Kompetensi Kepala Sekolah

 Kompetensi Kepala Sekolah

Pada dasarnya kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang kepala sekolah adalah kompetensi  sebagai seorang guru professional, yang kemudian diberi tugas-tugas tambahan sebagai kepala sekolah.

Dengan demikian kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang kepala sekolah sebagai pejabat professional dalam bidang kependidikan adalah meliputi empat kompetensi  yang diwajibkan  pada guru berdasarkan UU No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, yaitu meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Professional dan Kompetensi Sosial. Di samping keempat kompetensi di atas, bagi guru yang mendapatkan tugas tambahan sebagai kepala sekolah masih diharuskan menguasai tiga kompetensi tambahan seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 13 Tahun 2007. Ketiga kompetensi tersebut adalah meliputi Kompetensi Manajerial, Kompetensi Kewirausahaandan Kompetensi  Supervisi.[3]

Dengan ditambahnya tiga kompetensi sesuai dengan Peraturan Menteri tersebut, maka seorang guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah  memiliki tujuh kompetensi yang harus diimpementasikan dalam melaksanakan tugas sebagai guru sekaligus sebagai kepala sekolah.

Berikut ini tiga kompetensi tambahan yang dimiliki kepala sekolah  [4]meliputi :

  1. Kompetensi Manajerial

Kompetensi manajerial/kepemimpinan meliputi :

1.1Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan perencanaan.

1.2 Mengembangkan organisasi sekolah/madrasah sesuai dengan kebutuhan.

1.3 Memimpin sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah/ madrasah secara optimal.

1.4 Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajar yang efektif.

1.5. Menciptakan budaya dan iklim sekolah/ madrasah yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik.

1.6 Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal.

1.7 Mengelola sarana dan prasarana sekolah/ madrasah dalam rangka pendayagunaan secara optimal.

1.8 Mengelola hubungan sekolah/madrasah dan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide, sumber belajar, dan pembiayaan sekolah/ madrasah.

1.9 Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru, dan penempatan dan pengembangan kapasitas peserta didik.

1.10 Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional.

1.11. Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yangakuntabel, transparan, dan efisien.

1.12 Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung pencapaian tujuansekolah/ madrasah.

1.13 Mengelola unit layanan khusus sekolah/ madrasah dalam mendukung kegiatan

pembelajaran dan kegiatan peserta didik di sekolah/madrasah.

1.14 Mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan program dan pengambilan keputusan.

1.15 Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah.

sumber :

 

You might be interested in …

Istilah telematika pertama kali

Istilah telematika pertama kali

Pendidikan

Istilah telematika pertama kali Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L’informatisation de la Societe. Istilah telematika ini berasal dari kata dalam Bahasa Perancis yaitu ”telematique”, yang merupakan gabungan dari dua kata yaitu telekomunikasi dan informatika. Dua kata tersebut memiliki arti sebagai berikut : • Telekomunikasi : […]

Read More

Kebebasan melakukan kompetisi

Pendidikan

Kebebasan melakukan kompetisi Mengakui hukum ekonomi pasar bebas atau mekanisme pasar. Pendapat Adam Smith yang paling penting ialah tentang ketergantungan peningkatan perekonomiaan, kemajuan dan kemakmuran kepada kebebasan ekonomi yang tercermin kepada kebebasan individu yang memberikan seseorang kebebasan memilih pekerjaannya sesuai dengan kemampuannya yng dapat mewujudkan penghasilan yang dapat memenuhi kebutuhan dirinya. Kebebasan berdagang dimana produktivitas […]

Read More
270 Siswa Semarakan Pentas PAI se-Kota Bogor

270 Siswa Semarakan Pentas PAI se-Kota Bogor

Pendidikan

270 Siswa Semarakan Pentas PAI se-Kota Bogor   Pekan Keterampilan dan Seni Sebanyak 270 peserta Pekan Keterampilan dan Seni (Pentas) Pendidikan Agama Islam sedari Sabtu (24/03/2018) pagi sudah berkumpul di Gedung PPIB, Jalan Pajajaran, Kota Bogor. Semua peserta ini merupakan siswa Sekolah Dasar (SD) yang bersiap unjuk kebolehan dalam berbagai bidang lomba. Sebut saja lomba […]

Read More