Kurikulum 2013 untuk Siapa?

Kurikulum 2013 untuk Siapa

Kurikulum 2013 untuk Siapa?

Kurikulum 2013 untuk Siapa

Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 merupakan kurikulum baru yang di bentuk pemerintah untuk menggantikan Kurikulum sebelumnya yaitu KTSP 2006. Yang pada tahun 2013 sudah dilakukan percobaan di beberapa Sekolah pilihan dan rencananya pada tahun 2014, Kurikulum 2013 tersebut akan di terapkan di Semua Sekolah di Seluruh Indonesia.

Dan benar saja, pada tahun 2014 pemerintah akhirnya menetapkan kurikulum tersebut di seluruh sekolah di Indonesia. Banyak sekali kritikan yang di lontarkan masyarakat atas keputusan tersebut. Masyarakat terutama guru beranggapan bahwa penerapan tersebut terlalu terburu buru yang tentu saja akan membuat semua pihak kedodoran, guru guru belum semuanya terlatih untuk menjalankannya, fasilitas seperti buku pelajaran belum tersedia dan lain sebagainya.

Namun apa yang terjadi?

Setelah pergantian pemerintahan, menteri Pendidikan baru memutuskan untuk menghentikan Kurikulum 2013 tersebut dan akan kembali menggunakan KTSP. Menurut saya pemerintah terkesan labil dalam membuat kebijakan dan tidak memikirkan bagaimana nasib siswa kedepannya. Tapi, apa mau di kata, kami hanya siswa tidak bisa berbuat lebih, bisa di bilang kami merupakan ‘korban’ kelabilan pemerintah (?)

Pemberhentian Kurtilas tersebut ternyata tidak menyeluruh,

Ternyata pemberhentian tersebut hanya berlaku untuk angkatan siswa yang baru menjalankan Kurikulum tersebut selama satu semester, sedangkan untuk angkatan kami yang telah menjalankan lebih dari dua semester akan terus tetap menjalankan Kurikulum tersebut. Dan timbul simpulan saya bahwa itu merupakan bentuk diskriminasi terhadap pendidikan (?). Entahlah yang jelas kami merasa itu tidak adil dan tidak merata.

Kebingungan pun timbul, apakah buku keluaran baru edisi Kurikulum 2013 akan tetap digunakan? Ataukah kami harus membeli buku baru? …

Dan banyak sekali permasalahan yang harus kami hadapi.

“Keberhasilan suatu lembaga pendidikan tidak dilihat dari kurikulum yang diterapkan, suatu lembaga pendidikan dikatakan berhasil apabila mampu membentuk calon penerus bangsa yang amanah”.

Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.co.id/

You might be interested in …

Dasyat, Balai Kemenperin Temukan Inovasi Cara Ubah Sampah Plastik Menjadi BBM

Dasyat, Balai Kemenperin Temukan Inovasi Cara Ubah Sampah Plastik Menjadi BBM

Pendidikan

Dasyat, Balai Kemenperin Temukan Inovasi Cara Ubah Sampah Plastik Menjadi BBM Balai Besar Kimia dan Kemasan (BBKK), salah satu unit lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian di Jakarta, telah melakukan riset pengolahan sampah plastik jenis polietilena (kantong plastik) sejak tahun 2009. Langkah strategis yang dilakukannya adalah […]

Read More
UPH Wisuda 1.962 MahasiswaUPH Wisuda 1.962 Mahasiswa

UPH Wisuda 1.962 Mahasiswa

Pendidikan

UPH Wisuda 1.962 Mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH) menggelar upacara wisuda dengan melantik 1.962 wisudawan yang berasal dari berbagai program studi dan jenjang pendidikan, Kamis (20/6) dan Jumat (21/6). Mulai dari Sarjana Strata Satu (S1), Sarjana Strata Dua (S2), Sarjana Strata Tiga (S3) hingga wisudawan untuk program Dual Degree kerja sama antara UPH dan University […]

Read More

Pengolahan Lahan

Pendidikan

Pengolahan Lahan Bersihkan rumput liar (gulma) dari sekitar kebun – Olah tanah dengan cangkul ataupun bajak sedalam 30-40 cm hingga gembur Buat bedengan selebar 100-120 cm, jarak antar bedengan 40-60 cm, ratakan permukaan bedengan – Jika pH tanah rendah, tambahkan Dolomit Sebarkan pupuk kandang 15-20 ton / ha, campurkan merata dengan tanah. Akan lebih optimal […]

Read More