Model Nusantara Sehat

Model Nusantara Sehat

Program Nusantara Sehat mengadopsi model Pencerah Nusantara (PN), sebuah inisiatif lintas sektoral yang diprakarsai oleh Kantor Urusan Khusus Presiden RI untuk Millennium Development Goals (KUKP-RI MDGs) dan menggabungkan tenaga kesehatan, masyarakat, sukarelawan, pemerintah, swasta, lembaga swadaya masyarakat dan pemuda dalam upaya bersama memperkuat sistem pelayanan kesehatan primer di Indonesia, terutama di daerah terpencil. Setelah mencermati model PN serta mengevaluasi program-program yang selama ini sudah dilaksanakan termasuk Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan Team-Based, Kemenkes mengharapkan program Nusantara Sehat dapat menjadi mekanisme efektif untuk memperkuat yankes primer, terutama di daerah-daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan.

2.5 Pendekatan Nusantara Sehat

Pendekatan yang dilakukan program Nusantara Sehat bersifat komprehensif dengan melibatkan anggota tim dengan berbagai jenis tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga ahli teknologi laboratorium medik, tenaga gizi, dan tenaga kefarmasian.

2.6 Target Nusantara Sehat

Periode I tahun 2016:

Unit capaian                     : Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)

Jumlah capaian                 : 70 Puskesmas

Jumlah tenaga kesehatan   : 630 orang

Rencana penempatan        : Bulan Mei 2016

Periode II tahun 2016:

Unit capaian                     : Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)

Jumlah capaian                 : 60 Puskesmas

Jumlah tenaga kesehatan   : 540 orang

Rencana penempatan        : Bulan Oktober  2016

2.7 Peserta Nusantara Sehat

Peserta program adalah para tenaga profesional kesehatan  yang terdiri dari dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga ahli teknologi laboratorium medik, tenaga gizi, dan tenaga kefarmasian, dengan persyaratan usia maksimal 35 tahun untuk dokter dan dokter gigi dan 30 tahun untuk tenaga kesehatan lainnya serta bersedia mengabdikan dirinya untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sesuai kebutuhan Kementerian Kesehatan.

Peserta Tim Nusantara Sehat melalui proses seleksi administrasi dan seleksi psikologi (test psikologi, FGD, dan wawancara). Peserta yang lolos seleksi adalah peserta yang memperlihatkan kemampuan sosialisasi dan berkomunikasi yang baik, memperlihatkan inisiatif dan pengambilan keputusan yang baik, serta berkomitmen terhadap tanggung jawab dalam melaksanakan tugas.

Kemenkes senantiasa mendorong seluruh tenaga kesehatan profesional untuk ikut serta dalam program Nusantara Sehat dengan mendaftarkan diri baik secara online melalui situs resmi Nusantara Sehat

sumber ;

https://icanhasmotivation.com/cara-beli-mobil-bekas-online/

You might be interested in …

Pemprov Jabar Konsisten Perangi Korupsi

Pemprov Jabar Konsisten Perangi Korupsi

Pendidikan

Pemprov Jabar Konsisten Perangi Korupsi BANDUNG-Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus berupaya untuk menekan atau menghilangkan terjadinya kasus korupsi di Jawa Barat yang hingga saat ini masih terjadi di sejumlah sektor kehidupan di masyarakat. Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya akan terus berbuat melalui Saber Pungli (Sapu Bersih Pungutan Liar) terhadap 12 jenis […]

Read More
Ilmu Pengetauan, Teknologi dan Kemiskinan

Ilmu Pengetauan, Teknologi dan Kemiskinan

Pendidikan

Ilmu Pengetauan, Teknologi dan Kemiskinan Pengertian ilmu pengetahuan, teknologi dan nilai Ilmu pengetahuan teknologi itu biasanya sering diakitkan dengan nilai atau moral. Penerapan ilmu teknologi biasanya masih kurang memperhatikan dari nilai moral yang ada. Masalah ini kaitannya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi ini, menyangkut perdepatan sengit sampai-sampai terjadi adanya dua pemikiran yan gmnenyatakan ilmu bebas […]

Read More
Senjata yang Digunakan dalam Aksi Kejahatan Geng Motor Pertemuan antar geng sering jadi saat yang paling rawan gesekan. Nyawa berguguran dan melahirkan dendam tak berujung. Untuk mendukung aksi mereka, Samurai, jenis golok berukuran panjang yang biasa digunakan oleh kelompok Ninja di Jepang, menjadi senjata khas mereka. Tidak hanya saat tawuran, senjata ini biasa dipamerkan pada saat konvoi. Samurai dilepas dan ujung runcingnya digesekkan ke jalanan hingga memercikan cahaya api. Senjata lainnya yang biasa digunakan yakni golok, stik soft ball, bom molotof bahkan senjata api jenis pistol. Tidak tahu pasti siapa yang menggunakan senjata api, namun dari penuturan sebagian anggota geng, semuanya pernah melihat teman satu gengnya menggenggam pistol atau malahan diancam dengan pistol. F. Permasalahan yang Ditimbulkan Oleh Geng Motor Tindakan yang dilakukan geng motor belakangan ini kian meresahkan warga. Geng motor kini memang menjadi salah satu perhatian utama pihak berwenang karena tindakan mereka kian berani. Selain meminta korban sesama anggota geng, tindakan mereka juga mengambil korban masyarakat biasa. Tak salah jika masyarakat menyebut geng-geng motor tersebut tidak berbeda dengan perampok atau pencuri. Tindak kejahatan yang dilakukan sebagian besar perampasan barang berharga milik korban, seperti uang, HP, dompet, hingga motor. Dalam aksinya, mereka tak segan-segan menganiaya korban. Jika geng motor tersebut tidak diantispasi sejak dini, dikhawatirkan kelompok-kelompok tersebut bisa kian besar menjadi sebuah jaringan kriminal terorganisisasi. Indikasi itu mulai muncul dengan tindak penganiayaan yang dilakukan oleh anggota geng motor akir-akir ini. Kalau geng motor brutal itu tidak segera dibubarkan maka akan sangat membahayakan karena terdapat solidaritas sempit yang telah didoktrinkan kepada setiap anggota geng motor tersebut, sehingga mengarah pada tindakan kriminal. G. Tanggapan Masyarakat Terhadap Aksi Kebrutalan Geng Motor Kota Bandung Keberadaan Geng Motor yang sudah mengganggu ketentraman masyarakat yang juga sering terlibat tindak pidana kriminal agar segera dibubarkan dan ditumpas. Terkait masalah Geng Motor yang sudah meresahkan masyarakat itu, Menteri Pemuda dan Olahraga meminta pihak yang berwenang agar menumpas dan membubarkan Geng Motor. Para pelaku kejahatan yang berhimpun dalam Geng tersebut, harus ditindak sesuai hukum. Sedangkan bagi anggota yang tidak terlibat pelanggaran hukum, perlu segera disadarkan dan ditangani secara persuasif. Gejala sosial ini tidak boleh dibiarkan. Harus ditangani secara simultan, antara penyadaran secara persuasif dan tindakan hukum. Jika dibiarkan, dikhawatirkan akan semakin meresahkan masyarakat. Karena dalam praktek perekrutannya ada semacam baiat bagi anggota baru dan ancaman hukuman. Seperti dipotong anggota badannya, bagi anggota yang keluar dan buka mulut kepada orang tua atau kepada pihak berwajib.

Senjata yang Digunakan dalam Aksi Kejahatan Geng Motor

Pendidikan

Senjata yang Digunakan dalam Aksi Kejahatan Geng Motor Pertemuan antar geng sering jadi saat yang paling rawan gesekan. Nyawa berguguran dan melahirkan dendam tak berujung. Untuk mendukung aksi mereka, Samurai, jenis golok berukuran panjang yang biasa digunakan oleh kelompok Ninja di Jepang, menjadi senjata khas mereka. Tidak hanya saat tawuran, senjata ini biasa dipamerkan pada […]

Read More