Kependudukan

Kependudukan

Sampai kini belum ada orang yang tahu dengan tepat sejak kapan manusia pertama mendiami bumi ini, orang hanya mampu menaksir sejak kapan manusia mampu membuat alat-alat batu, yang dikenal sebagai zaman batu. Pada zaman itu sekitar 8.000-7.000 tahun sebelum Isa Al-Masih, diperkirakan jumlah penduduk bumi antara 5-10 juta orang (IKIP, 1988 : 46).
Dalam determinants and consequens of population growth (united nation, New York, 1953), disebutkan bahwa manusia telah mendiami ini sejak 100.000 tahun yang lalu. Pertumbuhan penduduk sangat lambat karena tingginya angka kematian bayi dimana pengadaan makanan merupakan faktor utama membatasi pertumbuhan penduduk pada zaman prasejarah karena pengolahan lahan pertanian yang sangat primitif (1988). Barulah antara 1.000-300 tahun sebelum Isa Al-Masih terjadi perbaikan yang berarti dalam bidang pertanian yang ditandai dengan penggunaan sungai Nil di Mesir di lembah sungai Tigris dan sungai Eufrhat pada kerajaan Babylonia (Iraq), lembah sungai Kuning (yang tse kiang) di Tiongkok, lembah sungai Indus di India. Di daerah-daerah tersebutlah muncul peradaban kuno dimana pertambahan penduduk berlangsung dengan cepat.
Pada masa kehidupan nabi Isa a.s. penduduk dunia diperkirakan 200-300 juta jiwa dan pada zaman kerajaan Romawi. Kerajaan tersebut mempunyai penduduk 50-55 jiwa sedang sebagian besar Amerika, Eropa Utara, lautan pasifik, dan Asia bagian Utara masih jarang sekali penduduknya (1988).
Data tersebut diatas masih merupakan perkiraan, belum pernah diadakan sensus. Baru pada tahun 1650 diadakan untuk pertama kalinya studi tentang penduduk, meskipun sangat sederhana dan tidak meneliti secara menyeluruh, perhitungannya masih terpusat di Eropa Saja.
Pada tahun 1922, A.M. Carr-Sunders menerbitkan bukunya yang berjudul “The Population Problem: A study in Evolution”, telah membuat taksiran jumlah penduduk di seluruh dunia, di Eropa termasuk Uni Sovyet, Amerika Utara, pulau-pulau di lautan pasifik, di Asia, Amerika Latin, dan Afrika pada tahun 1650, 1750, 1850 dan pada tahun 1900. Kemudian PBB membuat taksiran sejak 1920 sampai sekarang di daerah-daerah seperti di sebutkan diatas.
DR. RK. Sembiring (1985 : 3), menyebutkan, jika penduduk dunia terus bertambah dalam kira-kira tujuh abad lagi, maka hanya ada tempat untuk duduk di planet bumi ini.

B. Lingkungan Hidup

Lingkungan hidup berasal dari kata “lingkungan dan hidup” dalam kamus besar bahasa Indonesia yang di susun oleh tim penyusun kamus pusat pembinaan dan pengembangan bahasa terbitan Balai Pustaka, 1984, lingkungan diartikan sebagai daerah (kawasan dan sebagainya), sedang lingkungan alam diartikan sebagai keadaan (kondisi, kekuatan) sekitar, yang mempengaruhi perkembangan dan tingkah laku organisme.
Pengertian lingkungan hidup menurut pakar-pakar lingkunga

You might be interested in …

Kutu daun (Macrosiphum rosae Linn., Aphids)

Pendidikan

Kutu daun (Macrosiphum rosae Linn., Aphids) Kutu daun, kecil, panjang ±0,6 mm, berwarna hijau, kadang-kadang tidak bersayap. Menyerang pucuk, sering menempel pada ranting dan kuncup bunga.   Kumbang Tiga jenis kumbang penyerang tanaman mawar: kumbang Chafer (Macrodactylis subspinosus), Fuller (Autoserica castanca) dan Curculio (Rhyncite bicolor). Kumbang Chafer warna coklat kekuning-kuningan panjang tubuh sekitar 12 mm, […]

Read More
Angklung Day Awali Hari Disdik se Jabar

Angklung Day Awali Hari Disdik se Jabar

Pendidikan

Angklung Day Awali Hari Disdik se Jabar Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) mengimbau seluruh dinas pendidikan kabupaten/kota se Jabar, turut mendukung melestarikan angklung. Hal itu ditunjukkan dengan pementasan angklung bagi sekolah-sekolah yang memiliki kegiatan ekstra sekolah seni angklung. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dr Asep Hilman MPd, asep hilman KOMUNIKATIF: Kepala Dinas Pendidikan […]

Read More

Kontribusi Ekonomi Muslim Klasik

Pendidikan

Kontribusi Ekonomi Muslim Klasik [7]Sejarah membuktikan bahwa para pemikir muslim merupakan penemu, peletak dasar, dan pengembangan dalam berbagai bidang-bidang ilmu. Nama-nama pemikir bertebaran di sana-sini menghiasi arena ilmu-ilmu pengetahuan. Baik ilmu-ilmu atau maupun ilmu-ilmu social. Para pemikir klasaik muslim tidak terjebak untuk mengotak-ngotakan berbagai macam ilmu tersebut seperti yang dilakukan oleh para pemikir saat ini. […]

Read More