Kurikulum Bidang Studi

 Kurikulum Bidang Studi

Sebagian ahli berpandangan bahwa kurikulum bidang studi (broadfield curriculum) ini termasuk kedalam jenis kurikulum berkolerasi. Pandangan ini ada benarnya, karena bidang studi (broadfield) sudah merupakan perpaduan atau fusi sejumlah mata pelajaran sejenis, yang memiliki ciri-ciri yang sama. Batas-batas mata pelajaran yang telah berpadu tersebut sesungguhnya sudah tidak terlihat lagi.

Ciri-ciri umum dari kurikulum bidang studi adalah sebagai berikut:

  1. Kurikulum terdiri atas suatu bidang pengajaran, yang didalamnya terpadu sejumlah mata pelajaran sejenis dan memiliki ciri-ciri yang sama.
  2. Pelajaran bertitik tolak dari core subject yang kemudian diuraikan menjadi sejumlah pokok pembahasan.
  3. Berdasarkan tujuan kurikuler dan tujuan instruksional yang telah digariskan.
  4. Sistem penyampaiannya bersifat terpadu.
  5. Guru berperan selaku guru bidang studi.
  6. Minat, masalah, serta kebutuhan siswa dan masyarakat dipertimbangkan sebagai dasar penyusunan kurikulum, walaupun masih dalam batas-batas tertentu.
  7. Dikenal berbagai jenis bidang studi seperti Mateatika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Bahasa, Pendidikan Moral Pancasila, Pendidikan Keterampilan, Pendidikan Kesehatan dan Olahraga, Ilmu Keguruan, dan sebagainnya.
  8. Kurikulum Terintegasi

Dalam kurikulum terintegrasi atau terpadu (Integrated curriculum) ini, batas-batas diantara semua mata pelajaran sudah tidak terlihat sama sekali, karena semua mata pelajaran sudah dirumuskan dalam bentuk masalah atau unik. Jadi semua mata pelajaran telah terpadu sebagai satu kesatuan yang bulat.

      Ciri-ciri kurikulum terintegrasi ini adalah sebagai berikut:

  1. Berdasarkan filsafat pendidikan demokrasi.
  2. Berdasarjan psikologi belajar Gestalt atau organismik.
  3. Berdasarka landasan sosiologisdan sosial kultural
  4. Berdasarkan kebutuhan, minat, dan tingkat perkembangan atau pertumbuhan siswa.
  5. Bentuk kurikulum ini tidak hanya ditunjang oleh mata pelajaran atau bidang studi yang ada, tetapi lebih luas. Bahkan, mata pelajaran atau bidang studi baru dapat saja muncul dan dimanfaatkan guna pemecahan masalah.
  6. Sistem penyampaian menggunakan sistem pengajaran unit, baik unit pengalaman (experience unit) atau unit pelajaran (subject matter unit)
  7. Peran guru sama aktifnya dengan peran murid. Bahkan, peran murid lebih menonjol dalam kegiatan belajar mengajar, dan guru bertindak selaku pembimbing.

baca jgua :

You might be interested in …

Teks Spoof (Pengertian, Tujuan, Struktur, Contoh)

Teks Spoof (Pengertian, Tujuan, Struktur, Contoh)

Pendidikan

Teks Spoof (Pengertian, Tujuan, Struktur, Contoh)     TEKS SPOOF Senang sekali rasanya kali ini sanggup kami bagikan artikel wacana Teks Spoof Teks Spoof (Pengertian, Tujuan, Struktur, Contoh) Pengertian Teks Spoof Teks Spoof adalah sebuah teks yang menceritakan kisah yang benar-benar terjadi, namun pada simpulan ceritanya “dibelokkan” sehingga menjadi kisah yang lucu. Tujuan Teks Spoof […]

Read More
Jenis-Jenis Stainless Steel

Jenis-Jenis Stainless Steel

Pendidikan

Jenis-Jenis Stainless Steel Austenitic Stainless Steel Austenitic Stainless Steel mengandung sedikitnya 16% Chrom dan 6% Nikel (grade standar untuk 304), sampai ke grade Super Autenitic Stainless Steelseperti 904L (dengan kadar Chrom dan Nikel lebih tinggi serta unsur tambahan Mo sampai 6%). Molybdenum (Mo), Titanium (Ti) atau Copper (Co) berfungsi untuk meningkatkan ketahanan terhadap temperatur serta korosi. Austenitic cocok […]

Read More
Definisi Kedwibahasaan

Definisi Kedwibahasaan

Pendidikan

Definisi Kedwibahasaan   Kedwibahasaan sebagai akibat adanya kontak bahasa berubah-ubah dan merupakan istilah yang bersifat relatif atau nisbi. Berikut ini beberapa definisi kedwibahasaan. 1. Weinreich Kedwibahasaan adalah kebiasaan menggunakan dua bahasa atau lebih secara bergantian 2. Bloomfield Merumuskan kedwibahasaan sebagai penguasaan yang sama baiknya atas dua bahasa atau native like control of two languages. Penguasaan […]

Read More