Pemikiran Ekonomi islam Al-Ghazali & Ibnu Khaldun

Pemikiran Ekonomi islam Al-Ghazali & Ibnu Khaldun

Pemikiran Ekonomi islam Al-Ghazali & Ibnu Khaldun

Pemikiran Ekonomi islam Al-Ghazali & Ibnu Khaldun
Pemikiran Ekonomi islam Al-Ghazali & Ibnu Khaldun

Al-Ghazali

Menurutnya, seseorang harus memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya dalam rangka beribadah kepada Allah SWT. Seluruh aktivitas sehari-hari termasuk aktivitas dalam bidang ekonomi, harus dilaksanakan sesuai dengan syari’ah Islam.

Ghazali bisa menoleransi pengambilan pajak jika pengeluaran untuk pertahanan dan lain sebagainya tidak dapat tercukupi oleh kas pemerintah. Ia juga mengemukakan tentang pelarangan riba, karena hal tersebut melanggar sifat dan fungsi uang, serta mengutuk mereka yang melakukan penimbunan uang dengan alasan uang itu sendiri dibuat untuk memudahkan pertukaran. Secara garis besar, ekonomi dapat dikelompokkan menjadi: pertukaran dan evolusi pasar, produksi, barter, evolusi uang serta peranan negara dan keuangan publik.

Ibnu Khaldun

Ibnu Khaldun menekankan sistem pasar yang bebas, ia bahkan menentang intervensi negara terhadap masalah ekonomi dan percaya akan sistem pasar yang bebas. Ia juga membahas pertumbuhan dan penurunan ekonomi dapat saja berbeda antara satu negara dengan negara lain. Perkembangan dan penurunan ekonomi dapat terjadi dengan faktor utama yaitu pemasukan dan pengeluaran negara yang kadang berimbang, dan kadangkala berat sebelah antara keduanya.

Ibnu Khaldun mengungkapkan analisisnya tentang perdagangan internasional dan hubungan internasional, bahwa adanya hubungan antara perbedaan tingkat harga antar negara dengan ketersediaan faktor produksi, sebagaimana dalam teori perdagangan modern. Penduduk merupakan faktor utama pendorong perdagangan dan perekonomian internasional. Jika jumlah penduduk besar maka akan terjadi pemerataan tenaga kerja sesuai dengan keahlian masing-masing, sehingga dapat mengakibatkan meningkatnya surplus dan perdagangan internasional. Pembagian tenaga kerja internasional akan lebih bergantung pada keahlian masing-masing individu dari pada natural endowment.

Emas memiliki nilai dan fungsi yang amat penting dalam perekonomian, sebagaimana ia nyatakan “Tuhan telah menciptakan uang logam mulia, emas, perak, yang dapat digunakan oleh manusia untuk mengukur nilai dari suatu komoditas” . Tetapi Ibnu Kholdun juga memperkenankan mata uang kertas, dengan syarat pemerintah wajib menjaga stabilitas nilainya.

Baca Juga:

You might be interested in …

Komponen Dasar Pendidikan Islam

Komponen Dasar Pendidikan Islam

Agama

Komponen Dasar Pendidikan Islam Komponen merupakan bagian dari suatu sistem yang meiliki peran dalam keseluruhan berlangsungnya suatu proses untuk mencapai tujuan sistem. Komponen pendidikan berarti bagian-bagian dari sistem proses pendidikan, yang menentukan berhasil dan tidaknya atau ada dan tidaknya proses pendidikan. Bahkan dapat diaktan bahwa untuk berlangsungnya proses kerja pendidikan diperlukan keberadaan komponen-komponen tersebut. Komponen-komponen […]

Read More
Iman kepada hari akhir, tanda-tanda kiamat kecil dan besar

Iman kepada hari akhir, tanda-tanda kiamat kecil dan besar

Agama

Iman kepada hari akhir, tanda-tanda kiamat kecil dan besar Kehidupan dunia ini sebenarnya adalah kehidupan menuju akherat. Ia adalah jembatan yang masih di lalui oleh setiap manusia sebelum menempuh alam akhirat. Bahasa sederhananya kehidupan dunia adalah medan persediaan dan persiapan untuk menuju kehidupan akhirat yang kekal sepanjang zaman. Kehidupan dunia ini merupakan jembatan penyeberangan, bukan […]

Read More
Keutamaan Bulan Muharram

Keutamaan Bulan Muharram

Agama

Keutamaan Bulan Muharram Pengertian Muharram Muharram adalah bulan dimana umat Islam mengawali tahun kalender Hijriah berdasarkan peredaran bulan. Muharram menjadi salah satu dari empat bulan suci yang tersebut dalam Alquran. “Jumlah bulan menurut Allah adalah dua belas bulan, tersebut dalam kitab Allah pada hari Dia menciptakan langit dan bumi. Diantara kedua belas bulan itu ada […]

Read More