Morfologi ikan cakalang

Morfologi ikan cakalang

Ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) mempunyai bentuk tubuh menyerupai torpedo. Bentuk yang demikian sangat mempengaruhi kecepatan renang dari ikan cakalang sebagai ikan pelagis. Cakalang mempunyai dua sirip punggung, yaitu sirip punggung yag terletak di dekat anterior dan sirip punggung yang terletak di bagian posteriornya. Sisik ikan cakalang hanya ada pada bagian punggungnya, namun jumlahnya sangat sedikit dan hampir tidak tampak jika tidak diperhatikan secara seksama.

Tempat hidup ikan sangat mempengaruhi bentuk morfologi tubuhnya. Hal ini disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebiasaan dari ikan tersebut. Pada ikan-ikan pelagis (ikan yang hidup di daerah permukaan perairan), bentuk tubuhnya cenderung lebih lonjong dan bulat daripada bentuk tubuh ikan yang hidupnya di bagian dasar perairan (ikan komersal). Ikan pelagis lebih lonjong karena untuk memudahkannya dalam melakukan pergerakan, utamanya berpengaruh pada kecepatan renangnya.

      4.2.2 Pengukuran Morfometrik

Bentuk dan ukuran dari setiap jenis ikan berbeda-beda. Perbedaan ini biasa  digunakan dalam proses pengklasifikasian dan penggolongan suatu jenis ikan. Untuk dapat mengetahui perbedaan ukuran tubuh setiap jenis ikan, tentu dilakukan pengukuran untuk mendapatkan data mengenai ukuran tubuh ikan tersebut. Dalam Rajabnadia (2009) dijelaskan bahwa Pengukuran morfometrik merupakan pengukuran yang diambil dari satu titik ke titik lain tanpa melalui lengkungan badan. Metode pengukuran standar ikan antara lain panjang standar, panjang moncong atau bibir, panjang sirip punggung atau tinggi badan atau ekor.

Pada pengamatan yang dilakukan dalam praktikum ini, bagian-bagian tubuh ikan yang diukur yaitu panjang total tubuh ikan, panjang baku, tinggi badan, panjang batang ekor, tinggi batang ekor, tinggi sirip punggung atau dubur, panjang jari-jari sirip, panjang jari-jari sirip dada yang terpanjang, panjang kepala, lebar kepala, dan lebar pembukaan mulut ikan tersebut.

Pengukuran yang dilakukan pada ikan cakalang (Katsuworis pelamis), diperoleh data yaitu panjang total : 33 cm, panjang baku : 29 cm, tinggi badan : 6,5 cm, panjang batang ekor : 7 cm, tinggi batang ekor : 0,7 cm, tinggi sirip punggung atau dubur : 2,8 cm, panjang predorsal : 9 cm, lebar badan : 4,8 cm, panjang bagian kepala di belakang mata : 4,5 cm , panjang kepala : 8 cm, lebar kepala : 5 cm, lebar pembukaan mulutnya : 2,2 cm, tinggi di bawah mata : 1 cm, panjang dasar sirip anal : 2,5 cm, dan panjang sirip perut : 3 cm.

sumber :

Pos-pos Terbaru

You might be interested in …

Langkah Selanjutnya Setelah Membeli Ikan Discus

Langkah Selanjutnya Setelah Membeli Ikan Discus

Perikanan

Langkah Selanjutnya Setelah Membeli Ikan Discus Setelah kita mendapatkan ikan yang sesuai dengan apa yang kita inginkan, ada kalanya saat pertama kali discus dipindahkan ke tempat yang baru dengan pada suhu yg signifikan (lebih dingin), discus akan sangat kaget dan efeknya yg pertama jelas penurunan nafsu makan ataupun mungkin lebih rentan terkena penyakit. Cara mengatasinya, […]

Read More
Definisi Berpikir Sejarah Diakronik dan Sinkronik

Definisi Berpikir Sejarah Diakronik dan Sinkronik

Perikanan

Definisi Berpikir Sejarah Diakronik dan Sinkronik Secara etimologi,diakronik berasal dari bahasa yunani yang berarti melintas atau melewati khronus yang berarti perjalanan waktu. Diakronik yaitu suatu peristiwa yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya dan tidak begitu saja. Sedangkan sinkronik yaitu berasal dari bahasa yunani SYN,yaitu yang artinya sebagai ilmu yang meneliti gejala-gejala yang meluas dalam meluas dalam […]

Read More
Teknik Pemeliharaan Larva Kerapu Kertang Di Bak Terkontrol

Teknik Pemeliharaan Larva Kerapu Kertang Di Bak Terkontrol

Perikanan

Teknik Pemeliharaan Larva Kerapu Kertang Di Bak Terkontrol Pada tahun 2011 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menetapkan target budidaya sebesar 6.847 juta ton, dan sampai 2014 diharapkan target produksi ikan budidaya berada di posisi 16,8 juta ton, sebagaimana tertulis dalam Rencana Strategis (Renstra KKP 2010-2014). Sejalan dengan target budidaya tersebut Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP […]

Read More