Pemeringkat Efek

Pemeringkat Efek

Pemeringkat Efek

Pemeringkat Efek
Pemeringkat Efek
Kegiatan pemeringkat Efek menurut Penjelasan Pasal 43 Peraturan Pemerintah 45 tahun tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal sebagaimana diubah dengan Peratruan Pemerirntah Nomor 12 tahun 2004 adalah kegiatan membuat penilaian mengenai kualitas atas suatu Efek dalam bentuk kode yang dibakukan.
Perusahaan Investasi yang melakukan kegiatan sebagai pemeringkat Efek harus berbentuk perseroan dengan modal disetor Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). Lebih lanjut dalam Peraturan Nomor V.C.1 tentang Perizinan Penasihat Investasi ditentukan untuk memperoleh izin sebagai Perusahaan Pemeringkat Efek antara lain diwajibkan untuk memiliki sarana yang menunjang kegiatan proses pemeringkatan, dan mempunyai 1 (satu) orang direksi dan 1 (satu) orang di bawah direksi yang memiliki izin Wakil Manajer Investasi.
Bank Indonesia (BI) hanya mengakui 6 lembaga pemeringkat terkait penerapan manajemen risiko. Lembaga itu antara lain Moody’s, Standard and Poor’s, Fitch Rating, Pefindo, PT Moody’s Indonesia dan PT Fitch Rating Indonesia. Nama-nama lembaga pemeringkat ini tertuang dalam Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 10/19/DPNP tanggal 30 April 2008 perihal Lembaga Pemeringkat dan Peringkat yang Diakui Bank Indonesia yang berlaku 30 April 2008, seperti yang dipublikasikan di situs BI.  Lembaga pemeringkat yang diakui ini dinilai memenuhi kriteria penilaian (eligibility criteria), yaitu independensi, obyektivitas, akses oleh publik (transparansi), pengungkapan publik (disclosures), sumber daya (resources), dan kredibilitas.