertian Penerapan Nilai dan Norma Sosial

Pengertian Penerapan Nilai dan Norma Sosial

Pengertian Penerapan Nilai dan Norma Sosial
Pengertian Penerapan Nilai dan Norma Sosial

Nilai dan norma di ciptakan masyarakat berdasarkan hasil kesepakatan. Intinya, setiap individu memahami dan bersedia menjalankannya. Nilai dan norma sosial dibentuk demi mendapatkan keteraturan sesuai pandangan lokalitas masyarakat.

Untuk mendapatkan keteraturan tersebut nilai dan norma sosial yang telah disepakati perlu di implementasuikan atau diterapkan dalam kehidupan nyata.

Kesepakatan dalam pembentukan nilai dan norma juga memiliki arti bahwa masyarakat bersedia menerima konsekuensi jika melanggarnya. Terkadang beberapa individu masih melakukan pelanggaran terhadap nilai dan norma.

Konsekuensi dari perbuatannya adalah mendapatkan sanksi sesuai pelanggaran yang telah diperbuat. Untuk memahami lebih jauh tentang penerapan nilai dan norma sosial, pelajarilah materi berikut.

Peran Nilai dan Norma dalam Masyarakat

Masyarakat terdiri atas beberapa individu dengan kepribadian yang berbeda. Individu-individu tersebut berusaha memenuhi kebutuhan/kepentingan masing-masing.

Dapat dibayangkan apabila setiap individu berusaha memenuhi kebutuhan mereka dengan memahami cara masing-masing, besar kemungkinan akan terjadi perselisihan atau konflik.

Oleh karena itu diperlukan nilai dan norma yang mengatur perilaku masyarakat karena kekacauan akan muncul jika tidak ada nilai dan norma dalam masyarakat.

Apa sebenarnya peran nilai dan norma dalam masyarakat?
Secara umum, nilai dan norma berperan sebagai pengatur perilaku masyarakat agar tidak menimbulkan kerugian dan ketidak adilan.

Peran Nilai dan Norma Sosial secara detail sebagai berikut.

a. Sebagai Petunjuk Perilaku yang Benar

Nilai dan Norma merupakan petunjuk  perilaku yang benar dalam masyarakat. Nilai dan norma adalah kumpulan peraturan yang berisi berbagai macam aturan dan dapat digunakan oleh masyarakat sebagai petunjuk dalam berperilaku.

b. Sebagai Pengatur Sistem dalam Masyarakat

Dalam masyarakat terdapat berbagai sistem yang mengatur kehidupan mereka. Sistem tersebut merupakan hal yang mendukung berbagai kegiatan masyarakat. Nilai dan norma dapat menjadi pengatur sistem tersebut agar tidak saling bertabrakan satu sama lain.

c. Sebagai Pelindung bagi Pihak yang Lemah

Masyarakat terdiri atas berbagai golongan. Ada pihak yang kuat dan ada pihak yang lemah. Apabila tidak ada nilai nilai dan norma yang melindungi pihak yang lemah, mereka akan menderita. Nilai dan norma akan menjadi pelindung bagi mereka dengan berbagai aturan dan sanksinya.

d. Sebagai khazanah Budaya Masyarakat

Adanya nilai dan norma baru yang menyesuaikan dengan perkembangan zaman dapat memperkaya khazanah budaya masyarakat. Budaya yang yang sudah ada dalam masyarakat merupakan hasil cipta, karsa, dan karya manusia yang menjadi wujud nyata keberadaan manusia di dunia.

e. Sebagai Alat Pemersatu Masyarakat

Nilai dan norma dapat mempersatukan berbagai perbedaan dalam masyarakat. Adanya kesamaan nilai dan norma yang dianut dapat menjadi alat pemersatu masyarakat. Dengan demikian, integrasi tetap terjaga.


Sumber: https://itms.co.id/seva-mobil-bekas/

You might be interested in …

Sinergi

Sinergi

Pendidikan

Sinergi Walaupun konsep synergi telah dijelaskan diatas namun, penggunaan konsep synergi di sini digunakan secara lebih luas. Sinergi berasal dari kata Greek ‘synergia’ atau ‘synergos’ yang berarti bekerja sama. Peter Corning ( Synergy and Self-Organization In The Evolution Of Complex Systems – www.complexsystems.org ) yang telah turut memperjelas fenomena, ini yang rata-rata berlaku dalam alam […]

Read More
Plate Orifice

Plate Orifice

Pendidikan, Umum

Plate Orifice Pengertian plate orifice Orifice merupakan salah satu komponen dari perangkat primer (primary device) untuk mengukur aliran dengan menggunakan prinsip mengubah kecepatan aliran, riilnya yaitu mengubah luasan yang dilalui aliran fluida tersebut (orifice). Orifice adalah salah satu alat yang digunakan untuk mengukur laju aliran volum atau massa fluida di dalam saluran yang tertutup (pipa) […]

Read More
Teori Upah Efisiensi

Teori Upah Efisiensi

Pendidikan

Teori Upah Efisiensi Alasan kempat mengapa penganguran selalu terjadi dalam perekonomian, selain pencarian kerja, peraturan upah minimum, dan serikat pekerja, dijelaskan oleh teoriupah efisiensi (efficiency wages). Menurut teori ini, perusahaan – perusahaan lebih efisien jika upah berada diatas titik keseimbangan. Pemahaman baru yang diberikan oleh teori upah efisiensi adalah membayar upah lebih tinggi dapat menguntungkan […]

Read More