Pembahasan Tentang Pengertian Air Musta’mal

Pembahasan Tentang Pengertian Air Musta’mal

Pembahasan Tentang Pengertian Air Musta’mal

Pembahasan Tentang Pengertian Air Musta’mal
Pembahasan Tentang Pengertian Air Musta’mal

Air Musta’mal

Air Musta’mal atau thohir ghairu muthohir (suci tidak mensucikan), yaitu air yang hukumnya suci tetapi tidak dapat untuk menyucikan. Ada tiga macam air yang termasuk jenis ini, yaitu :

Air suci yang dicampur

Air suci yang dicampur dengan benda suci lainnya sehingga air itu berubah salah satu sifatnya (warna, bau atau rasanya). Contoh air kopi, teh.

Air suci yang sedikit

Air suci yang sedikit yang kurang dari 2 kullah yang sudah dipergunakan untuk bersuci walalupun tidak berubah sifatnya.

Air buah-buahan

Air buah-buahan dan air pepohonan seperti air kelapa, air nira dan sebagainya.

Air Najis

Air Najis, yaitu air yang tadinya suci dan kurang dari 2 kullah tetapi terkena najis walaupun tidak berubah sifatnya atau air yang lebih dari 2 kullah terkena najis berubah salah satu sifatnya. Air jenis ini tidak sah bila digunakan untuk berwudhu, mandi atau menyucikan benda yang terkena najis. “Air itu tidak dinajisi sesuatu, kecuali telah berubah rasanya, warnanya atau baunya.” (HR. Ibnu Majah dan Al-Baihaqi).

“Apabila air itu cukup dua qullah tidak dinajisi suatu apapun.” (HR. Imam yang lima).

Macam-macam dan Najis dan Cara Menghilangkannya

  1. Najis Mukhoffafah (ringan)

Yang termasuk dalam najis ringan adalah air kencing anak laki-laki yang belum berumur dua tahun dan belum makan atau minum sesuatu selain ASI.

Cara menghilangkan najis ringan adalah dengan memercikkan air pada benda yang terkena najis tersebut, sebagaimana sabda Rasul :

“Dibasuh dari kencing anak perempuan dan dipercikkan air dari air kencing anak laki-laki.” (HR. Abu Daud dan An-Nasai).

  1. Najis Mutawassithoh (sedang)

Yang termasuk kelompok najis

Yang termasuk kelompok najis ini adalah :

  1. Bangkai

Yang dimaksud bangkai adalah binatang yang mati karena tidak disembelih ata disembelih tidak menurut aturan syariat Islam, termasuk bagian tubuh dari hewan yang dipotong ketika masih hidup.

“Diharamkan atas kamu bangkai”. (QS. Al-Maidah : 3).

“Segala sesuatu (anggota tubuh) yang dipotong dari binatang yang masih hidup termasuk bangkai”. (HR. Abu Daud dan Turmudzi dari Abi Waqid Al-Laitsi).

Bangkai yang tidak termasuk najis adalah ikan dan belalang, keduanya halal untuk dimakan.

  1. Darah

Semua macam darah termasuk najis, kecuali darah yang sedikit seperti darah nyamuk yang menempel pada badan atau pakaian maka hal itu dapat dimaafkan.

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi.” (QS. Al-Maidah : 3).

  1. Nanah

Nanah pada hakikatnya adalah darah yang tidak sehat dan sudah membusuk. Baik nanah ini kental ataupun cair hukumnya adalah najis.

  1. Muntah
  2. Kotoran manusia dan binatang

Kotoran manusia dan binatang, baik yang keluar dari dubur atau qubul hukumnya najis, kecuali air mani. Walaupun air mani tidak najis tetapi hendaknya dibersihkan.

  1. Arak (khamar)

Semua benda yang memabukkan termasuk benda najis, berdasarkan firman Allah :

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan.” (QS. Al-Maidah : 90).

Sember: https://www.dutadakwah.co.id/tata-cara-sholat-tahajud-niat-doa-dan-keutamaan-lengkap/