Masyarakat Perlu Pemahaman tentang Autisme Jabar Ekspres | Jabar Ekspres Rabu, 4 April 2018

Masyarakat Perlu Pemahaman tentang Autisme Jabar Ekspres Jabar Ekspres Rabu, 4 April 2018

Masyarakat Perlu Pemahaman tentang Autisme Jabar Ekspres | Jabar Ekspres Rabu, 4 April 2018

Masyarakat Perlu Pemahaman tentang Autisme Jabar Ekspres Jabar Ekspres Rabu, 4 April 2018
Masyarakat Perlu Pemahaman tentang Autisme Jabar Ekspres Jabar Ekspres Rabu, 4 April 2018

Bandung – Pemahaman terkait autisme masih menjadi permasalahan yang hingga saat ini perlu

disosialisasikan kepada masyarakat. Sebab, masih banyak orang yang memberi perlakuan atau bentuk ketidakpedulian karena menganggap autisme sama dengan keterbalakangan mental.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Netty Prasetyani Heryawan mengatakan, autisme hanyalah gangguan tumbuh kembang yang menyebabkan anak kesulitan untuk berkomunikasi dan berinteraksi sosial.

Di sisi lain, setiap orang atau anak yang lahir ke dunia merupakan manusia terpilih.

Sebab, tidak ada satupun anak yang bisa memilih pada orangtua mana dan dalam keadaan seperti apa dia dilahirkan.

Namun, hingga saat ini masih ada sebagian orangtua yang beranggapan anak bukan titipan melainkan beban. Termasuk ada juga yang menganggap anak bukan amanah tetapi sebuah masalah. Padahal, anak merupakan amanah yang Tuhan titipkan agar orangtua yang mendapat amanat mampu menjaga dan merawat dengan baik.

”Anak adalah masterpiece yang Tuhan lakukan, yang Tuhan ciptakan, yang sangat unik dan tidak ada duanya, termasuk kembar identik sekalipun tidak ada satupun yang sama persis,” kata Netty, kemarin.

Dikatakan dia, ketika anak lahir ke muka bumi, maka anak tersebut adalah pemenang,

juara dan semua adalah orang-orang terpilih. Untuk itu, ketika anak mempunyai keistimewaan seperti autisme, maka orangtua tetap harus bersyukur menerima karunia yang Tuhan berikan.

Netty memamaparkan, jika berbicara ilmu bilogi dan ketika sel sperma akan bertemu dengan sel telur, maka sel sperma harus berebut dan berkompetisi dengan 250 sampau 500 juta sel sperma lainnya untuk bisa keluar senagai sel sperma yang berhak membuahi sel telur.

”Jadi bayangkan itu proses alamiah yang luar biasa, yang sangat kompetitif. Anak yang terlahir dalam kondisi dan kedaan apapun sudah melalui proses yang sangat panjang,” urainya.

 

Baca Juga :

You might be interested in …

JENIS-JENIS KOLOID

Pendidikan

JENIS-JENIS KOLOID Sistem koloid tersusun dari fase terdispersi yang tersebar merata dalam medium pendispersi. Fase terdispersi dan medium pendispersi dapat berupa zat padat, cair, dan gas. Berdasarkan fase terdispersinya, sistem koloid dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu: Sol (fase terdispersi padat) Sol padat adalah sol dalam medium pendispersi pada Contoh: paduan logam, gelas warna, intan hitam […]

Read More
120 Siswa Ikuti Persami

120 Siswa Ikuti Persami

Pendidikan

120 Siswa Ikuti Persami Sekitar 120 siswa kelas IV, V dan VI SDN Bantarkemang 6, Kota Bogor, mengikuti kegiatan Per­kemahan Sabtu Minggu (Persami) di kompleks sekolahnya, Jalan Bantarke­mang, Kelurahan Baranangsiang, Sa­btu (29/9). Kepala SDN Bantarkemang 6, Agus Setianingsih, menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemandirian dan kreativitas siswa, sehingga tak ter­lalu tergantung dengan orang lain […]

Read More

 Kurikulum Bidang Studi

Pendidikan

 Kurikulum Bidang Studi Sebagian ahli berpandangan bahwa kurikulum bidang studi (broadfield curriculum) ini termasuk kedalam jenis kurikulum berkolerasi. Pandangan ini ada benarnya, karena bidang studi (broadfield) sudah merupakan perpaduan atau fusi sejumlah mata pelajaran sejenis, yang memiliki ciri-ciri yang sama. Batas-batas mata pelajaran yang telah berpadu tersebut sesungguhnya sudah tidak terlihat lagi. Ciri-ciri umum dari kurikulum […]

Read More