Pembahasan Tentang Najis Mutawashithoh dan Mugholadzoh

Pembahasan Tentang Najis Mutawashithoh dan Mugholadzoh

Pembahasan Tentang Najis Mutawashithoh dan Mugholadzoh

Pembahasan Tentang Najis Mutawashithoh dan Mugholadzoh
Pembahasan Tentang Najis Mutawashithoh dan Mugholadzoh

Najis Mutawashithoh

Najis mutawashithoh terbagi dua, yaitu :

(1) Najis ‘Ainiyah, yaitu najis mutawashitoh yang masih kelihatan wujudnya, warnanya dan baunya. Cara membersihkannya dengan menghilangkan najis tersebut dan membasuhnya dengan air sampai hilang warna, bau dan rasanya.

(2) Najis Hukmiyah, yaitu najis yang diyakini adanya tetapi sudah tidak kelihatan wujudnya, warnanya dan baunya. Contohnya adalah air kencing yang sudah mengering. Cara membersihkannya cukup dengan menggenangi/menyirami air mutlaq pada tempat yang terkena najis hukmiyah tersebut.

Najis Mughallazhoh (berat)

Sebagaiman Allah berfirman:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah,

dan sabda nabi shollallahu ‘alaihi wasallam:

طَهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيهِ الْكَلْبُ، أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولَاهُنَّ بِالتُّرَابِ

Yang termasuk najis ini adalah air liur dan kotoran anjing dan babi. Cara menghilangkan najis mughollazoh adalah dengan menyuci najis tersebut sebanyak tujuh kali dengan air dan salah satunya dengan memakan debu yang suci.

Dalil Membersih Najis Mugholadzoh

Rasulullah SAW bersabda :

طَهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيهِ الْكَلْبُ، أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولَاهُنَّ بِالتُّرَابِ

“Sucinya tempat dan peralatan salah seorang kaamu, apabila dijilat anjing hendaklah dicuci tujuh kali, salah satunya dengan debu (tanah).” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

setelah pemaparan tentang pengertian najis dan hadats kini kita seharusnya tahu apa perbedaan antara najis dan hadats ?

secara sederhana perbedaan antara najis dan hadats adalah terletak pada cara penyuciannya. najis merupakan kotoran atau sesuatu dzat yang menyebabkan diri kita menjadi tidak suci. najis merupakan sesuatu dzat yang ada di luar tubuh kita jadi cara menyucikannya cukup menghilangkan dzat dibagian najisnya. dengan cara – cara yang telah dijelaskan di atas. sedangkan kalau hadats adalah keduanya, kita sucikan dibagian yang terkena najis dan juga kita harus berwudhu jika kita berhadast kecil dan mandi besar atau junub  jika kita berhadats besar

Baca Juga:

You might be interested in …

Penulisan Hadits Secara Resmi

Penulisan Hadits Secara Resmi

Agama

Penulisan Hadits Secara Resmi Pada periode ini hadits-hadits Nabi SAW mulai ditulis dan dikumpulkan secara resmi. ‘Umar ibn ‘Abd al-Aziz, salah seorang khalifah dari dinasti Umayyah yang mulai memerintah di penghujung abad pertama Hijriah, merasa perlu untuk mengambil langkah-langkah bagi penghimpunan dan penulisan Hadits Nabi secara resmi, yang selama ini berserakan di dalam catatan dan […]

Read More
Pengertian udzur dan Sebab Puasa

Pengertian udzur dan Sebab Puasa

Agama

Pengertian udzur dan Sebab Puasa Pengertian Udzur Secara bahasa, ‘)( عذر A dzara. berasal dari bahasa Arab, yang mempunyai makna menghalangi. Di sini maksudnya bahwa orang tersebut boleh tidak berpuasa, tetapi harus menerima konsekwensinya. Udzur-udzur puasa 1. Orang Lanjut Usia Jika orang Muslim atau wanita Muslimin mencapai usia tua dan tidak sanggup berpuasa maka di […]

Read More
Pengajaran Ilmu Agama di Pondok Pesantren

Pengajaran Ilmu Agama di Pondok Pesantren

Agama

Pengajaran Ilmu Agama di Pondok Pesantren Pengajaran Ilmu Agama Pengajaran ilmu-ilmu agama di pesantren, pada umumnya dilaksanakan lewat pengajaran kitab-kitab klasik, di samping ada sebagian pesantren yang memakai kitab-kitab berbahasa arab yang tidak tergolong pada kitab-kitab klasik a. Pengajian Kitab-Kitab Non Klasik Kitab-kitab islam klasik yang lebih populer dengan sebutan kitab kuning, ditulis oleh ulama-ulama […]

Read More