O2SN 2018 Resmi Digelar Oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat

O2SN 2018 Resmi Digelar

O2SN 2018 Resmi Digelar Oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat

 

O2SN 2018 Resmi Digelar

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat

Firman Adam membuka penyelenggaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMA Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2018. O2SN diikuti oleh 432 atlet dari 27 Kabupaten dan Kota yang terbagi dalam lima cabang olahraga (Cabor), yaitu Atletik, Karate, Pencaksilat, Bulutangkis, dan renang.

Dalam Sambutannya

Firman mengatakan O2SN adalah ajang yang tepat bagi para atlet menyalurkan potensi bakat dan minatnya di bidang olahraga. “Juga diharapkan para atlet akan mendapatkan wawasan olahraga yang lebih dan bisa memotivasi agar menjadi siswa dan siswa yang terbaik,” ujar Firman.

Firman pun berpesan kepada para atlet agar semangat  dan berjuang dalam ajang O2SN ini

Karena, pemenang dari O2SN akan mewakili  Jawa Barat dalam O2SN Tingkat Nasional 2018 yang akan dilaksanakan pada 16-22 September 2018 mendatang.

Pembina Kontingen Sumedang, Asep Suhayat mengatakan para atlet dari daerahnya sudah siap bertanding dalam O2SN, karena para atlet sudah ditempa dan tergabung dalam organisasi keolahragaan yang ada di daerah. “Jadi kita dari pihak sekolah menunjang dari segi yang lain, yaitu segi moril, finansial, pemantauan dan memotivasi siswa,” ucap Asep.

Hari pertama O2SN mempertandingkan cabang olahraga atletik, yaitu lari 100 meter putra putri dan lompat jauh putra putri.

Di Cabor nomor lari 100 meter putra, Kontingen dari Kabupaten Ciamis, Faisal Fiqri meraih medali emas karena menjadi yang tercepat dengan perolehan waktu 11,37 detik. Sedangkan medali perak dan perunggu diraih oleh Rian Permana (Kab. Subang) dengan 11,45 detik dan Faiz Sidqi (Kab. Bekasi) dengan perbedaan yang tipis, 11,48 detik.

Sedangkan di nomor putri, Dede Heti (Kota Tasikmalaya) meraih podium pertama dengan kecepatan 12,44 detik. Dibelakangnya Devita (Kota Bandung) dengan 13,10 detik dan Desti Natalia Plong (Kota Depok) dengan 13,19 detik meraih podium kedua dan ketiga.

Di nomor lompat jauh putra, Arie Novharis (Kabupaten Sumedang) meraih emas dengan jarak lompatan sejauh 6,28 meter. Sedangkan diposisi dua dan tiga, dimenangi oleh M. Nugroho Ali N (Kab.Cirebon) dan Tubagus N (Kab. Karawang) dengan kejauhan masing-masing 6,12 dan 6,07 meter.

Sedangkan nomor lompat jauh putri, Sekar Almira Salsabila (Kota Cirebon) meraih emas dengan jarak lompatan 4,39 meter. Sedangkan medali perunggu diraih oleh Ira (Kab. Sukabumi) dengan jarak lompatan 4,21 meter dan Ria Fitri Rostikasari (Kab. Subang) dengan jarak lompatan 4,19 meter diganjar medali perunggu.

Juara lari 100 meter putra, Faisal Fiqri mengatakan kebahagiaannya atas capaian yang ia raih, dan mempersembahkan kemenangan untuk kedua orang tuanya yang selalu mendukungnya. Dengan kemenangan ini, Faisal dan semua pemenang di Cabor yang dilombakan akan mewakili Jwa barat di tingkat Nasional.

 

Artikel Terkait:

You might be interested in …

PENINGGALAN KERAJAAN KUTAI

PENINGGALAN KERAJAAN KUTAI

Pendidikan

PENINGGALAN KERAJAAN KUTAI   1. Prasasti Yupa Senang sekali rasanya kali ini sanggup kami bagikan artikel rangkuman sejarah lengkap tenta Sejarah Kerajaan Kutai Lengkap Prasasti Yupa merupakan salah satu bukti sejarah Kerajaan Kutai yang paling tua. Dari prasasti inilah diketahui wacana adanya Kerajaan Kutai di Kalimantan. Di dalam prasasti ini terdapat tulisan-tulisan yang memakai bahasa […]

Read More
Pendidikan Tinggi di Indonesia Perlu Direformasiserta

Pendidikan Tinggi di Indonesia Perlu Direformasiserta

Pendidikan

Pendidikan Tinggi di Indonesia Perlu Direformasiserta Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan Dr HM Isa Indrawan SE MM mewisuda 1.218 lulusan program pasca sarjana, sarjana dan diploma Unpab ke 62 di gedung Selecta Medan, Sabtu (7/9). Dikatakan,wisuda merupakan suatu hari yang sangat bersejarah bagi para wisudawan/ti dan hari yang sangat penting bagi orang tua. […]

Read More
Perbedaan Karya Ilmiah dengan Non-ilmiah

Perbedaan Karya Ilmiah dengan Non-ilmiah

Pendidikan

Perbedaan Karya Ilmiah dengan Non-ilmiah Perbedaan Karya Ilmiah dengan Non-ilmiah Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek. Karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau observasi. Karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam […]

Read More