PENGARUH KEDISIPLINAN

PENGARUH KEDISIPLINAN

PENGARUH KEDISIPLINAN

PENGARUH KEDISIPLINAN

Orang yang memiliki disiplin diri yang baik akan berpengaruh terhadap perilakunya, yaitu tingkah laku, minat, pendirian, dan kemampuan yang positif. Pribadi yang disiplin sangat berhati-hati dalam mengelola pekerjaan dan penuh tanggung jawab dalam memenuhi kewajibannya. Misalnya, seorang yang disiplin tidak akan mau menyontek karena menyontek berarti menipu diri sendiri dan orang lain, tidak merokok karena dapat merusak kesehatannya, atau tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah meskipun tanpa pengawasan orangtua.

Demikian pula, orang yng disiplin akan menjalankan tugas piket, mengerjakan tugas rumah, dan berbagai tanggung jawab lainnya karena terbiasa bertanggung jawab (Rintyastini dan Charlotte, 2010: 57).

Linda dan Richard Eyre

(dalam Rintyastini dan Charlotte, 2010: 60) menjelaskan pengaruh kedisiplinan diri bagi seseorang yaitu: (1) sanggup menggerakkan dan mengatur diri serta waktu sendiri, (2) sanggup mengendalikan emosi, (3) sanggup mengendalikan nafsu.

Sebaliknya, jika orang tidak memiliki kedisiplinan akan memiliki perilaku yang negatif. Perilaku negatif sebagian remaja, pelajar, dan mahasiswa yang tidak disiplin akhir-akhir ini telah melampaui batas kewajaran karena telah menjurus pada tindak melanggar hukum, melawan hukum, melanggar tata-tertib, melanggar moral agama, krimimnal, dan telah membawa akibat yang sangat merugikan masyarakat.

Dalam hal ini, guru bertanggung jawab mengarahkan apa yang baik, dan berbuat apa yang baik, harus menjadi contoh, sabar, dan penuh pengertian. Guru harus mampu menumbuhkan disiplin dalam diri peserta didik, terutama disiplin diri.

Kepentingan Guru

Untuk kepentingan tersebut, guru harus mampu melakukan hal-hal sebagai berikut: (1) membantu peserta didik mengembangkan pola perilaku untuk dirinya, (2) membantu peserta didik meningkatkan stadar perilakunya, (3) menggunakan pelaksanaan aturan sebagai alat untuk menegakkan disiplin.

Kesimpulannya, kedisiplinan berpengaruh terhadap perilaku seseorang, yaitu tingkah laku, minat, pendirian, dan kemampuan yang positif.

Baca juga:

You might be interested in …

  Komponen Komunikasi

  Komponen Komunikasi

Pendidikan

  Komponen Komunikasi Menurut Wwilbur Schramm, dalam suatu proses komunikasi paling sedikit harus terdiri dari 3 komponen yaitu: Sumber Pesan Penerima Sementara menurut Harold Lasswell, komponen-komponen komunikasi dan proses komunikasi dalam suatu kalimat tanya: Who says what in which channel to whom with what effect. Berdasarkan pada formula Lasswell di atas, maka komponen komunikasinya adalah: sumber […]

Read More

 Kompetensi Kepala Sekolah

Pendidikan

 Kompetensi Kepala Sekolah Pada dasarnya kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang kepala sekolah adalah kompetensi  sebagai seorang guru professional, yang kemudian diberi tugas-tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Dengan demikian kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang kepala sekolah sebagai pejabat professional dalam bidang kependidikan adalah meliputi empat kompetensi  yang diwajibkan  pada guru berdasarkan UU No. 14 Tahun 2005 tentang […]

Read More
Pentingnya pendidikan tentang HAM

Pentingnya pendidikan tentang HAM

Pendidikan

Pentingnya pendidikan tentang HAM Pentingnya Pendidikan Berbasis Hak Asasi Manusia Oleh Benni Setiawan Penulis Buku Agenda Pendidikan Nasional tinggal di Yogyakarta ISU hak asasi manusia (HAM) di Indonesia mulai mendapat tanggapan yang beragam dari masyarakat pascajatuhnya HM Soeharto dari kursi kepresidenan. Perbincangan mengenai HAM sering kali dikaitkan dengan rezim Orde Baru yang otoriter. Kasus-kasus yang […]

Read More