Pengertian Ibadah Haji

Pengertian Ibadah Haji

Pengertian Ibadah Haji

Pengertian Ibadah Haji
Pengertian Ibadah Haji

Pengertian Ibadah Haji

Ibadah haji merupakan rukun islam yang kelima, apabila kita telah melaksanakannya maka sempurnalah islam kita, meskipun demikian banyak sekali saudara-saudara kita yang berhaji masih bingung mengenai pelaksanaan ibadah haji, oleh karena itu saya mengajak para pembaca menilik bagaimana rasulullah melaksanakan haji, siapa tau diantara para pembaca dikemudian hari ada yang ingin melaksanakan ibadah haji karena dengan petunjuk beliaulah haji kita menjadi mabrur.

sebagai wujud pelaksanaan perintah, beliau bersabda:

خُذُوْا عَنِّىمَنَاسِكَكُمْ

“Ambillah dariku manasik haji kalian!” Saya akan mengartikan terjemahan lengkap hadits Jabir bin ‘Abdillah R.a yang menerangkan “Cara Haji Rasulullah SAW”, dan saya bubuhkan beberapa komentar serta keterangan para ulama berupa catatan kaki, dan hanya kepada Allah saya memohon taufiq dan petunjuk.

Jabir R.a berkata: “Bahwasanya Rasulullah SAW tinggal di kota Madinah selama sembilan tahun belum pernah melaksanakan haji. Kemudian diumumkan kepada manusia pada tahun kesepuluh Hijriyyah, bahwasanya Rasulullah SAW akan melaksanakan ibadah haji (pada tahun ini).

Maka banyak para Sahabat yang berdatangan ke kota Madinah, semua berharap akan mengikuti (tata cara haji) Rasulullah SAW dan melakukan seperti apa yang dilakukan beliau. Lalu kami keluar bersama beliau hingga tiba di Dzul Hulaifah . (Setiba ditempat ini) Asma’ binti Umais melahirkan Muhammad bin Abu Bakar (ash-Shiddiq), maka ia mengutus seseorang kepada Rasulullah SAW wasalam (untuk bertanya) apa yang harus diperbuat-nya, beliaupun bersabda (kepada Asma): “Mandilah dan tutuplah (sumbatlah) tempat keluar darah dengan kain dan berihramlah! Kemudian Rasulullah SAW melaksanakan shalat di masjid.

Rasulullah Berihram

Kemudian beliau menaiki Qashwa’ (unta beliau) hingga setelah berada diatasnya ditengah padang pasir terbuka, (beliau berihram dengan mengucapkan “لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ بِحَجَّةٍ” “Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah untuk melaksanakan haji”.

Selanjutnya Jabir berkata: “Maka aku melihat sepanjang mata memandang dari depan beliau para jama’ah haji yang menggunakan kendaraan dan yang berjalan, demikian pula disisi kiri beliau, disisi kanan beliau dan dibelakang beliau seperti itu (penuh dengan jama’ah haji), sementara Rasulullah SAW berada di tengah-tengah kami, dan diturunkan al-Quran (wahyu) kepada beliau, dan beliau mengetahui penafsirannya. Apa saja yang beliau lakukan kamipun melakukannya. Selanjutnya beliau mengangkat suaranya dengan membaca “talbiyah” yang berisikan tauhid kepada Allah:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَ شَرَيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَ النِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيَكَ لَكَ
“Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, sesung-guhnya segala pujian dan kenikmatan ada-lah milik-Mu, demikian pula kekuasaan ini (milik-Mu), tiada sekutu bagi-Mu.”

Manusia pun mengangkat suara mereka sambil bertalbiyah dengan talbiyah yang mereka ucapkan, maka Rasulullah SAW tidak membantah mereka sedikitpun dari talbiyah mereka itu, sedangkan Rasulullah SAW terus menetapi talbiyahnya.
(Selanjutnya) Jabir berkata: “Kami tidak berniat kecuali haji, kami tidak mengetahui umrah.”

Memasuki Kota Makkah dan Thawaf

Hingga tatkala kami telah sampai di Baitullah bersamanya beliau memegang/mengusap Hajar Aswad , lalu thawaf dengan berlari-lari kecil pada tiga putaran (pertama) dan berjalan seperti biasa pada empat putaran (berikutnya). Lalu beliau menuju ke maqam Ibrahim As dan membaca:

“ Wattakhidzuu mimmaqaami Ibraahiim”. “Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim sebagai tempat shalat…”
Beliau jadikan maqam Ibrahim terletak di antara beliau dan Ka’bah, lalu beliau shalat dua rakaat dengan membaca: surat Al Ikhlas dan surat Al Kaafirun (Setelah shalat) beliau menuju ke sumur zam-zam, lalu minum air zam-zam, dan menuangkannya diatas kepala beliau, kemudian beliau kembali ke Hajar Aswad, lalu mengusapnya.

Baca Juga: