Pancasila Di Era Globalisasi

Pancasila Di Era Globalisasi

Realitas kontemporer memperlihatkan bahwa tantangan terhadap ideologi Pancasila, baik kini maupun nanti, beberapa di antaranya telah tampak di permukaan. Tantangan dari dalam di antaranya berupa berbagai gerakan separatis yang hendak memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apa yang terjadi di Aceh, Maluku, dan Papua merupakan sebagian contoh di dalamnya. Penanganan yang tidak tepat dan tegas dalam menghadapi gerakan-gerakan tersebut akan menjadi ancaman serius bagi tetap eksisnya Pancasila di bumi Indonesia. Bahkan, bisa jadi akan mengakibatkan Indonesia tinggal sebuah nama sebagaimana halnya Yugoslavia dan Uni Soviet. Tidak kalah seriusnya dengan tantangan dari dalam, Pancasila juga kini tengah dihadapkan dengan tantangan eskternal berskala besar berupa mondialisasi atau globalisasi.

Globalisasi yang berbasiskan pada perkembangan teknologi informasi, komunikasi, dan transportasi, secara drastis telah mentransendensi batas-batas etnis bahkan bangsa. Jadilah Indonesia kini, tanpa bisa dihindari dan menghindari, menjadi bagian dari arus besar berbagai perubahan yang terjadi di dunia. Sekecil apa pun perubahan yang terjadi di belahan dunia lain akan langsung diketahui atau bahkan dirasakan akibatnya oleh Indonesia. Sebaliknya, sekecil apa pun peristiwa yang terjadi di Indonesia secara cepat akan menjadi bagian dari konsumsi informasi masyarakat dunia.

Pengaruh dari globalisasi ini dengan demikian begitu cepat dan mendalam. Menjadi sebuah petanyaan besar bagi bangsa Indonesia, sanggupkah Pancasila menjawab berbagai tantangan tersebut? Akankah Pancasila tetap eksis sebagai ideologi bangsa? Jawabannya tentu akan terpulang kepada bangsa Indonesia sendiri sebagai pemilik Pancasila. Namun demikian, kalaulah kemudian mencoba untuk mencari jawaban atas berbagai tantangan tersebut maka jawabannya adalah bahwa Pancasila akan sanggup menghadapi berbagai tantangan tersebut asalkan Pancasila benar-benar mampu diaplikasikan sebagai weltanschauung bangsa Indonesia. Implikasi dari dijadikannya Pancasila sebagai pandangan hidup maka bangsa yang besar ini haruslah mempunyai sense of belonging dan sense of pride atas Pancasila.

Untuk menumbuhkembangkan kedua rasa tersebut maka melihat realitas yang tengah berkembang saat ini setidaknya dua hal mendasar perlu dilakukan. Penanaman kembali kesadaran bangsa tentang eksistensi Pancasila sebagai ideologi bangsa. Penanaman kesadaran tentang keberadaan Pancasila sebagai ideologi bangsa mengandung pemahaman tentang adanya suatu proses pembangunan kembali kesadaran akan Pancasila sebagai identitas nasional. Upaya ini memiliki makna strategis manakala realitas menunjukkan bahwa dalam batas-batas tertentu telah terjadi proses pemudaran kesadaran tentang keberadaan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Salah satu langkah terbaik untuk mendekatkan kembali atau membumikan kembali Pancasila ke tengah rakyat Indonesia tidak lain melalui pembangunan kesadaran sejarah. Tegasnya Pancasila didekatkan kembali dengan cara menguraikannya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari perjuangan rakyat Indonesia, termasuk menjelaskannya bahwa secara substansial Pancasila adalah merupakan jawaban yang tepat dan strategis atas keberagaman Indonesia, baik pada masa lalu, masa kini maupun masa yang akan datang.

sumber :
https://solopellico3p.com/beli-mobil-bekas/

You might be interested in …

SEBAB-SEBAB MUNCULNYA REFORMASI

SEBAB-SEBAB MUNCULNYA REFORMASI

Pendidikan

SEBAB-SEBAB MUNCULNYA REFORMASI Sebab-sebab Lahirnya Reformasi adalah sebagai berikut : Kesulitan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok merupakan faktor atau penyebab utama lahirnya gerakan reformasi. Namun, persoalan itu tidak muncul secara tiba-tiba. Banyak faktor yang mem-pengaruhinya, terutama ketidakadilan dalam kehidupan politik, ekonomi, dan hukum. Pemerintahan orde baru yang dipimpin Presiden Suharto selama 32 tahun, ternyata tidak […]

Read More
Antisipasi Kecurangan UNBK, SMAN 3 Cimahi Pasang CCTV

Antisipasi Kecurangan UNBK, SMAN 3 Cimahi Pasang CCTV

Pendidikan

Antisipasi Kecurangan UNBK, SMAN 3 Cimahi Pasang CCTV Untuk mengantisipasi kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), SMA Negeri 3 Cimahi memasang Closed Circuit Television (CCTV) di tiap ruang ujian Di setiap ruangan ada CCTV. Jadi gerak-gerik mereka bisa kelihatan,” kata Neli Krisdiana, Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Cimahi, Senin (9/4). Tercatat, ada 414 […]

Read More
Siaga PON Tahun 2016, Jabar Gelar Apel Besar

Siaga PON Tahun 2016, Jabar Gelar Apel Besar

Pendidikan

Siaga PON Tahun 2016, Jabar Gelar Apel Besar BANDUNG-Jabar, dalam rangka mempersiapkan PON t ahun 2016, menggelar apel besar. Apel besar, berlangsung di GOR Padjadjaran, Rabu (7/9). Apel besar, diikuti ribuan atlet dari seluruh cabor yang diikutsertakan dalam PON tahun 2016. Apel besar, dipimpin langsung Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan. Hadir dalam pertemuan tersebut, para […]

Read More