Pendidikan Tinggi di Indonesia Perlu Direformasiserta

Pendidikan Tinggi di Indonesia Perlu Direformasiserta

Pendidikan Tinggi di Indonesia Perlu Direformasiserta

Pendidikan Tinggi di Indonesia Perlu Direformasiserta
Pendidikan Tinggi di Indonesia Perlu Direformasiserta

Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan Dr HM Isa Indrawan SE MM

mewisuda 1.218 lulusan program pasca sarjana, sarjana dan diploma Unpab ke 62 di gedung Selecta Medan, Sabtu (7/9).
Dikatakan,wisuda merupakan suatu hari yang sangat bersejarah bagi para wisudawan/ti dan hari yang sangat penting bagi orang tua. Perjuangan yang telah dilalui selama 3,5 tahun sampai 4 tahun telah mencapai tujuan yang dicita-citakan. Perjuangan berat telah menemui hasil.
Hadir Ketua dan para anggota Yayasan Prof Dr H Kadirun Yahya dan undangan lainnya.
“Selamat dan Sukses kepada para wisudawan serta keluarga. Kami mengharapkan amalkan ilmu dalam profesi masing-masing. Jaga nama baik almamater Unpab tercinta di tengah masyarakat. Sebagai alumnus Unpab harus menjadi agen perubahan bangsa ini dengan bekerja keras, jujur dan disiplin, lakukanlah perubahan mulai dari diri sendiri,” katanya.

Pendidikan merupakan optimalisasi potensi dimana dilakukan dengan usaha sadar

dan terencana untuk mewujudkan peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kecerdasan, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Menurut Presiden Soekarno bahwa “Bangsa yang besar ialah bangsa yang mampu mewujudkan mimpi yang besar”. Perwujudan itu memerlukan sejumlah syarat. Salah satu jembatan yang perlu mendapat perhatian serius adalah pendidikan,” kata rektor.
Sumber daya manusia yang berkualitas akan membuat suatu negara menjadi disegani bangsa lainnya, melalui pendidikanlah semua dapat diwujudkan.

Pendidikan tinggi, saat ini menjadi syarat dalam mencari sebuah pekerjaan atau menjalankan

suatu profesi. Dalam rangka mewujudkan tujuan negara kesejahteraan, pemerintah turut campur tangan dalam menetapkan kebijakan antara lain dalam menetapkan kurikulum pendidikan tinggi.
Kurikulum merupakan pencerminan dari semua cita-cita dan pikiran dalam pendidikan. Kurikulum pendidikan tinggi di Indonesia sering mengalami perubahan, bahkan setiap tahunnya, dengan cara pengajaran yang berbeda-beda. Meskipun sering terjadi perubahan kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia, output dari pendidikan tinggi di Indonesia belum dapat mencetak lulusan pendidikan tinggi siap dalam menghadapi perubahan yang sangat cepat di era globalisasi, sehingga kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia perlu dilakukan reformasi agar dapat memenuhi tuntutan perubahan, terutama akibat dari adanya pengaruh globalisasi dewasa ini.

You might be interested in …

Jenis-Jenis Plate Orifice

Jenis-Jenis Plate Orifice:

Pendidikan

Jenis-Jenis Plate Orifice: 1.      Concentric Orifice Concentric Orifice merupakan jenis orifice yang paling banyak digunakan. Profil lubang orifice ini mempuyai takik (bevel) dengan kemiringan 45° pada tepi bagian downstream(lihat gambar di bawah). Hal ini akan mengurangi jarak tempuh dari aliran tersebut mengalami perbedaan tekanan melintang. Setelah aliran melewati orifice akan terjadi penurunan tekanan dan kemudian mencoba […]

Read More
Analisa Nitrit dalam Air

Analisa Nitrit dalam Air

Pendidikan

Analisa Nitrit dalam Air     Nitrit (NO2) Nitrit (NO2) merupakan bentuk peralihan antara ammonia dan nitrat (nitrifikasi) dan antara nitrat dengan gas nitrogen (denitrifikasi) oleh karena itu, nitrit bersifat tidak stabil dengan keberadaan oksigen. Kandungan nitrit pada perairan alami mengandung nitrit sekitar 0.001 mg/L. kadar nitrit yang lebih dari 0.06 mg/L adalah bersifat toksik […]

Read More
Tipe-tipe kelompok sosial

Tipe-tipe kelompok sosial

Pendidikan

Tipe-tipe kelompok sosial Setelah paham tentang pengertian dan ciri-ciri sebuah kelompok sosial, Anda mungkin bertanya, “seperti apa bentuk kelompok sosial dalam kenyataannya?” Beberapa klasifikasi berikut akan membantu Anda menjawab pertanyaan tersebut. Klasifikasi Durkheim Durkheim membagi kelompok sosial menjadi dua, yakni kelompok sosial yang didasarkan pada solidaritas mekanik dan yang didasarkan pada solidaritas organik. Solidaritas mekanik […]

Read More