Pengelolaan Kelas di MIN 1 Malang

Pengelolaan Kelas di MIN 1 Malang

            Berdasarkan observasi yang dilakukan di MIN 1 Malang, pengelolaan kelas agar menciptakan kelas yang efektif yaitu dengan melakukan perencanaan terlebih dahulu, setelah perencanaan dilakukan pelaksanaan, dan evaluasi mengenai hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Perencanaa pembelajaran termuat dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau biasa yang disebut dengan RPP. Di dalam RPP sudah termuat mengenai  kompetensi dasar, indikator dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Termasuk dalam menentukan metode, model, media, dan penilaian yang akan digunakan dalam pembelajaran. Selaras dengan Gunawan, (2016:7) bahwa pengelolaan kelas mencakup proses perencanaan, pengorganisasian, aktualisasi, dan pengawasan yang dilakukan oleh guru, baik individu maupun dengan atau melalui orang lain (misalnya rekan sejawat atau dengan siswa sendiri) untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien, dengan cara memberdayakan segala sumber daya yang ada. Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 Pasal 19 Ayat 3 Tentang Standar Proses, bahwa setiap satuan Pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan, proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Sehingga untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien, perlu adanya perencanaan yang baik dengan perencanaan yang pula akan menghasilkan kelas efektif untuk guru dan peserta didik.

            Pelaksanaan pembelajaran di MIN 1 Malang berdasarkan pada perencanaan yang telah dibuat pada RPP yang mengacu pada Kompetensi Dasar (KD). Kompetensi Dasar (KD) Misalnya dalam mata pelajaran akhidah dan akhlak membahas tentang akhlak terpuji, maka kompetensi dasar yang harus dikuasi siswa yaitu siswa dapat memahami dan menerapkan akhlak-akhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari. Jika peserta didik telah mencapai tahap tersebut maka guru berhasil dalam mencapai tujuan pembelajaran.

 Selanjutnya yaitu tahap evaluasi, tahap evaluasi disini lebih diarahkan pada evaluasi hasil belajar peserta didik. Evaluasi yang digunakan di MIN 1 Malang yaitu evaluasi secara indivu. Jadi, meskipun guru memerintahkan untuk bekerja secara kelompok penilaian yang dilakukan tetaplah dilakukan secara individu. Penilaian sacara individu dilakukan karena bertujuan untuk mengukur tingkat kemampuan dan tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Sesuai dengan yang disampaikan oleh Jahja Qohar Al-Haj dalam Mahirah (2017:262), mengungkapkan bahwa fungsi evaluasi dilihat dari sisi siswa yaitu untuk mengetahui tingkat pencapaian siswa dalam proses pembelajaran. Sedangkan jika dilihat dilihat dari sisi program pengajaran yaitu sebagai dasar pertimbangan kenaikan dan promosi siswa, sebagai dasar penyusunan dan penempatan kelompok siswa yang homogen, sebagai diagnosis dan remedial, sebagai dasar dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan, sebagai pemberi motivasi pada siswa, dan sebagai dasar pemberian angka dan rapor bagi kemajuan belajar siswa. Jadi, tujuan evaluasi secara individu yaitu untuk mengukur tingkat pencapaian dan penguasaan materi pada peserta didik dan sebagai bahan evaluasi pembelajaran yang telah dilakukan oleh guru. Dengan adanya evaluasi tersebut guru dapat mencari tahu masalah apa yang dialami peserta didik, sehingga peserta didik tersebut tidak dapat mencapai batas minimal yang telah ditentukan. Misalnya cara pengajaran guru yang kurang sesuai, jadi guru dapat memperbaiki cara mengajarnya agar dapat diterima oleh seluruh peserta didik.

Keterampilan Guru dalam Menciptakan Kelas Efektif

Keterampilan guru dalam menciptakan kelas yang efektif sangat dibutuhkan, karena dengan guru yang terampil dalam mengkondisikan kelasnya maka kedisiplinan dan kondusifitas dalam kelas akan tetap terjaga. Dalam menjaga kondusifitas dan kedisiplinan kelas di MIN 1 Malang, guru telah melakukan kontrak kelas terlebih dahulu anatar peserta didik dengan guru mengenai peraturan-peraturan yang ada di kelas. Berdasarkan Colvin dalam Widodo (2013:336), terdapat beberapa langkah penegakan disiplin kelas yang harus dilakukan oleh guru dalam menegakkan disiplin kelas proaktif, yaitu: (1) pernyataan tujuan; (2) menyusun perilkau yang diharapkan; (3) mengajarkan perilaku yang diharapkan; (4) mempertahankan perilaku yang diharapkan; (5) perbaikan perilaku bermasalah; (6) menggunakan data; dan (7) mempertahankan rencana untuk jangka panjang.

Selain itu, guru juga menggunakan metode-metode pembelajaran yang menarik bagi peserta didik sehingga dapat meningkatkan berpartisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan di MIN 1 Malang yaitu dengan metode pembelajaran kontekstual. Model pembelajaran kontekstual yaitu model pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara langsung dalam pembelajaran dengan pengalamannya sendiri, sehingga materi yang disampaikan lebih dipahami dan peserta didik tidak hanya sekedar mengetahui materinya saja. Sesuai dengan yang diungkapkan oleh Kadir (2013:19), bahwa pembelajaran kontekstual merupakan konsep pembelajaran yang beranggapan bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan secara ilmiah, artinya belajar akan lebih bermakna jika anak bekerja dan mengalami sendiri apa yang akan dipelajarinya, bukan sekedar mengetahuinya. Misalnya seperti pembelajaran kontekstual yang diterapkan di MIN 1 Malang yaitu, materi belajar tentang gizi makanan. Pada materi tersebut, peserta didik diminta untuk membawa makanan, seperti buah, sayur, biji, ataupun kacang-kacangan. Dari makanan yang dibawa, peserta didik diminta untuk mengamati dan mencari tahu apa saja gizi yang terkandung dalam makanan tersebut.

Sedangkan untuk mengaktifkan peserta didik dalam proses pembelajaran, guru di MIN 1 Malang menerapkan metode observasi. Metode ini mendorong peserta didik agar lebih aktif dalam proses pembelajaran. Metode observasi yang digunakan seperti, peserta didik diminta untuk mengamati pertumbuhan pada tanaman. Dalam melaksanakan kegiatan tersebut peserta didik diberikan langkah-langkah kerja yang harus dikerjakan yang tertuang dalam lembar kerja siswa. Setelah selesai, siswa diminta untuk mempresentasikan hasil yang didapatkan di depan kelas.

sumber :

Monster Warlord v4.1.2 Apk for android

You might be interested in …

Perbedaan Karya Ilmiah dengan Non-ilmiah

Perbedaan Karya Ilmiah dengan Non-ilmiah

Pendidikan

Perbedaan Karya Ilmiah dengan Non-ilmiah Perbedaan Karya Ilmiah dengan Non-ilmiah Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek. Karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau observasi. Karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam […]

Read More
Pemeringkat Efek

Pemeringkat Efek

Pendidikan

Pemeringkat Efek Kegiatan pemeringkat Efek menurut Penjelasan Pasal 43 Peraturan Pemerintah 45 tahun tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal sebagaimana diubah dengan Peratruan Pemerirntah Nomor 12 tahun 2004 adalah kegiatan membuat penilaian mengenai kualitas atas suatu Efek dalam bentuk kode yang dibakukan. Perusahaan Investasi yang melakukan kegiatan sebagai pemeringkat Efek harus berbentuk perseroan dengan […]

Read More
Sumber-Sumber Hukum

Sumber-Sumber Hukum

Pendidikan

Sumber-Sumber Hukum Sumber hukum adalah segala sesuatu yang berupa tulisan, dokumen, naskah, dsb yang dipergunakan oleh suatu bangsa sebagai pedoman hidupnya pada masa tertentu. (KBBI, h. 973). Pada umumnya para pakar membedakan sumber hukum ke dalam kriteria : 1)     Sumber hukum materiil Menurut Sudikno Mertokusumo , Sumber Hukum Materiil adalah tempat dari mana materiil itu diambil. […]

Read More