Konsep Pendapatan Nasional

Konsep Pendapatan Nasional

Salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu negara dalam suatu periode tertentu adalah data Produk Domestik Bruto (PDB). Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun. Dalam pengertian lain, pendapatan nasional adalah ukuran nilai output berupa barang dan jasa yang dihasilkan suatu Negara dalam periode tertentu atau jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu Negara dalam satu tahun.

Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya (Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara (Azani, 2017).

  1. Pengertian Pendapatan Nasional menurut Para Ahli

Menurut Sadono Sukirno dalam bukunya “Teori Pengantar Makroekonomi” Pendapatan nasional menggambarkan tingkat produksi negara yang dicapai dalam suatu tahun tertentu dan perubahannya dari tahun ke tahun (Azani, 2017).

Menurut Soediyono Reksopryitno dalam bukunya “Pengantar Ekonomi Makro” Pendapatan nasional adalah jumlah barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan oleh perekonomian suatu negara (Azani, 2017).

Menurut N. Gregory Mankiw Pendapatan nasional adalah total pendapatan yang diperoleh penduduk suatu negara dalam produksi barang dan jasa. Pendapatan nasional tidak menghitung pajak usaha tidak lansung (seperti pajak penjualan) dan tidak menghitung subsidi usaha(Azani, 2017).

Menurut Karl E & Ray C (2007:29) Pendapatan nasional adalah pendapatan total yang dihasilkan oleh faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh warga suatu negara.

sumber :

Pos-pos Terbaru

You might be interested in …

Strategi Pelaksanaan (Pengembangan) Rule of Law

Strategi Pelaksanaan (Pengembangan) Rule of Law

Perikanan

Strategi Pelaksanaan (Pengembangan) Rule of Law Agar pelaksanaan rule of law bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan, maka : Keberhasilan “the enforcement of the rules of law” harus didasarkan pada corak masyarakan hukum yang bersangkutan dan kepribadian masing-masing setiap bangsa. Rule of law yang merupakan institusi sosial harus didasarkan pada budaya yang tumbuh dan berkembang […]

Read More

Masa Keemasan

Perikanan

Masa Keemasan Pada paruh pertama abad ke-10 yaitu antara masa jatuhnya Dinasti Tang dan naiknya dinasti Song, perdagangan dengan luar negeri cukup marak, terutama Fujian, Kerajaan Min dan negeri kaya Guangdong, Kerajaan Nan Han. Tak diragukan lagi Sriwijaya mendapatkan keuntungan dari perdagangan ini. Pada tahun 903, penulis Muslim Ibn Batutah sangat terkesan dengan kemakmuran Sriwijaya. […]

Read More
Definisi Berpikir Sejarah Diakronik dan Sinkronik

Definisi Berpikir Sejarah Diakronik dan Sinkronik

Perikanan

Definisi Berpikir Sejarah Diakronik dan Sinkronik Secara etimologi,diakronik berasal dari bahasa yunani yang berarti melintas atau melewati khronus yang berarti perjalanan waktu. Diakronik yaitu suatu peristiwa yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya dan tidak begitu saja. Sedangkan sinkronik yaitu berasal dari bahasa yunani SYN,yaitu yang artinya sebagai ilmu yang meneliti gejala-gejala yang meluas dalam meluas dalam […]

Read More